
Hari ini aku sudah mulai melakukan pengobatan. Banyak dokter dan perawat yang datang ke mansion sesuai permintaan Ken. Aku masih ditangani oleh dokter Anggika sebelum dokter Agus kembali dari luar negeri.
“Bagaimana Nggi?” tanya Ken.
“Gue sudah periksa semua kesehatannya, untuk saat ini tidak ada yang serius. Nona juga tidak perlu tidur terus disini. Sebelum papi gue kembali nona akan gue pantau terus. Nona harus minum obat dengan tepat waktu” penjelasan Anggika.
“Baiklah terimakasih. Kapan om kembali?”
“Seminggu lagi”
“Karena sudah tidak ada lagi gue harus kembali ke rumah sakit. Disini juga sudah ada dokter jaga sama beberapa perawat. Kalau gitu permisi” Anggika pamit tanpa melihat pada aku.
“Terimakasih dok..” ucap aku dengan senyuman.
“Terimakasih” ucap Ken.
Anggika langsung membalas ucapan Ken dengan senyuman. Berbeda dengan ucapan aku yang langsung diabaikannya. Mike melihat respon Anggika tidak jauh dari mereka.
“Masih cemburu dan ada hati” kata Mike dalam hati.
“Mike, gue keluar sebentar. Lo tunggu infus Laili sampai habis, setelah itu lo boleh kembali ke perusahaan” perintah Ken.
Mike tidak menanggapinya, dia melamun “Mike...” teriak Ken.
“Iya...” Mike kaget.
“Lo kenapa?”
“Tidak ada apa-apa”
“Lo lihat Laili...” Ken langsung pergi.
Setelah Ken pergi Mike mendekat pada aku. Dia duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
“Mike...” panggil aku.
“Iya, kenapa Ly?”
“Kamu kenapa?”
“Tidak apa-apa, emang ada masalah?”
“Barusan Ken panggil kamu, tapi kamu hanya melamun. Apa yang kamu fiirkan?”
“Tidak ada kok”
“Kamu jangan bohong, aku lihat tatapan kamu itu. Kamu memikirkan mengenai dokter Anggika tadi kan?”
“Iya, dia masih sama. Mengharapkan apa yang tidak akan pernah bisa digapainya. Terlalu egois dan mementingkan diri sendiri, makanya sekarang ditinggalkan oleh semua orang”.
“Maksudnya?” aku tidak paham dengan perkataan Mike.
__ADS_1
Mike melihat infus aku sudah habis “tidak apa-apa. Infus lo sudah mau habis, biar gue panggil perawat dulu” Mike keluar kamar.
Tidak lama perawat datang dan melepaskan selang infus aku. Kemudian Mike menemani aku jalan menuju ruang tengah. Kemudian Mike langsung pamit pada aku untuk pergi ke kantor.
***
Dave dan Jihan sudah sampai di Paris, mereka juga sudah berada di hotel. Setelah istirahat sebentar, mereka langsung siap-siap akan pergi mencari makan.
“Kamu gak kerja?” tanya Jihan.
“Nggak, emang kenapa?”
“Bukannya kamu sudah diperintahkan Ken untuk bekerja juga disini, mencari siapa yang menabrak Laili waktu itu”.
“Oh itu, nanti saja” jawab Dave cuek.
“Kok nanti?”
“Kita harus nikmati waktu honeymoon kita sayang” Dave memeluk Jihan.
“Apaan sih, kita tidak bisa hanya bersenang-senang disini. Kita ada tugas yang harus kita jalankan juga disini” Jihan bete pada Dave yang acuh dengan perintah Ken.
Dave langsung melepaskan pelukannya “sayang, gak usah khawatir. Sini aku jelaskan sebentar” Dave membawa Jihan duduk.
“Apa?”
“Sebenarnya aku sudah tahu siapa orang yang menabrak Laili dari awal”
“Tenang dulu. Dengarkan, orang yang menabrak Laili itu adalah anak buah aku sendiri. Tapi ketika kita mengetahui dia yang melakukannya dia kabur. Tapi aku sudah mentugaskan anak buah aku untuk mencari dia”.
“Lalu?”
“Dia sudah ada bersama anak buah aku dari beberapa hari yang lalu. Sekarang mereka sedang berada di markas yang baru kita beli disini waktu itu”.
“Kalau gitu ayo kita kesana, kita harus membawa orang itu menemui Ken. Sebab dia Laili jadi sakit” Jihan berdiri.
