
Keadaan aku sudah lebih baik, aku juga sudah bisa keluar dari ruang perawatan. Tapi aku masih belum dibolehkan jalan kaki, aku harus menggunakan kursi roda.
Aku mengetuk pintu ruang kerja Ken “masuk..” teriak Ken.
“Sus, boleh pergi. Biar aku sendiri yang masuk” ucap aku pada perawat.
“Baik nona, saya permisi” perawat langsung pergi.
Aku membuka pintu dan masuk menggunakan kursi roda. Ken melihat aku yang duduk di kursi roda, lalu naik ke atas menghampiri aku.
“Ada apa, kenapa kesini?” tanya Ken.
“Aku mau bicara sama kamu, kata oma kamu disini makanya aku kesini” jawab aku.
“Baiklah kita bicara disana” Ken mendorong kursi aku menuju sofa yang ada di atas.
Ken membuka jendela dan duduk di sofa. Sedangkan aku masih duduk di kursi roda.
“Ada apa?” tanya Ken.
“Nanti malam ada acara apa? Barusan aku melihat para pembantu pada sibuk di dapur dan oma juga gak mau bilang sama aku. Emang acara apaan?” aku melihat Ken.
“Oh iya aku lupa kasih tahu kamu, sebab aku ingin kamu fokus pada kesembuhan kamu. Nanti malam ada acara makan malam bersama keluarga Vino dan keluarga Mike”.
“Hanya makan malam?” aku tidak percaya pada Ken.
“Kenapa?”
“Nggak ada apa-apa kok, tiba-tiba saja” aku menunduk.
“Sebenarnya aku ingin membahas pekerjaan sebab Galu akan dipindahkan kesini dan rencana aku mau pindahkan Dea sama keluarganya kesana” penjelasan Ken.
“Oh.. gitu, kenapa mbak Galu pindah?”
“Orang tuanya minta sebab Galu sudah 5 tahun disana. Dia juga perempuan, mungkin mereka takut anaknya tidak mendapatkan jodoh kalau sibuk kerja mulu. Aku juga gak tahu alasan mereka apa”.
“Bisa jadi juga. Kamu sibuk gak, temani aku jalan di taman dong?” ajak aku.
__ADS_1
“Ayo, kita jalan-jalan di taman saja ya. Sebab kamu baru mulai membaik dari beberapa hari yang lalu” Ken berdiri.
“Iya..” jawab aku.
Ken mendorong aku keluar dari ruangan kerjanya. Dia menemani aku jalan-jalan di taman. Aku juga tidak tahu apakah dia sibuk tapi dia selalu mengikuti apa keinginan aku.
***
“Ada apa Ken meminta kita datang ke mansion, mama malas kesini lagi” ucap mama Vino.
“Ya mana Vino tahu ma, Dea yang bilang. Kenapa sih mama masih aja dendam, jelas-jelas mereka tidak salah masih aja kekeh” Vino kesal juga.
“Tahu tuh abang, mending Marsya gak ikut mama datang kesini. Ternyata disuruh datang kesini” Marsya juga bete.
Mama Vino bernama Mawar, dia juga mempunyai adik perempuan yang bernama Marsya. Vino adalah sepupu Ken, yaitu papa Vino adalah adik dari daddy Ken. Papa Vino telah meninggal karena kecelakaan bersama bapaknya Dea.
Mawar sebenarnya tidak setuju Vino menikah dengan Dea. Sebab dari latar belakang Dea yang hanya anak pembantu dan sopir. Tapi karena orang tua Ken mereka jadi menikah.
Mawar sangat marah pada orang tua Ken dan ibunya Dea yaitu oma. Mawar merasa kecelakaan papa Vino karena orang tua Ken dan bapaknya Dea. Sebab papa Vino kecelakaan ketika bertugas keluar kota bersama bapak Dea.
Mawar sangat tidak suka kalau sudah bertemu dengan oma dan Ken. Sebab mengingatkannya dengan kematian suaminya karena kecelakaan. Dia selalu meluapkan emosi pada Ken dan oma. Karena itu juga Dea dan Vino dilarang datang ke mansion oleh Mawar.
Semua bukti sudah ada kalau penyebab kecelakaan itu karena papa Vino. Dia yang menyetir melewati batas kecepatan maksimal. Sebab mobil yang dibawa mereka terdapat CCTV didalamnya. Tapi mawar masih tidak percaya dengan bukti yang sudah ada. Sebenarnya masih ada rahasia dibalik kecelakaan itu yang belum diketahui.
