
Mike selesai telvonan dengan Ken langsung keluar ruangannya “De, gue balik ya” kata Mike pada Dea.
“Ada apa?” Dea melihat raut wajah Mike yang cemas.
“Ada masalah sama bos, nona Laili hilang dari mansion”.
“Kok bisa, bukannya mansion banyak pengawalnya?” Dea juga ikut kahwatir.
“Itulah, dari dulu nona memang tidak pernah mau dikawal. Jadi semua orang takut kalau sudah membantah dia” kata Mike.
“Oh ya juga”
“Gue balik dulu, lo handle semua ya” Mike langsung pamit pada Dea.
Mike langsung menuju parkiran, kemudian dia langsung meluncur menuju mansion. Tapi dia juga menghubungi beberapa bodygurth untuk mencari Laili.
Tidak lama Mike sampai di mansion, dia langsung jalan buru-buru menuju ruang kerja Ken. Oma melihat Mike yang buru-buru tanpa menoleh sekelililing.
“Mike..” panggil oma.
Mike berhenti “iya oma, eh ada om Agus” Mike jalan menghampiri mereka dan salaman.
“Ada apa kamu buru-buru begitu?” tanya dokter Agus.
“Laili hilang, bos sedang marah-marah sekarang. Apa oma tidak tahu kemana Laili?” tanya Mike.
“Tadi dia izin sama oma pergi ke bank, katanya mau transfer uang” jawab oma.
“Oma-oma, nona Laili tidak pernah pergi ke bank. Dia kalau transfer uang selalu menggunakan aplikasi di ponselnya. Kalau mengambil uang pun dia tidak pernah pergi sendiri. Pantasan bos langsung curiga tadi” penjelasan Mike.
“Oh iya, tadi ken langsung ke kamar Laili kemudian dia masuk ruang kerjanya” jawab oma.
Mike langsung masuk ruang kerja Ken. Lalu dokter Agus dan oma juga ikut mengikuti Mike yang masuk. Mereka langsung menuruni tangga dan melihat ruangan yang berantakan.
Ken sedang memutar berkali-kali CCTV selama aku berada di rumah. Tapi dia selalu menstop video ketika aku menangis dan mengelus figura lukisan orangtuanya sambil bergumam yang tidak membuatnya mengerti.
“Bos...” ucap Mike.
“Apa lo sudah tugaskan anak buah untuk mencarinya” ucap Ken yang matanya masih menatap layar TV.
“Sudah bos” Mike mendekati Ken “apa yang lo lihat?”.
“Ini video CCTV Laili semenjak aku pergi tadi. Dia masuk ke ruang kerja ini dan dia menangis sambil mengelus figura foto almarhum orang tua gue” jawab Ken.
__ADS_1
“Ken...” ucap dokter Agus.
“Iya om” Ken melihat dokter Agus.
“Sini..” dokter Agus jalan menuju foto lukisan orang tua Ken.
Semua orang langsung mengikuti dokter Agus “kamu tahu ini siapa yang memberinya?” tunjuk dokter Agus.
“Tahu, daddy bilang ini adalah hadiah anivarsarry pernikahan mereka dari wanita yang membantu mommy itu” jawab Ken.
“Apa kamu tahu ini lukisan tangan sendiri?” lanjut dokter Agus.
“Tahu, daddy sama paman Jaya juga bilang begitu”.
“Apa kamu pernah memandang lukisan ini dengan dalam-dalam, kemudian melihat inisial yang ada di figuraya?”.
Ken menggeleng “tidak pernah om”.
“Coba kamu pandang dan lihat, apa yang kamu lihat?” perintah dokter Agus.
Ken dan Mike jalan mendekati figura tersebut dan memandang lukisan tersebut. Ternyata dengan sekilas lukisan itu ada terlihat wajah Laili didalamnya.
“Ily...” ucap Ken dan Mike bersamaan.
“Iya Ily, wanita yang kamu cari selama ini. Wanita yang telah menjaga orang tua kamu selama kamu kerja keluar negeri. Wanita yang rela mendonorkan darahnya untuk mommy kamu. Meskipun dia tahu kalau kondisi dia tidak memungkinkan untuk jadi pendonor saat itu. Ily adalah inisial nama yang ada di figura lukisan tersebut yang memiliki dua makna. Pertama nama panggilan dari Laili, kedua adalah kata yang selalu dia ucapkan pada orang tua kamu yaitu I Love You” penjelasan dari dokter Agus.
