MY DREAM

MY DREAM
93


__ADS_3

Aku sudah tidak memakai tongkat, Mike, Jihan, dan Dave ingin bicara sama aku. Jadi mereka sudah ada di ruang tamu menunggu aku datang.


Aku datang dan langsung duduk “maaf ya sudah menunggu lama”.


“Tidak apa-apa Ly, kita paham kok” ucap Jihan.


“Apa yang mau kalian bicarakan?” tanya aku.


“Kamu saja yang bilang” Dave melihat Jihan.


“Begini Ly, mengenai pembukaan tempat wisata kamu di kampung. Kan sudah lama kita mengundurkan hari pembukaannya karena lo sakit. Jadi sesuai rencana Ken, kita akan melakukan pembukaan tepat di hari ulang tahun lo, minggu besok” ucap Jihan.


“Kenapa harus hari itu, bukannya Ken belum kembali” ucap aku.


“Ini sudah jadi rencana Ken Ly, sebelum dia pergi ini sudah jadi keputusannya. Makanya dia melakukan pengobatan ekstra untuk kamu agar sembuh” kata Jihan.


“Iya Ly, jangan tolak ya. Sebab semua rencana sudah selesai, hanya menunggu kamu setuju atau nggaknya. Kalau kamu tidak setuju ya terpaksa kita undur lagi” kata Mike.


“Ya gak gitu juga sih, aku senang pembukaannya tepat di hari ulang tahun ku. Tapi aku ingin Ken juga hadir disana”.


“Ken akan hadir kok Ly, tapi dia harus menyelesaikan pekerjaannya dulu. Dia sekarang sedang berusaha untuk cepat selesai, masa kamu ragu lagi” kata Dave.


“Baiklah, kalau sudah menjadi keputusan semua orang aku setuju. Lagian aku sudah kangen kampung aku dan juga keponakan aku” ucap aku.


“Besok kita ke rumah sakit cek keadaan kamu, kalau sudah lebih baik lagi esokan paginya kita langsung berangkat ke kampung” kata Jihan.


“Iya, kamu temanin kan?” aku melihat Jihan.


“Iya dong” jawab Jihan.


“Besok kamu berangkat sama Jihan dan Dave ya, gue mau ke perusahaan ada meeting. Lagian Maisy juga mau pulang ke rumah menemui orang tua gue. Sebab dia akan menamani lo balik kampung katanya” ucap Dave.


“Oke, tidak apa-apa” jawab aku.


Pagi harinya aku sudah berangkat ke rumah sakit untuk memperiksa keadaan aku saat ini. Sebab besok pagi aku akan berangkat ke kampung aku. Setelah aku dinyatakan sudah tidak ada masalah lagi dan diizinkan untuk balik kampung.


Tapi aku harus tetap meminum obat yang sudah disiapkan. Sekali dalam tiga hari aku harus mengontrol kaki aku meskipun aku di kampung.


Kita sudah jalan pulang “Han, kita mampir beli oleh-oleh untuk orang-orang di rumah ya. Sama untuk Qori, Kayla, dan Adam” kataku didalam mobil.


“Oke..” ucap Jihan.


***


Aku sudah siap untuk pulang kampung, tapi aku masih menunggu Mike yang masih di perusahaan. Datang oma membawa rantang makanan untuk aku “ini dibawa nanti ya Ly”.


“Apa ini oma?” tanya ku.


“Ini makanan untuk kamu, kamu makan ya kalau sudah sampai atau menjelang minum obat”.

__ADS_1


“Iya oma, oma ikut saja yuk!” ajak aku.


“Nggak bisa Ly, oma harus menjaga rumah ini. Sebab oma sudah dapat pesan dari tuan dan nyonya besar untuk tidak meninggalkan rumah” kata oma.


“Sebentar doang kok oma, setelah acara selesai aku kembali kesini lagi kok. Sebab dokter Agus belum menyatakan kalau aku sembuh total oma” kataku.


“Oma juga gak bisa jalan jauh Ly, oma di rumah saja ya” Oma masih menolaknya.


“Ya sudah deh kalau oma tidak bisa, gak apa-apa kok” aku langsung memeluk oma.


Datang Maisy “kak Mike belum datang juga kak?”.


“Belum tuh, lama kali” jawab aku.


“Sabar kak, kita berangkat juga pakai pesawat pribadi kok. Pasti kakak sudah gak sabar ingin cepat pulang kan” ucap Maisy.


