
Alberto dan Marsya sudah masuk club, memang semuanya terlihat sepi. Alberto bertanya pada salah satu anak buah James “bos dimana?”.
“Bos ada di kolam berenang belakan sedang berenang” jawabnya.
Lalu Alberto dan Marsya jalan menuju kolam berenang. Dari jauh sudah terlihat James yang sedang berenang.
“Itu bos saya” tunjuk Alberto.
Marsya langsung terkejut melihat pria bule yang penuh kumis. Tapi dia masih kelihatan gantengnya, apalagi melihat tubuh kekar dan badan kotak-kotak James. Semakin membuat Marsya tidak bisa mengalihkan pandangannya dari James.
“Sangat ganteng dan berkarisma, ini memang jauh berbeda dengan abang Ken dan bang Mike”gumam hati Marsya sambil memandingkannya dengan Ken dan Mike.
Jelas-jelas mereka berbeda, James memang bule asli. Sedangkan Ken dan Mike hanya campuran. Tapi mereka berdua memiliki karisma berbeda dari James.
James keluar dari dalam kolam berenang, dia langsung menggapai jubah mandinya. Kemudian dia langung minum Anggur yang sudah ada disana. Alberto dan Marsya menghampiri james.
“Bos..” ucap Alberto.
James langsung mengalihkan penglihatannya “iya..”.
“Bos, kenalkan ini Marya. Marsya kenalkan ini bos saya James seperti yang sudah saya ceritakan” Alberto memperkenalkannya.
Marsya langsung mengulurkan tangannya “Marsya..”.
James membalasnya “James..”.
Jame langsung melihat Marsya dari atas sampai bawah. Memang terlihat berbeda dari perempuan yang biasa dia temukan. James langsung bernafsu melihat senyuman dan penampilan Marsya yang lebih seksi dari Thania.
“Lumayan juga, kenapa saya langsung tegang gini”gumam James dalam hatinya.
“Bisa tunggu di depan, saya mau ganti baju dulu” ucap James.
“Baik bos” Alberto langsung mengajak Marsya ke depan.
Sampai di depan Alberto mendapatkan telvon dari James “tunggu sebentar ya” kata Alberto.
“Iya..”
Alberto menjauh “iya bos..”
“Kamu sudah berhasil menemukan pengganti Thania. Sekarang kamu saya bebaskan, hanya dengan waktu tiga minggu kamau sudah mendapatkannya. Temui Cio di kantor, dia akan memberikan apa yang kamu pinta. Ingat jangan sampai Thania balik ke Indonesia. Setelah ini tinggalkan gadis itu disana, kamu boleh pergi secepatnya” kata James.
“Baik bos” Alberto langsung mematikan panggilannya.
Lalu Alberto manghampiri Marsya “Sya, saya harus pergi sebab ada pekerjaan yang mau saya kerjakan”.
“Lalu saya?”
“Kamu gak usah khawatir, kenalan dulu sama bos James. Coba dekati dia, dia baru bercerai dari istrinya loh” ucap Alberto.
__ADS_1
“Beneran? Tidak apa-apa?” Marsya senang.
“Iya. Kamu harus pandai-pandai” pesan Alberto.
“Oke..”
Alberto langsung pergi meninggalkan Marsya “Maafin saya marsya, tapi saya memang harus melakukannya” kata hati Alberto setelah pergi sambil melihat Marsya.
Tidak lama setelah Alberto pergi datang anak buah James menghampirinya “nona, nona di tunggu bos didalam”.
“Saya?”
“Iya, mari ikut saya” anak buahnya membawa menemui James di ruangan privatenya.
Anak buah itu langsung menyuruh Marsya duduk di sofa disana “silakan duduk nona. Sebentar lagi bos keluar kok” katanya.
“Iya..” jawab Marsya.
Marsya melihat sekeliling, dia sangat kagum dengan tempat itu. Tempat yang sudah lama dia impikan untuk datang ketika dia mendapatkan kebebasan. Akhirnya dia mendapatkan juga, makanya dia senyum-senyum.
Datang James dengan membawa sebotol anggur dan dua gela “suka tempat ini?”.
Marsya kaget “Ha..”.
“Saya tanya, apakah kamu suka tempat ini?” James meletakan apa yang dibawanya diatas meja dan duduk disebelah Marsya.
“Suka.. suka bangat”.
Marsya semakin terkejut “apapun?”
“Iya, apapun?” James menatap Marsya.
“Oke, saya setuju” Marsya langung setuju.
“Tapi ada syaratnya?” kata James sinis.
“Apa?”
“Kamu harus siap melayani saya kapanpun saya minta. Kamu harus jadi pathner *** saya sampai saya bosan. Saya akan memenuhi semua permintaan kamu, apapun keinginan kamu” kata James.
