
Aku juga mengikuti mereka sebab setahu aku Ken sangat mudah emosi. Aku mendengar percakapan mereka, setelah tahu tidak ada yang terjadi aku kembali lagi. Tidak lama juga mereka masuk ke ruang meeting dan duduk di tempat mereka kembali.
“Bagaimana Ken?” tanya Doni.
“Ka, silakan dijawab” ucap Ken.
“Baiklah, aku mau membantunya tapi tidak mungkin aku berduaan saja dengan dia dalam kamar” ucap Eka.
“Kalau itu kamu tidak usah khawatir, ibunya akan menemani kamu disana. Diluar juga pasti akan ada orang, nanti kita gantian menemani kamu” penjelasan papa Resi.
“Baiklah..” ucap Eka.
“Berarti keputusannya acara resepsi tetap dijalankan tapi kita kurangi dari rencana kita. Tidak akan semeriah yang sudah di rencanakan, setelah tamu pulang acara langsung selesai” ucap aku.
“Kenapa begitu, Ly?” tanya Raisa.
“Pokoknya seperti itu, aku tidak mau terlalu bahagia apabila Cici seperti itu. Semua ini terjadi karena aku” jawabku.
“Sayang...” Ken melihat raut wajah aku sudah berubah.
“Pokoknya seperti yang dibilang Laili saja kita kurangi dari yang sudah direncanakan” ucap Ken.
Semua orang salin lihat “kita ikuti saja yang punya acara mereka” ucap ayah Cici.
Keputusan sudah diambil kalau rencana awal akan meriah tapi sekarang tidak. Setelah hasil keputusan semua orang langsung kembali ke kamar masing-masing.
Ketika kembali ke kamar “Bi, kita lihat Cici yuk” ajak aku.
“Ayo..” ucap Ken.
Aku dan Ken melihat Cici di kamarnya, memang Cici lebih banyak melamun dari biasanya. Aku kasihan melihatnya dan langsung memeluknya.
“Maafin mbak, Ci. Kalau tidak karena mbak kamu tidak akan seperti ini” ucap aku.
“Jangan seperti ini Ly, ini mungkin sudah takdirnya. Kamu jangan seperti ini, bibi gak mau lihat kamu seperti ini” ucap ibu Cici.
Ken sedang diluar bicara dengan paman membahas mengenai pengobatan Cici. Ken juga ingin mengetahui mengenai cerita masalah yang terjadi sama Cici di kampung aku. Paman langsung menceritakan semuanya.
“Berarti pengobatan paling ampuh yaitu Eka menikahi Cici” ucap Ken.
“Iya Ken, tapi paman tidak ingin memaksanya” kata paman.
“Apakah tidak bisa minta batuan sama orang yang memberikan ilmu itu pada Putri, paman?”.
“Kata teman paman, dia sudah menghilangkan kekuatan itu. Dia tidak bisa membantunya, solusi paling mudah mengembalikan dia bersama suami dan anaknya. Suminya yang bisa mematahkan semua kepandaiannya itu”.
“Kenapa tidak kita minta tolong pada suaminya, paman?”.
“Taruhan nyawa Ken, karena itu suaminya membawa anaknya kabur”.
Semua membuat pusing masalah ini, pantasan ayah Cici diam saja tidak bertindak. Jadi karena memang tidak ada obatnya. Terpaksa mereka pasrah, biarkan saja waktu yang menjawab.
__ADS_1
Setelah maghrib acara resepsi aku dan Ken dimulai. Memang benar banyak tamu yang sudah berdatangan. Tamu dari luar kota juga, rekan kerja orang tua aku, mbak Raisa, mas Rian, mas Doni, kak Della, dan keluarga jauh aku.
Setelah foto bersama dengan aku dan Ken, Eka langsung pamit pada kita. Eka sudah ada didalam kamar Cici, Cici hanya melamun tanpa bicara. Eka juga bingung harus melakukan apa, sebab mereka juga tidak kenal sebelumnya.
Eka duduk di depan Cici “hai, kenalkan nama aku Eka. Sebelumnya kita belum kenalan, nama kamu siapa”.
Cici menatap Eka “hai...” Eka berusaha mengajak Cici bicara.
“Iya, siapa ya?” Cici merespon Eka.
“Aku Eka, kamu?” Eka mengulurkan tangannya.
“Aku Cici”.
“Boleh aku disini kan?”
“Boleh” Cici sibuk mencubit-cubit tangannya.
Eka melihat tangan Cici sudah memerah, lalu Eka memegang tangan Cici.
“Kamu, mau sesuatu?” tanya Eka, Cici menggeleng.
“Mau menonton?” Cici masih menggeleng menjawabnya.
