
Orang tua James berusaha untuk bicara sama Jonathan tapi tetap tidak di dengarkannya. Jonathan memang sudah tergila-gila sama Shiren. Menurutnya semakin hari Shiren semakin menggodanya. Dia tidak ingin meninggalkannya, apapun yang terjadi.
Orang tua James datang ke mansionnya “James, akhirnya kamu pulang. Duduk, ada yang mau mommy dan daddy bicarakan” kata mommy nya.
James duduk di hadapan mereka “ada apa lagi mom, dad?”.
“Apa kamu tidak akan memaafkan Jo sama istri kamu?” mommy bicara.
“Nggak, gak akan pernah. Oya mom, dad, kembali saja. Jangan fikirkan lagi Jo, lagian perusahaan daddy disini kan sudah daddy berikan sama dia. Biarkan dia mengurusnya dan menjalani hidupnya bersama Shiren. Lebih bagusnya dinikahkan” kata James.
“James..” daddy marah.
“Apalagi dad, sudah cukup daddy sama mommy memanjakan bocah tengik itu. Itu sudah menjadi pilihannya, mungkin itu juga karma untuk dia. Sebab kelakuan dia selama ini tidak pernah menghargai orang apalagi wanita” James kesal.
“Tapi James...” ucap mommy.
“Tapi apalagi, semua sudah jelas. Nggak ada yang bisa diperbaiki lagi. Saya mau istirahat, daddy sama mommy silakan pulang” James meninggalkan orang tuanya.
“James...” panggil orang tuanya.
James sudah tidak pedulia dengan apa yang terjadi dengan keluarganya. Sebab dari kecil hidupnya memang sudah jauh dari orang tua. Mereka membiarkannya hidup dengan kakek dan neneknya yang miskin di Amerika. Sedangkan mereka tinggal di Perancis bersama Jonathan.
James sudah terbiasa hidup sendiri, dia sudah kehilangan kasih sayang orang tua maupun keluarga. Kehidupan yang dia jalani dari kecil sendiri di Amerika mengajarkannya begitu pahitnya kehidupan. Sehingga dia menjadi seorang pemabuk, pecandu, sexboy akut, dan menjadi pemimpin mafia terkenal di benua Amerika.
Sebenarnya James memiliki hati nurani yang sangat baik. Dia bukannya kasar sama perempuan tapi dia hanya membenci perempuan. Bertambah lagi dengan berkali-kali dia kecewain oleh perempuan.
“Haa...” teriak James setelah masuk kamarnya.
Setelah dia sudah mulai tenang, dia memerintahkan anak buahnya untuk membuang semua barang-barang Shiren dan Jonathan yang ada di mansionnnya. Dia juga meminta anak buahnya untuk mendekor ulang mansionnya.
Hanya waktu sehari semuanya harus selesai. Berapapun biaya tidak dia fikirkan, dia harus menghilangkan kenangan pahit yang ada di mansion. Selama mansionnya di renovasi, James langsung pergi ke markas rahasianya.
Cio sudah mendapatkan data mengenai Marsya, dia langsung memberitahu James. James sedang latihan di markas “sudah cukup kamu latihannya” kata Cio.
James langsung berhenti “apa kamu sudah dapatkan?”.
Cio mengangkat notebook nya “sudah dong”.
James minum dan duduk di sofa yang ada di ruang latihan. Cio juga menghampiri James dan duduk di sebelahnya. James langsung mengambil notebook dan mulai membacanya.
“Johnson?” James melihat Cio.
“Iya, keluarga Johnson yang paling terkenal di benua Asia” jawab Cio.
__ADS_1
James langsung teringat dengan Ken “apa hubungannya dengan Keanu Johnson?”.
“Kamu kenal Keanu Johnson?” Cio tanya balik.
“Iya, dulu kita rekan bisnis. Sekarang bisnisnya sudah diserahkan pada sepupunya”.
“Wanita itu sepupu Keanu Johnson, ayah wanita itu adik kakak dengan ayah Mr. Ken. Tapi karena salah paham keluarga mereka berantakan” cerita Cio.
“Berantakan?”
“Iya. Mama wanita itu tidak terima suaminya meninggal dalam urusan kerjaan di perusahaan daddy Mr. Ken. Ada rahasia besar yang masih disembunyikan oleh keluarga Mr. Ken dan kakak wanita itu mengenai kematian ayahnya”.
“Apa?”
“Waktu itu mereka kecelakaan maut saat melakukan perjalanan bisnis yang membuat dua orang mati. Orang itu adalah ayah dari wanita itu dan ayah dari kakak iparnya. Ternyata kecelakaan itu adalah karena rekan bisnis keluarga Johnson yaitu selingkuhan dari mama wanita itu”.