“Iya Ci, sudah hampir satu tahun kakak disini dan belum kembali meskipun sebentar. Kakak juga kangen sama semua orang. Keponakan kakak, terutama makan orang tua kakak” kataku.


“Sebentar lagi akan ketemu kok” Maisy berusaha menenangkan aku.


Ketika kita sedang melow datang Mike “sudah siap?”.


“Kenapa lama sih kak?” ucap Maisy.


“Kakak kena macet, ayo, semua barang sudah masuk mobil kan?” tanya Mike.


“Sudah Mike, semua sudah dibawa pemabntu tadi kedepan, ayo oma antar” ucap oma.


Sampai di bandara Dave dan Jihan sudah menunggu kita. Tidak hanya Dave sama Jihan tapi juga ada Dea, Vino, Eka, Beni, dan Anggika.


“Mike mereka semua ikut?” tanya aku.


“Iya, semua atas perintah bos” jawab Mike.


“Oh... ya sudah” kataku sambil duduk di kursi rodak.


Aku tidak dibiarkan oleh Mike jalan kaki menuju pesawat sebab dokter pun tidak mengizinkan aku jalan terlalu lama dan jauh. Makanya Mike sendiri yang mendorong kursi roda aku menuju pesawat.


***


Galu datang ke rumah Ken dengan membawa semua permintaannya bersama Danu yang membantu membawa masuk.


“Ini semua?” tanya Ken.


“Iya bos, ini seperangkat perhiasan yang bos minta itu?” Galu memberikan pada Ken.


Ken mengambilnya “Makasih ya”.


“Sama-sama bos” jawab Galu.

__ADS_1


“Kalian duduk saja dulu, bagaimana kata dua wanita singa itu?” tanya Ken.


“Marsya kelihatan senang bos tapi mamanya tidak sebab berpisah dengan Marsya. Katanya di Indonesia dia tidak pernah berbisa” cerita Galu.


“Mereka memang tidak pernah berpisah Galu, makanya sifat mereka hampir sama. Berarti masalah mereka sudah selesai kan?” tanya Ken.


“Sudah bos” jawab Galu.


“Laili sama semua orang sudah berangkat ke kampung. Berarti Danu secepatnya urus kepulangan kita. Hubungi Mike dan bilang sama dia, setelah mengantar mereka langsung jemput kita kesini” perintah Ken.


“Baik bos” jawab Danu.


“Danu ikut gue sebentar. Galu lo bereskan semua ini dan masukan kedalam koper. Minta bantuan sama pembantu dan kalau sudah selesai kamu boleh pulang” kata Ken pada Galu.


“Siap bos” jawab Galu.


Ken dan Danu sedang berada di ruang kerja Ken “bagaimana dengan Thania?” tanya Ken.


“Beberapa hari ini James sedang menghilang bos, sepertinya dia sedang mengurus masalah dengan keluarganya. Kalau masalah dengan Thania sudah beres, James tidak pernah menemuinya lagi. Begitu juga dengan Alberto, sebab Alberto diberi tugas berat oleh James” kata Danu.


“Biarkan saja masalah mereka, lo kirim email pada James dan bilang kalau kita akan kembali ke Indonesia” perintah Ken.


“Baik bos” jawab Danu.


Ketika mereka bicara terdengar suara orang mengetuk pintu “masuk..”.


Ternyata Galu “maaf bos mengganggu”.


“Ada apa?”


“Diluar ada Mr. Frans ingin ketemu sama bos” kata Galu.


“Oke..”


Galu langsung pamit duluan lalu disusul oleh Danu dan Ken. Danu langsung keluar menemui beberapa anak buah sedangkan Gale dan Ken jalan menuju ruang tamu.


“Mr. Frans, ini tuan Ken” kata Galu.


“Makasih, kamu bisa kembali” kata Ken.


“Frans, apa kabar?” Ken mengulurkan tangannya.


“Kabar baik, kamu?”


“Seperti yang dilihat. Oya, what happen?” tanya Ken.


“Silaturahmi saja, sebab saya baru saja sampai disini. Saya mau menanyakan jam berapa berangkatnya sebab istri saya masih belum mempersiapkan semuanya” kata Frans.


“Nggak usah terburu-buru, sebab kita pakai pesawat pribadi kok. Kalau besok pesawatnya sampai, lusanya kita langsung berangkat” kata Ken.

__ADS_1


Kemudian mereka langsung cerita mengenai pekerjaan sampai tidak tahu waktu. Lalu Frans pamit pada Ken dan pulang ke aparteman mereka.


__ADS_2