MY DREAM

MY DREAM
122


__ADS_3

Ken dan Mike jalan pulang “Mike, nanti ketika aku sama Laili pergi honeymoon Galu akan tinggal di mansion membantu Resi menjaga Cici” ucap Ken.


“Baik bos. Berarti gue harus kembali ke rumah dong” ucap Mike.


“Ya gak lah, nanti siapa yang akan memegang Cici kalau dia tidak bisa dikendalikan ha”.


“Kan ada perawat cowok”.


“Pokoknya kamu tetap di mansion, kamu harus membantu mereka” keputusan Ken.


“Nanti apa kata orang kalau gue disana Galu juga disana”.


“Masa bodoh dengan pemikiran orang, atau lo sendiri yang ingin”.


“Jaga omongan lo Ken, gak ada terniat tahu” Mike kesal.


“Terus kenapa lo pusing mikir omongan orang. Di mansion kan gak lo saja, ada oma, pembantu, bodygurth, dan Resi juga ada. Gue dulu lama juga serumah dengan Laili, liburan dulu kita juga satu hotel tapi beda kamar. Gue bisa kok mengontrol diri, pasti lo gak bisa kan?” ejek Ken.


“Omongan lo Ken sudah seperti Beni menyakitkan. Kenapa lo gak minta tolong Eka saja, dia kan lebih mudah mengendalikan Cici” Mike bete.


“Gue fikir emang gitu dulu, lo gak lihat sudah tiga hari kita disini. Tapi dia gak pernah datang ke mansion melihat Cici. Gue tahu berat hati Eka melakukan semua itu, kalau bukan karena paksaan kita dan orang tua Cici yang bermohon dia tidak akan mau” Ken sedikit kesal.


“Gue rasa juga begitu, setiap gue ngajak dia datang ke mansion ada saja kerjaannya. Dia masih saja menjaga hatinya” ucap Mike.


“Maksud lo?”.


“Dia tahu kalau penyembuhan Cici itu lebih cepat yaitu dengan menikahinya. Lo tahu kan sampai saat ini Eka masih menjaga hatinya untuk mantannya” jawab Mike.


Ken kaget “apa! Dia masih memikirkan Wulan?”.


Mike mengangkat bahunya “bodohnya Eka, katanya pintar dan bisa mengambil keputusan. Setelah Wulan memanfaatkannya masih saja berharap. Apa dia tidak tahu kalau Wulan pernah kasar pada bundanya?” Ken melihat Mike.


“Eka gak bodoh kali Ken, dia tahu semuanya. Tapi sepertinya Wulan itu sama dengan Thania dan putri. Berbagai cara dia lakukan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan” kata Mike.


“Iya juga sih. Gue ada cara, bisa gak lo temui bunda sama Cici. Setahu gue bunda bisa mengajarkan Cici tentang doa-doa gitu” rencana Ken.


“Ken, lo jangan mengada-ngada. Apa lo emang ingin menjodohkan mereka?” Mike membaca pemikiran Ken.


“Nggak lah, gue saja gak suka di jodohkan apalagi dia. Gue teringat saja, kalau mereka jodoh ya itu urusan nanti. Kemarin paman bilang kalau Cici akan tenang jika dibacakan ayat suci al-quran atau cerita sejarah islam gitu. Makanya gue ingat bunda, bukan karena Eka”.


“Gue gak percaya?” Mike tidak percaya.


“Terserah lo. Gue juga gak akan memaksa Eka tahu, terserah dia mau mencintai siapa. Dia lebih paham dari pada kita, apalagi masalah itu” Ken melihat ke depan.


Tidak lama mereka sampai mansion dan Laili sudah menunggu di depan pintu. Setelah mobil datang, dia langsung masuk duduk di sebelah Ken.

__ADS_1


“Nggak apa-apa nih Mike mengantar kita?” tanya aku.


“Iya gak apa-apa kok, Ly” ucap Mike.


“Setelah kita melakukan fitting aku dan Mike akan langsung pergi meeting. Nanti kamu pulang sama Jihan dan Dave  ya, gak apa-apa kan sayang?” tanya Ken.


“Gak apa-apa kok, Bi” jawab aku.


“Oya sayang, Galu mau menginap di mansion menemani Resi” ucap Ken.


“Resi juga akan datang, Jumat dia datang diantar Dio. Sebab mereka masih ada ujian pagi, siangnya berangkat kesini” ucap ku.


“Syukur deh, kita gak terlalu banyak fikiran nanti”


Ken.


“Emang kalian mau honeymoon kemana?” tanya Mike.


“Kalau aku terserah Ken saja, Mike” jawab aku.


“Kita ke LA ya sayang?” Ken melihat aku.


