MY DREAM

MY DREAM
102


__ADS_3

Rencana James untuk bertemu dengan Marsya batal. Sebab Marsya kuliah sampai malam dan dia ada tugas luar bersama mahasiswa lainnya. Sudah seminggu berlalu dari rencana awalnya.


Marsya jalan keluar dari kampus, di depan gerbang kampus sudah ada mobil mewah yang terparkir. Lalu datang anak buah dari James menghampirinya yang sedang jalan menuju parkiran kampus.


“Nona Marsya” panggil anak buah itu.


“Iya saya, ada apa ya?” Marsya kaget tiba-tiba ada orang yang memanggilnya.


“Bisa ikut saya, sebab didalam tuan James sudah menunggu nona” katanya.


“James! Kok bisa dia kesini?” tanyanya.


Anak buah itu langsung menggeleng “tidak tahu nona, mari ikut saya” ajaknya.


Mereka jalan menuju mobil James yang beda lagi dari sebelumnya. Anak buah itu langsung membukanya dan menyuruh Marsya masuk. Marsya langsung masuk dan benar ada James didalamnya.


“Hai...” sapa James.


“Hai, kok bisa kesini?” Marsya bingung.


“Jemput kamu, besok libur kan?”


“Iya, mau kemana?”


“Liburan”


“Mobil saya bagaimana?”


“Mana kuncinya?” pinta James.


“Ini...” Marsya langsung memberikannya.


Kemudian James membuka kaca mobilnya dan menyuruh anak buahnya untuk membawa mobil Marsya.


“Jalan pak” James menyuruh sopir untuk menjalankan mobil.


“Kita memangnya mau kemana?” tanya Marsya setelah mobil jalan.


“Kamu ikut saja, kamu pasti suka” jawab James.


Sebelumnya James sudah berencana untuk mengajak Marsya liburan ke pantai. Sebab dari data yang dia dapat dari Cio kalau Marsya sangat suka pantai.


Ditengah perjalanan James menyuruh sopir untuk pindah dengan mobil anak buahnya yang tidak jauh mengikuti mereka. Lalu tinggal James dan Marsya di dalam mobilnya.


“Kenapa kamu menyuruh dia keluar?” tanya Marsya setelah mobil jalan.


“Karena saya ingin berduaan dengan kamu, kamu mau?”.


“Mau dong, tapi...”.


“Tapi apa! Jangan takut saya tidak akan melakukan apapun kalau kamu tidak mau. Sebab gak enak kalau melakukannya dengan orang yang tidak rela” jawab James.


“Apaan sih bukan gitu. Saya takut saja istri kamu marah sama saya dan saya di anggap sebagai simpanan kamu”.

__ADS_1


“Emang iya kan, tapi kamu gak usah khawatir. Saya tidak akan menelantarkan kamu. Kalau mengenai istri saya, saya sudah cerai dengannya, kamu jangan takut. Boleh minta tolong?”


“Apa?”


“Bukain dashboard nya dan ambil kotak didalam?”.


Marsya langsung membukakannya dan mengambil kotak “ini..”


“Buka..”


Marsya langsung membukanya, didalamnya terdapat kredit card unlimitide dan sebuah kalung berliang. Marsya kaget melihatnya, sebab dia tidak pernah melihat kalung sebagus gitu.


“Itu untuk kamu, kamu bisa memakai kartu kredit itu sesuka kamu. Pinnya adalah hari pertama kita ketemu dan ambil kalung itu” kata James.


Marsya benar-benar kaget “apa! Untuk saya?”


“Iya, sudah percaya belum?”


“Percaya kok, makasih ya” Marsya langsung bergelayut manja di lengan James.


“Bagus deh kalau kamu suka” kata James.


“Pakaian dong?” rengek Marsya.


James langsung menepikan mobilnya, dia langsung mengambil kalung dan memakaikan pada Marsya. Setelah James memakaikannya, Marsya langsung mengecup bibir James sebab dia sangat senang.


James langsung kaget melihat responnya Marsya “kamu akan jadi milik saya mulai dari sekarang” kata hati James.


