
Dave datang ke perusahaan Ken sendirian “De, Ken ada?”.
“Ada, silakan masuk saja. Tapi...”
“Tapi apa?” Dave melihat raut wajah Dea yang bete.
“Monster dingin dan kejam sudah kembali lagi. Jadi pesan gue lo hati-hati kalau ketemu dia” pesan Dea.
“Maksud lo?” Dave tidak paham.
Datang Mike “maksudnya sahabat kita kembali seperti dulu sifatnya. Makanya kita disuruh hati-hati sama Dea. Ayo masuk, nanti si monster mengaum lagi”.
“Kalian ada-ada saja” ucap Dave.
Dea kembali melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Mike dan Dave masuk ruangan Ken.
“Silakan duduk” ucap Ken melihat mereka masuk.
Ken jalan duduk di sofa di depan mereka “ada apa lo ingin bicara sama gue?” tanya Ken yang matanya fokus pada file yang dia pegang.
Sedangkan Dave dan Mike hanya berdiri, sebab ruangan Ken memang sedang berantakan. Karena banyak kertas yang berserakan disana. Mereka juga merapikan kertas yang berada di jangkauan mereka. Mike dan Dave membaca kertas-kertas yang berserakan itu.
“Ini bukannya file kerja sama tempat wisata Laili?” tanya Dave.
“Iya..” jawab Mike acuh.
“Kenapa kalian hanya berdiri, duduk!” Ken melihat Mike dan Dave yang sedang bisik-bisik.
Dave dan Mike langsung duduk “Ken, ada apa dengan ini?” tanya Dave.
“Gue rencana akan membuka tempat wisata ini minggu besok” jawab Ken.
“Apa?” jawab Mike dan Dave dengan serentak.
“Ada masalah?” Ken yang heran dengan reaksi mereka.
“Bukannya lo mau bukanya setelah Laili sembuh, makanya kuda dari investor luar negeri lo batalkan datang” kata Mike.
“Awalnya iya, tapi sekarang apa. Laili sendiri kabur dan lebih baik gue buka sekarang. Setelah itu gue gak ada hubungan lagi sama dia, kan lo yang akan mengurusnya lagi” ucap Ken pada Dave.
“Lo kenapa sih?” tanya Dave bingung.
“Iya, bukannya lo senang. Ternyata wanita yang lo cintai selama ini adalah orang yang lo cari dan orang yang telah membantu orang tua lo” sambung Mike lagi.
“Gue senang, tapi kenyataan apa. Banyak rahasia yang dia sembunyikan selama ini. Dia juga tahu kalau gue mencari dia selama ini. Tapi kenapa dia malah pergi meninggalkan gue” Ken kesal.
__ADS_1
“Dia kabur karena dia merasa lo minta pertanggung jawabnya atas meninggal mommy lo. Bukan karena membenci lo, apalagi menyembunyikan semua ini. Mungkin memang pilihan dia untuk menyembunyikannya dari lo” ucap Dave menjelaskannya.
“Lo jangan membela dia karena dia sahabat istri lo” Ken tidak percaya pada Dave.
“Untuk apa gue membela dia. Bukannya lo yang menyuruh gue untuk membantu lo mencari dia. Lo ini kenapa sih!” Dave juga ikut kesal pada Ken.
“Lo yang kenapa, apa yang sudah dia katakan setelah lo ketemu dia. Dia menyalahkan gue kan?” lanjut Ken.
“Lo jangan berfikiran negatif dulu bisa gak. Mike gue malas ah, lo urus saja bos lo ini” Dave berdiri.
“Tidak bisa begitu dong Dave” ucap Mike.
“Pergi sana, tinggalkan gue..” kesal Ken yang sudah memuncak.
“Oke. Maksud gue datang baik tadinya, gue mau memberi kabar soal Laili. Tapi ternyata reaksi lo kek gini, baiklah, terserah lo” Dave emosi dan pergi.
“Dave...” panggil Mike.
“Mike, lo gak usah mencegah dia. Biarkan saja dia pergi...” Ken melarang Mike.
Dave berhenti sebelum keluar “Ken, seharusnya lo yang bertanggung jawab dengan penyakit Laili. Kalau bukan karena lo, penyakit lama Laili tidak akan kambuh separah ini” Dave ingin mengatakan yang sebenarnya.
“Dave...” Mike mencegah Dave untuk tidak mengatakan yang sebenarnya mengenai kecelakaan aku di Paris.
“Sudahlah Mike, jangan menyembunyikan lagi. Semakin banyak kita sembunyikan semakin dia tidak percaya sama kita. Semua orang saat ini salah dimatanya karena keegoisan dia” Dave menunjuk Ken.
