MY DREAM

MY DREAM
63


__ADS_3

Ken dan Beni sudah berada di rumah dokter Agus. Tidak lama dokter Agus keluar bersama dengan Anggika.


“Selamat pagi om, maaf mengganggu waktu istirahat om” ucap Ken sambil salaman dengan dokter Agus.


“Tidak apa-apa Ken, silakan duduk” ucap dokter Agus.


“Beni, apa kabar?” lanjut dokter Agus.


“Alhamdulillah sehat om, om juga kelihatan lebih sehat setelah kembali dari liburan” ucap Beni.


“Kamu bisa aja. So, kenapa Ken?” dokter Agus langsung to the point.


“Begini om, mengenai pasien yang pernah Ken bilang kemarin. Dia mempunyai penyakit yang sama dengan mommy dulu. Jadi apakah ada kemungkinan dia untuk sembuh?” ucap Ken.


Dokter Agus manggut-manggut “sebenarnya om tidak terlalu detil melihat data dia kemarin ketika dikirim Mike sama om. Tapi semalam Anggika melihatkan sama om, ada kemunkinan untuk sembuh. Sebab kamu langsung membawanya untuk berobat. Tapi...”


“Tapi apa om?” tanya Ken.


“Kamu kenal sama perempuan ini, siapa nama dia?” tanya om Agus.


“Dia rekan kerja Ken om, tapi sangat dekat dengan Ken saat ini. Emang ada masalah yang lain om?” Ken sudah mulai khawatir.


“Kamu gak usah khawatir, om mau tanya serius ini”


“Apa om?”


“Apa kamu sudah menjalankan wasiat terakhir dari daddy kamu?”


Ken kaget ternyata dokter Agus malah menanyakan mengenai wasiat yang ditinggal daddy Ken dulu. Bukan mengenai penyakit yang ada dalam tubuh aku saat ini.


“Oh itu om, belum om. Sebab sangat susah menemukan datanya om, karena dia menutup dan menghapus datanya dulu om”.


“Oh gitu, boleh om ketemu dengan wanita ini?” dokter Agus menunjuk data rekam medis aku yang ada ditangannya.


“Boleh om, dia tinggal bersama Ken di mansion” jawab Ken.


“Baiklah, ayo kita kesana sekarang” ajak dokter Agus.


“Emang om gak capek langsung bekerja om?” tanya Beni.


“Iya om, Ken gak mau om kecapekan seperti daddy nantinya” sambung Ken.


“Semalam om sudah istirahat, om ikut kalian ya sebab Anggika akan ke rumah sakit” kata dokter Agus.


“Iya om” jawab Ken dan Beni.

__ADS_1


“Pi, Anggi berangkat sekarang ya” Anggika pamit.


“Iya, hati-hati” pesan dokter Agus.


“Ken, semua sudah aku berikan datanya sama papi. Papi sendiri yang akan menangani wanita itu langsung. Aku tidak ikut campur lagi sebab permintaan papi” kata Anggika pada Ken.


“Iya, terimakasih” ucap Ken.


Ken sebenarnya masih penasaran kenapa dokter Agus langsung menanganinya sendiri. Sebab dia sudah pensiun tapi setelah mendengar aku yang sakit dia langsung mengambil alih sepenuhnya.


Ken, Beni dan dokter Agus sudah jalan menuju mansion. Ken masih memikirkan perkataan dari Anggika di rumahnya tadi.


“Om, boleh Ken tanya sesuatu?” tanya Ken.


“Boleh, apa?”


“Kenapa om jadi mengambil alih sepenuhnya dan membatalkan perjanjian awal Ken bersama Anggika?”.


“Nanti kamu akan tahu jawabannya, sabar ya?” dokter Agus tersenyum dan menepuk punda Ken yang berada di depannya.


Satu jam kemudian Ken, Beni, dan dokter Agus sampai di mansion. Semua orang langsung keluar dari mobil.


“Ken, gue langsung ke rumah sakit ya. Gue gak masuk” kata Beni.


Ken dan dokter Agus langsung masuk mansion, disambut sama oma “selamat siang Agus” sapa oma.


“Siang bu, bagaimana kabarnya?” tanya Agus.


“Alhamdulillah selalu sehat’ jawab oma.


“Oma, Laili mana?” tanya Ken.