Tuan Jaya papa Mike juga telah mengumpulkan banyak bukti lainnya. Tapi mawar masih menyimpan dendam sama Ken dan oma. Karena itu orang tua Ken memberikan butik mommy Ken kepada Mawar supaya ada pendapatan buat mereka. Tapi dari awal pengacara orang tua Ken sudah menjelaskan kalau butik itu bukan menjadi hak milik Mawar.
Setelah Vino lulus kuliah bersama Dea, makanya mereka langsung diajak bekerja di Johnson Group oleh daddy Ken. Mereka juga dijodohkan, sebab orang tua Ken tahu kalau mereka saling mencintai. Meskipun Mawar tidak merestui hubungan mereka waktu itu.
Mawar mau merestui pernikahan mereka ketika Dea harus meninggalkan ibunya dan dilarang datang ke mansion. Tapi Dea diizinkan ketemu ibunya dua kali sebulan di luar mansion.
Tidak hanya itu, Mawar juga merestui pernikahan mereka ketika Ken menyerahkan perusahaannya pada Vino untuk menjadi direktur disana. Mawar semakin menyukai Dea setelah itu tapi Dea harus mengikuti semua kemauannya.
Tidak hanya itu yang membuat Mawar membenci Ken. Mawar juga sangat membenci Ken ketika Ken menolak Marsya menjadi kekasihnya. Ketika itu Ken memang sedang ada hubungan dengan Thania makanya Marsya langsung ditolak oleh Ken.
Setelah Marsya ditolak mati-matian oleh Ken, Marsya juga mendekati Mike. Sebab Marsya memang sudah menyukai Mike dari lama. Sebenarnya dia menyukai Mike bukan Ken, tapi mamanya memaksanya untuk mendekati Ken. Karena Ken menolaknya makanya mamanya langsung menyetujui Marsya mendekati Mike.
Mike sama dengan Ken, sama-sama menolak Marsya. Sebab Marsya memang lebih kecil dari mereka. Lagian Mike memang tidak menyukai sosok Marsya, dia saat itu sedang menyukai Anggika. Sampai sekarang Marsya
__ADS_1
masih mengejar Mike meskipun Mike saat ini sedang dekat dengan Galu.
Karena Ken dan Mike menolak Marsya, membuat Mawar semakin memberontak untuk membenci Ken. Mawar merasa Ken yang membuat Mike tidak menyukai Marsya.
Tidak lama mereka sampai di mansion, mereka langsung turun dan jalan masuk. Sampai di depan pintu masuk pembantu langsung membuka pintu setelah mendengar bunyi bel.
“Silakan masuk tuan dan nyonya” ucap pembantu “semua orang sudah menunggu di ruang keluarga” lanjut pembantu.
“Iya, terimakasih ya mbak” ucap Dea dengan sopan.
“Sama-sama non” jawab pembantu sambil menutup pintu kembali.
Mereka langsung jalan menuju ruang keluarga. Disana sudah ada aku, Ken, Mike, dan tuan Jaya. Kita sedang berbincang-bincang mengenai penyakit aku.
“Assalamualaikum” ucap Vino dan Dea.
“Waalaikumsalam” jawab semua orang sambil melihat mereka.
“Silakan duduk” ucap Ken.
Mereka langsung duduk, tapi Mawar dan Marsya langsung melihat pada aku yang duduk di sebelah Ken.
“Siapa pula perempuan itu, apa istri Ken. Tapi masa saya tidak tahu kalau Ken menikah” kata Mawar dalam hatinya.
“Siapa gadis cantik dan lembut itu, apa pacara abang Ken atau abang Mike?” gumam Marsya juga dalam hatinya.
“Nona, bagaimana keadaan kamu?” tanya Dea.
“Sudah lebih baik mbak, mbak bagaimana juga? Sudah lama ya kita gak ketemu” ucap aku.
“Iya, sudah lama. Mbak alhamdulillah sehat” jawab Dea.
“Nona... siapa dia?” lanjut Mawar dalam hatinya.
“Kak Dea juga sudah kenal, siapa dia sih!” ucap Marsya juga dalam hatinya yang sudah bete.
“Tante, kenalin ini Laili. Ly, kenalin ini tante Mawar mamanya Vino dan mertuanya Dea. Disebelahnya Marsya, adiknya Vino. Dia lebih kecil dari kamu berapa tahun. Sekarang dia sedang kuliah semester enam kalau tidak salah” Ken memperkenalkan.
__ADS_1
“Salam tante, Marsya..” ucap aku sambil mengatupkan kedua tangan ku dan tersenyum.
Mawar dan Marsya hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.