
Sampai di mansion aku langsung meminta perawat untuk mengantar aku ke kamar. Sedangkan Ken masih menatap aku yang tidak mengizinkannya untuk mengantar aku ke kamar.
Malam harinya aku sudah berada di meja makan tapi Ken belum juga ada disana. Datang oma membawa makanan “oma, Ken mana?” tanya ku.
“Masih dikamar sepertinya Ly, semenjak pulang tadi oma belum melihatnya keluar. Apa ada masalah?” tanya oma.
“Nggak ada kok oma” jawab aku sambil tersenyum.
“Mau makan sekarang?” tanya oma lagi.
“Nanti saja oma tunggu Ken dulu” jawab aku sambil melihat ponsel aku.
Hampir setengah jam aku menungu tapi Ken belum juga datang, oma datang lagi menghampiri aku “Ly, lebih baik kamu makan saja dulu. Nanti kamu telat minum obatnya, mungkin Ken masih sibuk”.
“Baiklah oma, tapi oma temani ya” jawab aku.
“Iya..” Oma langsung mengambilkan makanan untuk aku.
Setelah makan aku langsung masuk kamar dengan perawat yang akan memberikan aku obat.
Ketika oma membersihkan meja makan Ken datang “oma.. Laili sudah makan?”.
“Sudah, kamu darimana? Laili sudah menunggu kamu lama untuk makan malam bersama tadi” ucap oma.
“Maaf oma aku lupa beritahu oma. Tadi aku langsung keluar sebab Eka ingin bertemu denga aku. Makanya aku lupa memberitahu oma dan Laili. Apa dia sudah minum obatnya?” kata Ken sedikit khawatir.
“Sudah, tadi perawat sudah ke kamar mengantarnya sambil membawa obatnya” jawab oma.
“Ya sudah oma, aku ke ruang kerja dulu” Ken langsung masuk ruang kerja.
Sampai di ruang kerja Ken langsung menghubungi William “assalamualaikum..”.
“Waalaikumsalam..” jawab William.
“Saya akan berangkat besok pagi dan beritahu Qasya”.
“Baiklah. Tapi apa Laili tidak apa-apa ditinggal sendiri?”.
“Tidak masalah, kesehatannya sudah lebih baik”.
“Oke baiklah, kami tunggu” William menutup panggilan.
***
Mike sedang duduk bersama keluarganya, tiba-tiba ponselnya berdering “Sebentar..”.
Mike melihat Ken yang memanggilnya “Iya bos...”.
“Lo balik malam ini?” tanya Ken.
“Nggak, kenapa?” jawab Mike cuek.
“Gue ada masalah ini, Laili sudah gue beritahu kalau gue akan ke Malaysia. Tapi lo tahu kan, kalau gue gak bisa. Tapi dia masih tetap memaksa gue pergi”.
“Terus masalahnya apa lagi, lo berangkat saja”.
“Gue gak bisa pergi kalau ninggalin dia, gue gak bakalan fokus. Lo tahu kan?”.
__ADS_1
“Lo juga tahu kan kalau gue tidak bisa mewakili lo, sebab ini proyek lo sendiri yang dapat. Lagian ini tuan Ismail loh, bukan sembarang orang”.
“Makanya lo kembali kesini, ada yang mau gue bicarakan sama lo sebelum pergi” paksa Ken.
“Emang lo jama berapa berangkat?”
“Gue berangkat malam”.
“Baiklah, besok gue pulang pagi-pagi. Sudah ah, gue sedang bersama keluarga gue ini” ucap Mike.
“Iya, titip salam gue sama yang lain. Assalamualaikum...” Ken menutup panggilan.
“Siapa kak? Kak Ken?” tanya adik Mike.
“Iya, biasa kalau tidak ada kakak bersamanya” Mike memasukan ponsel dalam kantong.
“Ada masalah Mike?” tanya Jaya.
“Iya pa. Ken harus pergi ke Malaysia sebab ada pertemuan dengan semua investor mengenai proyek di Paris bersama tuan Ismail. Tapi dia tidak bisa meninggalkan Laili, papa tahu kan?” cerita Mike.
“Laili.. Laili siapa pa?” adik Mike bertanya.
“Wanita yang di sukai Ken tapi dia sedang sakit saat ini” kata mamanya.
“Sakit? Nggak salah tuh, kak Ken pacaran sama orang sakitan” ucap adik Mike.
“Maisy... jangan bicara seperti” Mike marah.
Maisy adalah adik kandung Mike. Dia sekarang sedang kuliah di Inggris. Dia kembali karena sedang liburan semester. Seperti biasa dia akan pulang untuk liburan dan ketemu keluarganya.