“Laili tadi izin keluar katanya mau ke bank bersama sopir” jawab oma.


“Ke bank?” Ken merasa aneh dengan jawabab oma.


“Iya..”


“Om, ayo duduk dulu. Oma temani om Agus sebentar, Ken mau menghubunginya” ucap Ken.


Ken pergi manjauh, dia langsung menghubungi nomor aku. Tapi aku tidak mengangkat ponsel aku. Ken langsung ke kamar aku dan melihat ponsel aku ada disebelah latop Ken yang aku pinjam.


Ken memeriksa ponsel aku dan dia tidak bisa mendapatkan kontak yang ada di ponsel aku. Sebab aku sudah mengambil kartu nomor aku yang ada didalam ponsel.


Ken menghidupkan latop dan melihat email aku masih tertera di latop. Sebab aku memang mengirim beberapa pekerjaan pada mas Angga dan mbak Luna.

__ADS_1


Ken semakin heran dengan kepergian aku, kemudian Ken melihat baju-baju aku. Masih ada didalam lemari tetapi ken tidak bisa menemukan tas dan barang-barang pribadi aku yang berisi data-data lengkap aku. Ken semakin khawatir dengan aku yang tiba-tiba menghilang.


Ken langsung menemui oma yang sedang bicara sama dokter Agus “ada apa Ken?” tanya oma setelah melihat Ken turun tangga dengan raut wajah cemas.


“Tadi apa Laili minta ambilkan latop di ruangan kerja aku, oma?” tanya Ken langsung tanpa menjawab pertanyaan oma.


“Iya dia ambil latop disana tapi dia sendiri yang ambil sebab oma lagi masak makan siang dia” jawab oma.


Ken langsung masuk ruang kerja dan mencek CCTV yang ada di rumah selama seharian ini. Ken melihat aku menemui oma, kemudian aku masuk ruang kerja, dan aku kaget melihat foto lukisan di ruangan kerja.


Ken terus memperbesar wajah aku, dia melihat aku meneteskan air mata sambil memegang inisial yang ada didalam figura lukisan tersebut. Tapi Ken masih belum paham mengenai apa yang aku pegang itu.


Tiba-tiba ponsel Ken berdering ternyata panggilan dari sopir yang mengantar Laili ke bank. Ken langsung mengangkatnya sebab dia sudah cemas dengan kepergian aku.


“Iya...”


“Halo bos, bos maafin saya. Nona Laili menghilang setelah saya antar ke bank. Sudah dua jam saya menunggu nona masih belum keluar. Ketika saya masuk dan mencek, nona tidak ada didalam. Saya sudah tanya pada karyawan dan orang-orang disana, tapi tidak ada yang melihatnya” ucap sopir.


“Apa! Kenapa bisa?” bentak Ken.


“Saya tidak tahu bos”


“Kamu sama siapa saja disana?”


“Sendiri bos”


“Kenapa sendiri, saya sudah perintahkan untuk membawa pengawal kalau nona Laili keluar kan!” Ken langsung emosi.


“Maaf tuan, tapi seperti biasa nona terus menolaknya”.


“Pokoknya harus cari nona Laili sampai ketemu dan bilang sama bodygurth yang lain. Ingat jangan kembali sebelum kamu temukan” Ken langsung mematikan panggilannya.


Ken langsung marah dan membuang semua yang ada di atas meja sampai berantakan “ah....”.


Ken langsung menghubungi Mike “iya bos” Mike langsung mengangkatya.


“Laili menghilang, apa lo tahu?”


Mike kaget “Kok bisa. Bukannya dia ada di rumah. Tadi dia nelvon gue menanyakan charge notebook, kenapa bisa hilang”.


“Mana gue tahu, lo kesini sekarang dan bantu gue. Lo juga perintahkan anak buah lo sama Dave untuk mencari Laili. Lo tahu kan Laili sedang sakit, dia harus di obati” teriak Ken.


“Iya bos” tiba-tiba panggilan Ken langsung terputus.


“Kemana kamu Ly, ada apa sama kamu. Apa aku ada salah sama kamu, apa kamu merasa terkekang selama ini tinggal disini sama aku. Apa aku juga termasuk pada orang yang merusak mimpi-mimpi kamu, Ly?” gumam Ken sendirian.

__ADS_1


__ADS_2