MY DREAM

MY DREAM
91


__ADS_3

James sudah meletakan Thania di kloset, ketika James mau keluar langsung ditahan sama Thania.


“Kenapa?” James.


“Kamu yakin tidak menuntaskan itu” ucap Thania.


“Apaan sih, kalau kamu mau pipis silakan gak usah fikirkan” tolak Thania.


“Kamu memang aneh tahu, sini... kita juga belum pernah coba disini” James menarik Thania.


Sekali lagi mereka melakukan disana sampai puas dan langsung mandi bersama. Selesai mandi mereka keluar kamar mandi dan Thania membantu James mengganti bajunya.


“Kamu gak lapar?” tanya James.


“Iya, sedikit” ucap Thania manja.


“Ayo kita sarapan dulu. Nanti apa yang mau kamu katakan silakan katakan sambil makan” ucap James.


“Ayo..” Thania langsung bergelayut manja di tangan James.


Thania memang selalu memakai pakaian seksi jika bersama James. Sedikit berbeda kalau bersama Alberto. Thania merasa benar-benar sudah jatuh cinta sama James dengan melihat perubahannya dari semalam.


Sebenarnya James tidak pernah kasar sama Thania tapi dia hanya cuek. Sebab dia masih memikirkan istrinya di rumah. Tapi semalam ketika dia tahu semuanya mengenai istrinya, membuat dia berubah sama Thania. Apalagi dia melakukannya untuk terakhir kalinya.


Sampai di meja makan James melamun “sayang...” ucap Thania.


“Iya..” James melihat Thania.


“Apa yang kamu fikirkan, sini mau makan apa?” kata Thania.


“Seperti biasa saja. Saya memikirkan apa yang kita lakukan semalam. Kamu ingat gak, kalau semalam saya tidak memakai pengaman loh” ucap James.


Thania langsung batuk-batuk setelah minum “apa..” Thania melihat James.


“Iya, sumpah saya tidak pakai pengaman seperti biasanya. Sebab pengamannya tinggal di mobil saya yang sama Alberto. Kamu juga gak kan?” kata James.


Thania menggeleng “nggak.. biasanya kan kamu yang selalu ingat pakai. Makanya saya cabut semuanya”.


“Bagaimana kalau kamu hamil nantinya?” James sedikit khawatir.


“Nggak mungkin, ayo kita sarapan lagi” Thania berusaha mengelak, sebenarnya dia sangat senang kalau punya anak dari James.


Selesai makan mereka duduk di ruang tamu “apa yang mau kamu katakan?” tanya James.

__ADS_1


“Kamu gak kerja, kalau sibuk kapan-kapan saja saya katakan” ucap Thania.


“Nggak, lagi malas pergi kerja hari ini. Mungkin saya telat datang, Katakan saja?”


“Oke. Ini saya mau bilang mau pulang ke Indonesia, tapi kamu izinkan saya pergi dengan Alberto ya” kata Thania dengan manjanya.


“Iya, nanti biar Alberto yang mengurusnya. Tapi bulan depan ya, sebab Alberto sedang mengurus beberapa pekerjaan dulu” ucap James.


James pura-pura setuju sebab dia sudah berencana sama Alberto. Dia akan membawa Thania ke tempat lain sesuai permintaan Alberto.


“Thania, ada yang saya katakan. Ini untuk kamu, mungkin beberapa hari kedepan saya jarang datang sebab saya akan keluar negeri bersama istri saya. Kamu bisa menggunakan semua ini sebelum kamu pulang ke Indonesia” James memberika kartu kredit pribadinya.


Thania kaget “beneran ini?”.


“Iya, kamu pakai saja” James tersenyum.


James melihat jam ditangannya “kalau gitu saya pamit kerja dulu. Sampai ketemu lagi” James mencium bibir Thania dan main sedikit. Kemudian dia langsung mencium kening Thania dengan sangat lama sambil meneteskan air mata.


Lalu James langsung pergi dan mengambil kunci mobil di atas meja. Thania merasa pipinya basah sebab ada air menetes. Tapi dia tidak curiga sama James, dia melihat James yang pergi.


Di jalan James mengirim pesan pada Alberto “saya sudah selesai dengan Thania. Kamu harus secepatnya menepati janji kamu pada saya. Saya tunggu kamu di perusahaan” isi pesan dari James.