Marsya kaget “apa?”.
“Iya, mau atau tidak?”
“Apa yang harus gue jawab, sampai kapan gue akan menjaga keperawanan gue ini. Sedangkan di Indonesia nama gue juga sudah tersebar buruk. Lagian gue akan mendapatkan apapun yang gue impikan selama ini. Dia pun akan memenuhinya apa yang gue minta. Gue tinggal di luar negeri, tidak aan masalah dengan semua itu”kata hatinya yang masih bertanya-tanya.
“Bagaimana, kalau tidak mau ya sudah” ucap James.
“Oke saya mau” jawab Marsya.
__ADS_1
“Good jop, mulai besok kamu akan tinggal dengan saya. Kamu kuliah dimana, saya akan cari aparteman dekat sana”.
Lalu Marsya menjelaskan dimana dia tinggal dan kuliah dimana. Marsya juga menceritakan bagaimana kehidupannya yang selalu dikekang. Dia hanya butuh kebebasan makanya dia ingin melakukan semua itu.
James melakukan itu bukan karena dia ingin memperistri Marsya. Tapi dia hanya menjadikan Marsya pathen *** dan bisa melahirkan seorang anak untuknya. Dia tidak mau lagi terikat dengan namanya pernikahan.
James mengajarkan Marsya cara minum anggur “kamu akan diantar pulang oleh anak buah saya. Besok pagi pulang kamu kuliah anak buah saya akan menjemput kamu dan membawa kamu ke mansion saya. Paham cantik!” goda James.
Marsya hanya manggut-manggut sebab dia sudah mabuk. James sebenarnya sudah tidak tahan menahan nafsunya. Tapi dia berusaha menahannya sebab dia akan melakukan nantinya dengan kesadaran masing-masing.
Lalu Marsya langsung pinsan, James mendekatinya “kamu memang cantik. Kamu memiliki tubuh yang sangat menggoda. Tapi apa benar kamu masih perawan? Meskipun kamu tidak perawan saya tidak peduli. Dulu Thania juga tidak perawan ketemu dengan saya” gumam James.
Marsya mengigau “sampai kapan semua orang membenci saya. Saya akan membalas orang itu, apalagi keluarga saya sendiri”.
“Masalah apa yang terjadi sama kamu, sehingga kamu rela menjadi pathner *** saya” James membelai pipi Marsya.
Lalu datang Alberto mengetuk pintu “masuk...”.
“Bos memanggil saya?” tanya Alberto.
“Iya, kamu antar dia ke hotel atau tidak ke apartemannya” perintah James.
“Baik bos” jawab Alberto.
James langsung meninggalkan ruangan itu. Dia langsung menemui Cio di perusahaannya “Cio ada didalam?” tanyanya pada sekretaris.
“Ada tuan..” jawab sekretari.
James masuk ke ruangan Cio yang dulunya adalah ruangan Alberto. Semenjak dia mengetahui bahwa Alberto menusuknya dari belakang, dia langsung memecatnya dan menggantikannya dengan Cio.
“Ada apa kamu datang?” tanya Cio.
James duduk “Alberto sudah mendapatkan seorang wanita untuk menggantikan Thania jadi pathner *** saya”.
“Kamu yakin? Apa kamu tidak akan seperti yang sudah-sudah?” Cio tidak yakin sebab selama ini belum ada yang bisa menggantikan Thania.
“Saya yakin, dari awal kita ketemu saya sudah tidak bisa mengontrol nafsu saya”.
Cio kaget “wow.. siapa wanita itu? Wanita yang bisa meluluhkan sexboy yang sudah menjadi darah daging dalam hidup kamu”.
James memperlihatkan foto Marsya yang sempat dia ambil ketika dia pinsan “ini dia. Namanya Marsya, dia dari Indonesia kata Alberto. Dia baru pindah kesini 3 minggu yang lalu, dia kuliah di kampus X dan tinggal di aparteman dekat kampus. Kamu cari data wanita ini sampai yang paling kecil. Kemudian kamu siapkan hadiah untuk Alberto” perintah James.
“Oke, akan saya lakukan. Dari foto kamu benar, dia lebih seksi dan cantik dari pada Thania ataupun Shiren” kata Cio.
“Satu lagi, segera kamu urus surat cerai saya dengan Shiren. Lalu kirim sama dia, dia sekarang sedang berada di aparteman Jonathan”.
“Baik bos, laksanakan. Ada lagi?” tanya Cio.
“Segera kamu kerjakan, malam ini saya kembali ke mansion” James berdiri.
__ADS_1
“Siip..” Cio memberikan jempol pada James.