“Pasti ada kerjaan disana?” selidik aku.


“Nggak sayang, Frans dan Angel yang memberi hadiah honeymoon kesana. Mereka tidak bisa datang, jadi kita suruh kesana ketemu mereka. Kamu berfikiran negatif saja” ucap Ken.


“Setelah dari LA kita baru umroh dan setelah itu kita ke Singapura” ucap Ken.


“Ngapain ke Singapura?” tanya ku.


“Aku tahu sayang, kamu ingin kesana sebab teman kamu ada disana kan? Sudah janji ketemu disana kalau kamu sudah maried” tebak Ken.


“Kamu tahu saja, Bi, makasih ya” aku langsung memeluk Ken dan menciumnya.


“Aghm...aghm...” ucap Mike.


“Eh maaf Mike, kirain hanya kita berdua” ledek aku.


Ken tertawa “maaf ya Mike?”.


“Kalian bikin iri tahu” ucap Mike.


Aku dan Ken langsung tertawa, lalu kita melepaskan pelukan.


***

__ADS_1


James pulang kerja langsung masuk kamar, dia langsung melempar undangan sama Marsya “apa ini?” tanya Marsya.


“Undangan pernikahan Ken” jawab James sambil membuka bajunya.


Marsya melihatnya sekilas dan kelihatan nama sama foto akad aku dan Ken di cover depan undangan. Lalu Marsya meletakan diatas nakas disebelahnya.


“Kok diletakan lagi, gak mau datang. Pernikahan sepupu kamu loh?” ucap James.


“Biarin saja, lagian dia kan sudah bukan keluarga saya. Seperti yang kamu bilang setiap hari, terserah dia mau nikah ataupun tidak” Marsya memungut baju James dan masuk ke ruang ganti.


“Munafik..” ucap James.


Sampai di kamar ganti Marsya meneteskan air mata “selamat bang, maafin aku bang. Terbukti apa yang mas katakan kalau aku akan membuat keluarga malu. Aku doakan yang terbaik untuk abang” kata hati Marsya.


Marsya mendengar James masuk ruang ganti, dia langsung ke kamar mandi menyiapkan air mandi Ken. Memang semenjak ancaman terakhir James, Marsya melayani James seperti pelayan. Sebelum diminta James, Marsya harus siap melakukan sebelum James marah.


Pagi harinya Marsya ke kampus diantar oleh sopir dan dijaga beberapa bodygurth. Setelah itu jika dia ingin shopping, dia langsung pergi. Sore harinya dia harus sudah ada di rumah dengan pakaian sudah rapi menunggu James pulang.


Kalau James pulang cepat mereka makan malam bersama. Jika tidak pulang cepat berarti Marsya harus makan malam duluan.


Sampai di rumah Marsya harus membukakan baju James dan menyiapkan baju ganti sama air mandinya. Malam harinya mereka pasti melakukan hubungan suami istri sampai James puas.


Kalau sampai Marsya menolak melakukannya, hukuman sudah menunggunya. James sudah memindahkan tempat hukuman Marsya di mansion di salah satu kamar di mansion. Sebab Marsya memang sering membangkang tidak seperti dulu melakukannya dengan Ikhlas.


***


Qasya menemui daddynya “kenapa dad?”.


Daddynya memberikan undangan “ini undangan pernikah Ken”.


Qasya mengambilnya dan membacanya “kamu pergi ya bersama William. Kalian boleh pergi tapi hanya ke Jakarta bukan ke tempat keluarga William” tegas daddy.


“Kenapa dad, kan bisa sekalian?” Qasya melihat daddynya.


“Tidak boleh ya tidak boleh, kalian boleh pergi. Anak buah daddy akan selalu ngikutin kalian” ucap daddy.


“Baiklah terserah daddy” Qasya langsung keluar kamar dan langsung ke kamarnya.


William melihat Qasya masuk dan murung “kenapa?”.


Qasya memberika undangan “Ini undangan pernikahan Ken dengan mantan pacar kamu itu. Mereka sepertinya sudah menikah beberapa hari yang lalu tapi resepsi dua hari lagi”.


“Terus kenapa?” William mengambil undangan.


“Daddy mengizinkan pergi tapi kita tidak bisa menemukan keluarga kamu. Sebenarnya perjanjian apa yang sudah kamu lakukan sama daddy dan Ken?” tanya Qasya.

__ADS_1


“Kamu gak usah tahu, kalau tidak boleh ya jangan dilakukan. Ayo tidur, besok kita harus bangun pagi kalau memang mau berangkat” William mengalihkan pembicaraan.


“Sampai kapan kamu tetap seperti ini sih”gumam Qasya sambil jalan ke tempat tidur.


__ADS_2