***


Ken menghubungi Mike, Mike sekarang sedang berada di perusahaan “Assalamualaikum bos, apa


“Waalaikumsalam, alhamdulillah sehat. Lo dimana?”


“Gue di perusahaan, kenapa?”


“Laili bagaimana keadaannya?”


“Sudah lebih baik, kemarin dia masih menanyain lo. Kenapa lo tidak ada menghubunginya sih?”.


“Gue gak mau rencana gue batal, lo sudah persiapkankan?”


“Sudah, gue gak bisa persiapkan sendiri. Terpaksa gue minta bantuan Dave sama Jihan. Gue juga minta tolong sama Beni dan Eka, termasuk adik gue yang terusan menagih janji lo padanya”.


“Iya ya, adik lo itu memang bawel bangat, gak sabaran. Okelah gak masalah tapi harus lancar dan tidak diketahui oleh Laili. Mengenai persiapan pembukaan tempat wisata bagaimana?”.


“Dave, Jihan, Tejo, mbak Luna, dan mas Andra akan mempersiapkannya. Pokoknya harus datang tepat waktu tahu”.


“Iya ya. Oya lo bisa minta bilang sama Vino untuk mengirim mamanya dan Marsya ke Amerika secepatnya. Biar mereka bisa merasakan bagaimana hidup disini”.

__ADS_1


“Oke, gue laksanakan bos”.


“Gue rasa Thania tidak akan kembali ke Indonesia. Sebab James sendiri yang membuat dia tidak bisa kesana. Gue hanya mengatakan itu”.


“Syukur deh. Berarti lo sama datangnya dengan Galu dan Frans sama istrinya kesini?”.


“Iya sehari menjelang pembukaan kita sudah sampai disana. Oya mengenai kuda sudah dijalan sama beberapa bodygurth kita”.


“Oke.. ada lagi yang mau lo katakan?”.


“Tidak ada. Gue harus mempersiapkan kepulangan Galu dan kedatangan dua orang singa itu. Assalamualaikum..” Ken langsung menutup panggilan.


Ketika Ken selesai telvonan, masuk Galu “permisi bos”.


“Masuk Galu”


“Bos, saya mau laporkan kalau Mr. Frans sudah menerima email kita dan akan berangkat sama dengan kita”.


“Oke, lo siap-siap saja. Oya beberapa hari lagi lo ke bandara jemput tante Mawar dan Marsya. Kemudian turunkan mereka di hotel biasa, nanti kalau sudah datang Vino dan Dea. Biar mereka menjemputnya disana”.


“Baik bos, ada lagi bos?”.


“Tidak ada, kamu boleh keluar”.


***


James pulang ke mansion seperti biasa, sampai di mansioan dia melihat Shiren sedang duduk di ruang keluarga bersama Jonathan.


“Sudah pulang kak?” ucap Jonathan.


“Sudah, kamu gak kerja?” James duduk di sebelah Shiren.


“Sudah pulang kak. Semalam kita fikir kakak yang pulang ternyata Alberto yang datang mengambil file. Apa kakak sesibuk gitu sehingga tidak bisa pulang?” ucap Jonathan.


“Iya, saya sangat sibuk makanya saya tidak bisa pulang. Oya beberapa hari ini saya tidak pulang sebab saya akan keluar negeri. Jo, jaga kakak ipar kamu ya dan ingat selalu waspada” pesan James yang penuh makna.


“Kamu mau kemana?” tanya Shiren.


“Saya harus mengurus beberapa pekerjaan. Saya harap setelah saya kembali kamu bisa mengubah keputusan kamu untuk punya anak dari saya” kata James dengan tegas.


“Iya, akan saya fikirkan. Kamu sudah makan malam?” Shiren bertanya tanpa ada masalahnya.


“Saya sudah makan malam diluar, saya mau ke kamar dulu” James langsung jalan pergi.

__ADS_1


Shiren dan Jonathan sangat senang, sebab James akan pergi untuk beberapa hari. Jadi mereka akan bebas melakukan apa yang mereka inginkan nantinya.


“Setelah saya kembali, lihat saja apa yang saya lakukan sama kalian berdua. Khususnnya sama kamu Jo, adik kesayangan saya” gumam James dalam hati sambil jalan.


__ADS_2