“Tapi kita sudah janji Dave, lo tahu Ken seperti apa” Mike masih menenangkan mereka.
Dave tersenyum “terus.. terus sembunyikan”.
“Dave...” Ken langsung memukul Dave sampai Dave jatuh.
Dave berdiri “lo kenapa, seharusnya lo sadar. Semua yang terjadi sama Laili karena lo, kalau bukan karena mantan lo yang menyuruh Endi menabrak Laili. Laili tidak akan sakit parah seperti ini” Dave mendorong Ken.
“Dave...” Mike masih berusaha menahan Dave untuk tidak mengatakannya, tapi Dave telah mengatakan semuanya.
Datang Dea dengan Beni dan Eka “aa...” teriak Dea saat melihat Dave mendorong Ken.
Dave mau melawan Ken langsung ditahan oleh Mike dan Beni. Mike langsung memegang Ken sedangkan Beni langsung memegang Dave.
“Apa-apaan ini” ucap Eka.
“Kalian kenapa, Mike, ada apa?” lanjut Beni.
“Dea, lo kembali saja ke meja lo” kata Eka pada Dea.
__ADS_1
Dea langsung keluar, kemudian yang lain langsung duduk di sofa yang ada di ruangan.
“Ada apa ini, apa karena ini lo menyuruh kita datang kesini” Eka melihat Dave.
“Maksud gue baik tadinya, tapi gak tahu reaksi sahabat lo itu seperti. Semua orang disalahkan, tapi dia tidak tahu semua ini terjadi karena dia” Dave masih kesal.
“Terus maksud kecalakaan Laili karena mantan Ken itu apa? Apa karena Thania?” tanya Beni.
Dave diam, Mike juga ikut diam “kenapa lo diam. Itu Beni bertanya?” ucap Eka.
“Iya. Sebenarnya gue cepat kembali dari honeymoon karena sudah menemukan siapa yang menabrak Laili. Tapi sampai disini Laili malah menghilang. Makanya gue dan Mike menyembunyikan semua ini sampai Laili ditemukan. Tapi masalahnya bukan itu” ucap Dave.
“Maksudnya?” ucap Beni.
“Kalian tahu sifat bos kita ini kalau sudah putus cinta. Sifat monsternya pasti kembali, semua orang pasti salah dimatanya. Gue hanya bertanya baik-baik, tapi responnya itu yang bikin gue kesal” kata Dave.
“Iya, gue minta maaf. Tapi gue mau tanya, apa benar ini karena Endi yang disuruh Thania untuk menabrak Laili ketika kita di Paris?” Ken minta maaf.
“Iya. Tapi awalnya gue belum mau membahas ini. Gue mengundang semua orang disini karena Laili. Gue sudah ketemu dengannya, sekarang Jihan sedang menemaninya” lanjut Dave.
“Sudahlah, sekarang kita harus fokus satu-satu dulu. Ken, apa emosi lo bisa dikontrol. Kita sahabatan sudah lama, kita tahu sifat lo. Kita tahu apa yang lo rasakan saat ini. Semua yang kita lakukan semuanya untuk lo” ucap Eka.
“Baiklah..” ucap Ken.
“Sekarang Dave, katakanlah apa yang mau lo katakan?” perintah Eka.
“Saran gue, lebih baik Ken yang bicara dan mengajak Laili kembali. Dia sudah tahu semuanya, sebab kita sudah jelaskan beberapa padanya” ucap Dave.
“Emang dimana dia sekarang?” tanya Beni.
“Dia di kontrakannya” jawab Mike.
“Biarkan saja dia disana, kalau dia mau kembali dia pasti akan menghubungi gue untuk dijemput” ucap Ken.
“Kenapa?” tanya Eka.
“Gue tahu dia keras kepala dan tidak mau di atur. Dia sudah lama ingin keluar dari mansion, tapi karena gue terus paksa dia untuk tinggal makanya dia tetap tinggal. Itu kesempatannya pergi dari gue” penjelasan Ken.
“Pengobatannya bagaimana?” tanya Beni.
“Mike, lo bicarakan sama dokter Agus untuk datang kesana. Lo juga Ben, perintahkan anak buah lo kemarin untuk menjaganya disana” perintah Ken.
“Lo yakin Laili setuju?” tanya Dave.
“Menurut lo, lo tahu kan Laili bagaimana. Gue juga yakin, pasti Jihan susah juga membujuk Laili untuk mau ketemu sama kalian” Ken.
__ADS_1
“Iya juga sih, tapi setidaknya lo usaha juga donk” gumam Dave.