“Duduk dulu. Dengar ya, dia melakukan itu semua bukan atas kemauannya sendiri. Dia pasti disuruh oleh orang lain melakukannya, jadi aku harus mencari tahu dulu siapa orang yang telah menyuruhnya itu”.
“Pantasan kamu santai saja dari kemarin, sebab kamu sudah tahu orangnya”.
“Bukan itu. Rencana aku, aku akan membawanya menemui Ken setelah aku mengetahui siapa dalangnya. Makanya aku setuju untuk berangkat honeymoon kesini. Lagian waktu yang diberikan Ken sangat sedikit, sebab anak buah disini tidak cukup relasi untuk membantu mereka”.
“Kamu harus tenang, sebab yang jadi lawan Ken itu bukan orang sembarangan. Ditambah lagi orang yang disayanginya disakitinya sampai seperti itu. Makanya Ken memberikan pengawal seperti itu untuk Laili” lanjut Dave.
“Maaf ya, aku sudah marah-marah tadi?” Jihan minta maaf.
“Tidak apa-apa, aku tahu kamu khawatir dengan Laili. Tapi lebih takut lagi Ken, kalau dia kehilangan Laili, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya nanti”.
“Aku akan membantu kamu” Jihan langsung memeluk Dave.
***
__ADS_1
Mike datang ke mansion “siang oma”.
“Siang, kok tumben pulang jam segini?” tanya oma yang sedang memberskan sisa makan siang.
“Mau ketemu Ken sama Laili, oma. Mereka dimana?”
“Mereka sedang berada di belakang”
“Makasih oma” Mike jalan pergi.
“Nggak makan siang dulu?” teriak oma.
“Sudah di jalan tadi oma” teriak Mike yang sudah jalan menuju taman samping rumah.
“Bos...” panggil Mike setelah sampai.
Ken dan aku melihat Mike “ada apa Mike?” tanya Ken.
“Gue mau bicara sama bos dan nona mengenai proyek tempat wisata kita”.
Ken langsung memberi kode pada perawat dan pembantu yang ada disekeliling mereka untuk pergi. Kemudian kita bicara di gazebo yang ada disana.
“Ada masalah Mike?” tanya aku.
“Tidak ada Ly. Gue hanya ingin menyampaikan kalau pembangunan sudah selesai. Kita tinggal mengisi keperluan yang ada disana dan mas Angga bertanya kapan kita akan melakukan pembukaannya” ucap Mike.
Aku langsung melihat Ken “bagaimana?”
“Tunda saja dulu sampai kamu sembuh” ucap Ken.
“Mana boleh begitu, kasihan sama pekerja yang sudah direkrut lama. Nanti kelamaan, aku juga belum tahu kapan sembuhnya” aku tidak terima keputusan Ken.
“Kita juga tidak bisa membukanya selagi kamu sakit. Kamu harus fokus dengan pengobatan kamu. Lagian berapa hari lagi dokter Agus akan kembali”.
“Begini saja, isi saja dulu semua keperluan yang dibutuhkan dalam tempat wisata keseluruhannya. Kalau bisa memungkinkan aku sembuh cepat kita langsung buka tapi kalau tidak juga nanti kita fikirkan lagi” saran aku.
“Oke. Mike, lo dengar kan apa yang dikatakan Laili?” Ken bertanya.
“Iya bos” jawab Mike.
“Kamu sudah dapat informasi dari Dave, apa dia sudah memberikan informasi pada lo?” Ken bertanya mengenai Dave.
“Katanya dia akan menyelidiki semuanya dengan jelas. Jika dia sudah tahu siapa dalangnya, dia akan membawa orang itu untuk menemui lo disini” Mike.
“Apa kamu tetap memberikan mereka pekerjaan selama mereka honeymoon?” tanya aku.
Ken dan Mike kaget mendengar aku bertanya. Mereka lupa kalau aku tidak mengetahui rencana awal mereka mengirim Dave dan Jihan honeymoon di Paris.
“Nggak, kan yang bertugas mencari orang itu adalah anak buah Dave. Makanya aku bertanya mengenai Dave” Ken berusaha mengalihkannya.
“Kamu yakin?” aku masih tidak percaya.
__ADS_1
Ken melihat Mike “iya Ly, apa yang dikatakan Ken benar” Mike langsung menanggapinya.