“Apa? Selingkuh?” James kaget.
“Iya. Mama wanita itu selingkuh dengan rekan bisnis suamianya yang ternyata musuh keluarga Johnson. Sehingga perusahaan mereka gulung tikar karena kebodohan mamanya”.
“Apa Marsya tahu soal itu?”
“Tidak, tidak ada satupun yang menceritakan padanya. Sebab semua orang tahu kalau dia anak kesayangan mamanya”.
“Iya. Mamanya selalu memaksanya untuk menjadi apa yang dia mau. Tapi dia tidak mau melakukannya. Sekarang mamanya hanya pura-pura tidak tahu mengenai Marsya yang selalu dibilang pelacur oleh semua orang. Ternyata Marsya punya kerja sampingan dulu yaitu menemani anak orang kaya atau om-om ke pesta termasuk menemani tidur meskipun mereka tidak melakukan apa-apa”.
James mengangguk “apa ada lagi yang mau kamu katakan lagi?”.
“Keluarga Johnson sama kakak wanita itu sampai sekarang tidak tahu kalau mamanya masih selingkuh dengan rekan kerja suaminya itu. Mamanya terpaksa menjadi simpanan sebab kekurangan uang. Karena dia sudah terbiasa hidup mewah dari dulu”.
“Berarti yang menjalani perusahaan Ken disini adalah kakak Marsya?” ucap James.
“Bisa jadi” jawab Cio.
James langung menutup notebook “apa Albert sudah menemui kamu?”.
“Sudah. Saya sudah memberikan apa yang dia minta” jawab Cio.
“Terimakasih..” James langsung pergi meninggalkan Cio.
***
Alberto sudah mendapatkan apa yang dia mau, dia langsung pergi menemui Thania di villa. Thania yang sudah kesepian langsung berlari keluar villa mendengar suara mobil.
__ADS_1
“Sayang...” Thania langsung berhenti ketika dia tahu yang datang adalah Alberto.
Alberto keluar dari mobil dengan senyuman, lalu menemui Thania dan langsung memeluknya.
“Kamu kemana saja?” tanya Thania kesal.
“Maaf sayang, saya ada kerjaan dari James yang harus saya selesaikan. Sebab kita akan pergi ke Indonesia seperti yang kamu inginkan” jawab Thania.
“Beneran?” Thania senang.
“Iya. Kapan kamu ingin berangkat?” ucap Alberto sambil jalan masuk.
“Kapan saja”
“Oke. Beberapa hari lagi” jawab Alberto.
“Makasih sayang” Thania mencium Alberto.
“Sama-sama. Apa saja kegiatan kamu 3 minggu ini?” mereka duduk.
“Di rumah saja, bete sekali. Sebab gak ada seorangpun yang datang kesini ataupun yang mau pinjamkan saya mobil. Hanya pembantu saja yang selalu datang masakin saya” Thania bete.
Memang benar Thania di kurung oleh Alberto di villa. Sebab dia tidak mau nanti dia tahu apa yang dia kerjakan diluar. Apalagi dia sering keluar dengan Marsya, pasti akan membawa suatu masalah untuknya. Makanya dia menugaskan anak buahnya untuk memantau Thania dari jauh.
“Jangan ngambek deh sayang, maaf ya” ucap Alberto sambil mengeluarkan set perhiasan berlian dari dalam paper bag.
“Apa ini sayang?” tanya Thania.
“Buka saja”
Thania langsung membukanya dan kaget melihat berlian yang diinginkan selama ini ada dihadapannya.
“Makasih sayang” Thania langsung mencium Alberto sampai mereka main sebentar.
Ketika nafsu Alberto sudah naik Thania langsung melepaskannya “kok berhenti sayang, tanggung nih?” tanya Alberto.
“Maaf sayang, masih ada pembantu” bisik Thania sambil melirik pembantu yang sedang masak di dapur.
“Kamu ya..” Alberto langsung berlari kekamar untuk menuntakannya.
“Maaf sayang...” teriak Thania.
“Maaf Albert, saya tidak ingin melakukannya lagi sama kamu. Aku hanya ingin melakukan sama James. Hanya dia yang bisa menikmati tubuh saya mulai dari sekarang”kata Thania dalam hati.
__ADS_1
Thania masih belum tahu kalau waktu itu adalah terakhir kalinya James mendekatinya. Dia juga tidak tahu kalau Alberto akan membawanya jauh dari sana.