“Agus, jadi Laili itu adalah orang yang sudah menjaga tuan dan nyonya besar dulu?” tanya oma.
“Iya bu, dia adalah orangnya, wanita baik hati itu” ucap Agus.
Mereka semua langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu “Ken, kamu bertanya kenapa dia menangis sambil memandang lukisan tersebut. Sekarang kamu sudah tahu jawabannya, karena dia baru tahu ternyata kamu adalah anak dari orang yang dia anggap membunuh mommy kamu” kata dokter Agus.
“Tapi om, bukan karena dia kan?” Ken melihat dokter Agus.
Dokter Agus mengangguk “tapi kenapa dia pergi om?” kata Ken lagi.
“Om tidak tahu jawabannya” jawab dokter Agus.
“Dari mana om tahu kalau Laili rekan bisnis Ken adalah orang yang dia cari selama ini?” tanya Mike.
“Ketika Anggika mengirim data rekam medis Laili waktu om liburan. Om tidak terlalu melihat seluruhnya, tapi ada yang membuat om mengganjal selama perjalanan pulang. Sampai di rumah om langsung melihat data lengkapnya pada Anggika” kata dokter Agus.
#Flashback
__ADS_1
Dokter Agus sampai di rumah bersama istrinya, mereka langsung disambut oleh Anggika. Istirnya langsung ke kamar untuk bersih-bersih.
“Anggi...” panggil dokter Agus.
“Iya pi, kenapa?”
“Nanti antar rekam medis teman Ken itu ke kamar papi ya, ada yang ingin papi cek”.
“Iya pi” jawab Anggika dengan tersenyu.
Anggika langsung ke kamarnya sedangkan dokter Agus juga masuk ke kamar untuk bersih-bersih. Tidak lama Anggika datang membawa rekam medis aku dan diberikan kepada maminya. Sebab dokter Agus sedang bersih-bersih di kamar mandi.
Setelah dokter Agus bersih-bersih, istrinya memberikan rekam medis tersebut pada dokter Agus. Dokter Agus langsung membaca semuanya, dia juga meyesuaikan dengan rekam medis aku yang sudah lama ada datanya sama dokter Agus.
“Sayang, ternyata wanita rekan kerja Ken itu adalah wanita baik yang telah membantu orang tuanya dulu” kata dokter Agus pada istrinya.
“Yang benar pi, apa Ken sudah tahu?” kata istrinya.
“Papi gak tahu, besok akan papi pastikan. Kalau benar dia, dia memang harus melakukan pengobatan seepatnya. Kalau tidak, pasti akan sama dengan mommy nya Ken dulu yang tidak mau melakukannya”.
Setelah membaca data tersebut, tiba saatnya mereka makan malam bersama. Setelah makan, dokter Agus bicara dengan Anggika.
“Anggi...” panggil dokter Agus.
“Iya pi?”
“Kamu masih mengharapkan Ken?”
“Apaan sih pi nanya-nanya seperti itu. Ada apa?” Anggika tidak pernah suka jika membahas dirinya dengan Ken.
“Papi sendiri yang akan mengobati wanita rekan kerja Ken itu. Kamu bisa fokus dengan rumah sakit, jadi jangan buat papi kecewa lagi ya” ucap dokter Agus.
Datang maminya “benar nak, keluarga Ken sudah banyak membantu keluarga kita. Termasuk pendidikan kamu sama dengan adik-adik kamu saat ini”.
“Iya mi, Anggi tahu kok” Anggika langsung meninggalkan meja makan.
#Flashback Berakhir
“Begitu ceritanya” ucap dokter Agus.
“Jadi karena itu om meminta untuk datang kesini bertemu langsung dengan Laili?” tanya Ken.
“Iya. Saran om lebih baik kamu temukan dia sekarang sebelum terlambat. Mungkin dia masih berfikiran kalau mommy kamu meninggal karena dia yang telat datang mendonorkan darahnya. Tapi nyatanya tidak, kalau
__ADS_1
dia tidak diobati juga penyakitnya akan sama dengan penyakit mommy kamu dulu ganasnya” kata tuan Agus.
“Baik om, akan Ken usahakan juga. Sebab Ken ingin menjalankan wasiat daddy yang terakhir” jawab Ken.