“Mau main game?” Cici masih menggeleng.
Eka tidak tahu apa lagi yang akan dia lakukan untuk bisa membuat Cici mau bicara. Eka mencari di internet macam cara untuk bisa membantu Cici.
Paman dan bibi masuk “sudah tidur ka?” tanya paman.
“Sudah paman tapi tangan aku masih belum bisa di lepaskan” ucap Eka.
“Tunggu sebentar ya nak Eka, maaf bibi menyusahkan kamu” bibi memberikan raut wajah sedih.
“Bibi jangan bicara seperti itu, kita sama-sama bantu Cici untuk sembuh” Eka tidak tega melihat orang tua Cici yang bersedih seperti itu.
Eka masih di kamar Cici bersama orang tua Cici. Setelah Cici sudah terlelap dengan erat baru dia pamit pada orang tua Cici untuk ke kamarnya. Ternyata di luar kamar Cici ada Ken, Mike, Dave, Mike, Beni, Tejo, dan Angga menunggunya.
“Kenapa?” tanya Ken sebab melihat Eka memijit tangannya.
“Nggak kenapa-napa kok” jawab Eka dengan senyuman.
“Kita bicara di gazebo depan saja” ajak mas Angga.
Kita jalan menuju gazebo yang ada di depan kantor tempat wisata. Disana sudah ada beberapa snak yang sudah disiapkan karyawan.
“Lo kok disini Ken, gak bersama Laili?” tanya Eka.
“Lo jangan fikirkan gue ya, kita membahas mengenai lo” ucap Ken.
“Ada apa lagi, semua permintaan lo pada sudah gue layani. Sekarang apa lagi yang lo butuhkan pada gue. Harus gue nikahin Caca biar lo puas” Eka sebal.
__ADS_1
“Itu yang kita mau” ucap Ken.
“Apa!” Eka kaget.
“Ken..” mas Angga menegur Ken.
“Lo serius Ken?” tanya Dave.
“Gue bercanda kok” Ken tersenyum.
“Sebenarnya apa yang mau lo bicarakan sama gue sih?” ucap Eka.
“Gue tadi sudah cerita dengan paman, kita sudah dapat solusi yang lebih mudah lagi untuk kesembuhan Cici” ucap Ken.
“Apa?” tanya Eka.
“Kita harus menjauhkan Cici dengan Putri” ucap Tejo.
“Bagus, apa rencana lo Ken?” tanya Mike.
“Gue mungkin akan membawa Cici ke mansiom sebab bisa Laili menjaganya. Lo Dave, bawa Putri menjauh yaitu tinggalkan dia di penjara bawa tanh markas. Kata paman kekuatan dia akan menghilang dengan beberapa bulan, iya kan mas?” Ken bertanya pada mas Angga.
“Iya. Tapi kita harus membantu Cici sembuh dan mengembalikan kepercayaan dirinya lagi. Makanya Cici butuh psikiater untuk membantunya” lanjut mas Angga.
“Tapi sebaiknya secepatnya memindahkan Putri, kalau bisa subuh ini” saran Tejo.
“Kenapa mas?” tanya Ken, Mike, Dave, Eka, dan Beni.
“Ketika adzan subuh kekuatannya melemah, itu sih cerita orang kampung. Kita coba saja membuktikannya, bukannya kita harus mempercayainya tapi kita buktikan” ucap Tejo.
“Boleh juga kita coba” ucap Dave.
“Lalu bagaimana dengan Denis?” tanya Mike.
“Letakan dia di penjara di KJ Bodygurth, kita bina dia disana” ucap Ken.
“Apa semua setuju?” tanya Angga.
“Setuju..” jawab mereka semua.
“Kita bagi tugas, Dave dan Tejo bawa Putri ke markas. Mike dan Beni bawa Denis ke KJ Bodygurth” ucap Ken.
“Gue?” tanya Eka.
“Lo sama dengan gue dua hari lagi kita kembali ke Jakarta. Sebagian keluarga besok berangkat sebab kita harus mengurus keberangkatan Cici juga. Banyak yang akan kita lakukan sebelum berangkat” lanjut Ken.
“Bagaimana, kalian setuju?” tanya Angga.
“Setuju..” jawab semua orang.
Lalu mereka langsung mengatur rencana yang akan mereka lakukan. Hampir subuh mereka kembali ke kamar masing-masing dan Ken pun melewati malam pertamanya.
__ADS_1
Bukannya tidak mau melakukannya sebab dia tahu kalau aku sangat kecapekan. Ken tidak mau memaksa aku, lagian aku juga sedang memikirkan masalah Cici. Ken tidak mau membuat aku meraa terbebani.