Maisy langsung terdiam “Iya Ci, gak boleh bicara seperti itu. Kamu tahu wanita itu siapa?” tanya papa.
“Emang benar pa?” tanya Maisy.
“Iya sayang, wanita yang pernah membantu kamu ketika kamu hampir kecelakaan saat hari kelulusan kamu dulu. Saat kamu akan datang ke rumah sakit menemui papa dan mama yang sedang menjenguk mommy Ken” penjelasan mama.
“Kakak cantik dan baik itu pa?” Maisy melihat papa.
“Iya sayang...” ucap papa.
“Sekarang kamu sudah tahu kan, besok ikut kakak ya. Kamu bisa kan temani dia selama Ken gak ada?” ucap Mike.
“Bisa kak, gak sabar aku ketemu kakak cantik” Maisy langsung senang setelah tahu bahwa wanita penyakit itu adalah orang yang pernah membantunya.
***
Pagi harinya aku keluar dari kamar, Ken melihat aku yang sedang berusaha dengan kursi roda menuju lift. Ken langsung mendorong dan membantu aku masuk.
“Semalam kamu kemana?” tanya aku.
“Maafin aku, aku lupa beritahu kamu. Semalam aku keluar menemui Eka ada yang mau dibicarakan. Maaf ya, kamu lama nunggu aku makan malam” jawab Ken.
“Iya, tidak apa-apa. Lain kali bilang kek, jangan buat orang nunggu lama” kataku dengan betenya.
“Iya...” Ken mendorong aku menuju meja makan.
Setelah meletakan posisi kursi roda aku dengan nyaman, Ken langsung duduk di kursinya.
__ADS_1
“Sini piringnya..” Ken mengambilkan makanan untuk aku.
“Kamu jadi berangkat?” tanya ku.
“Jadi..” jawab Ken.
“Kapan?”
“Hari ini, nanti malam aku langsung berangkat” Ken memberikan piring pada ku.
Aku mengambilnya “makasih..”.
Ketika kita sedang sarapan Mike dan Maisy datang “assalamualaikum..”.
“Waalaikumsalam” jawab aku dan Ken sambil melihat ke sumber suara.
“Kak Ken....” Maisy langsung berlari menghampiri Ken dan langsung memeluknya.
“Hai,, Ci...” ucap Ken.
Aku melihat Maisy, aku merasa pernah ketemu dengannya. Tapi aku lupa dimana dan kapan. Mike melihat aku sambil tersenyum karena melihat tingkah adiknya pada Ken.
“Pagi Ly, bagaimana kabar kamu?” ucap Mike.
“Pagi.. alhamdulillah sudah lebih baik” jawab aku.
“Hai kakak cantik..” sapa Maisy.
“Hai...” jawab aku ragu.
“Lo kenal?” Ken melihat Maisy.
“Iya...” ucap Maisy dengan santainya.
Ken melihat Mike dengan begitu banyak pertanyaan “Ly, kenalin gadis centil itu adik gue Maisy. Lo gak kenal sama dia, lo pernah ketemu loh” ucap Mike.
“Sepertinya iya, tapi aku masih ragu” ucapku.
“Inilah bocah yang lo tolong dulu, bocah yang hampir kecelakaan di waktu hari kelulusannya. Dia yang berlari tanpa tengok kiri kanan kalau menyebrang” lanjut Mike.
Aku langsung ingat “oh iya, aku ingat. Apa kabar dek?” ucap aku sambil tersenyum.
Maisy langsung menghampiri aku dan memeluknya “alhamdulillah sehat kakak cantik”.
“Kok bisa kalian kenal?” tanya Ken.
“Beberapa tahun lalu ketika aku mau menemui mommy kamu di rumah sakit aku melihat seorang gadis yang memakai seragam SMA yang sudah dicoret-coret menyebrang jalan tanpa tengok kiri kanan. Aku membantu dia
menghindar dan gak jadi ketabrak sama motor” cerita aku.
“Jadi kebiasaan lo yang kurang hati-hati dan lalai itu memang sudah mendarah daging ya. Dasar bocah nakal, sini gak...” Ken menghampiri Maisy tapi dia malah lari.
“Udah lama kali kak, gak usah marah-marah juga sama aku” ucap Maisy.
“Jangan ulangi lagi” ucap Ken.
“Sudah-sudah, Ci, temani kak Laili. Kakak mau bicara sama Ken dulu” ucap Mike.
__ADS_1
“Siap bos” jawab Maisy.
Ken dan Mike langsung pergi meninggalkan ruang makan. Sedangkan Maisy menghampiri aku yang mau minum susu yang sudah ada di atas meja.