James kembali menjalankan mobilnya, Marsya melihat James “senang bangat gue mendapatkan ini semua. Apa yang tidak pernah gue dapat selama ini. Gak apa-apa deh duda, tapi duda kaya lagi. Awas saja kalian yang sudah menghina saya” gumam hati Marsya.


Marsya melihat James “kenapa?”.


“Tunngu sebentar” James menutup mata Marsya.


Lalu James menuntun Marsya jalan ke tempat kejutan yang sudah disiapkan. James mengajak Marsya makan malam romantis di balkon kamar. Kamar juga sudah dihias sebagus mungkin oleh orang suruhannya.


Sampai di balkon James membuka tutup mata Marsya, dia sangat terkejut melihatnya. Sebab tempatnya sangat romantis dan pemandangan yang sangat indah.


“Cantik sekali..” kata Marsya melihat James.


“Kamu pasti lapar, ayo makan dulu” ajak James.


James menarik kursi untuk Marsya, kemudian mereka duduk. James melakukan Marsya seperti seorang putri, James juga sudah menuangkan anggur untuk minum mereka.


“Apa kamu sudah siap?” tanya James.


“Saya selalu siap” Marsya meminum anggur lagi.


James langsung menghentikannya “sudah cukup, ayo” James mengajak Marsya berdansa.


Lalu Marsya sudah tidak tahan dengan sentuhan sama belaian James. James memang sangat pandai memperlakukan wanita. Sebenarnya tidak hanya Marsya yang sudah terpengaruh oleh alkohol tapi James juga sudah tidak bisa menahan nafsunya.


“Apa kamu sudah siap?” tanya James lagi.

__ADS_1


“Sudah..” jawab Marsya.


James langsung menidurkan Marsya di tempat tidur, sehingga mereka sama-sama bersemangat untuk melakukannya. Sebelumnya James tidak lupa memakai pengaman dulu sebab dia belum mau punya anak secepat mungkin. Kemudian James memang terkejut, sebab Marsya memang masih perawan. Marsya meringis kesakitan, sebab dia baru pertama kali melakukannya.


Dari cara Marsya melakukannya dengan James, sepertinya dia bukan seperti orang baru pertama kali. Tapi dia seperti sudah sering melakukan, dia lebih profesional dari pada Thania yang sudah sering melakukannya.


Setelah permainan terakhir Marsya langsung terkapar sedangkan James memperbaiki tidurnya. James memandang Marsya yang lagi tidur karena kelelahan.


“Setelah ini saya tidak akan meninggalkan kamu, tapi jangan harap banyak dengan perasaan saya. Sebab perasaan saya sudah mati setelah saya di permainkan oleh dua wanita yang saya cintai” James mencium kening Marsya.


Pagi harinya James sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Marsya. Marsya sudah bangun dari tidurnya, lalu datang James membawa makanan.


“Morninga honey” ucap James.


“Morning,,” jawab Marsya.


“Ini minum susu dan makan sedikit dulu, kamu pasti kecapekan” ucap James.


James membantu Marsya untuk minum dan memakan makanan. Sebab Marsya masih dibalut selimut karena dia tidak memakai apapun.


Marsya bergerak sedikit “aw...” Marsya meringis.


“Kenapa?” James langsung meletakan makanan di tepi nakas.


“Sakit.. aw... sakit sekali. Saya mau kekamar mandi” ucap Marsya meneteskan air matanya.


“Maaf, sini saya bantu” James langsung menggendong Marsya ke kamar mandi.


James meletakan Marsya di bath mandi, kemudian dia langsung menghidupkan air panas. James membantu Marsya mandi sehingga james kembali terangsang lagi.


“Kamu kenapa?” tanya Marsya.


“Nggak apa-apa, kamu mandi sendiri saja. Nanti kita akan keliling pantai dan main disana” James berdiri.


Marsya tahu kalau James sedang menahan nafsunya “iya sayang..” ucap Marsya sambil terenyum


Ternyata setelah selesai Marsya mandi kamar sudah rapi. Marsya tidak tahu mau mengganti baju dengan apa. Dia masih duduk di tempat tidur, lalu masuk James membawa paper bag.


“Kenapa?” tanya James.


“Baju ganti saya gak ada” Marsya merungut.


“Ganti dengan ini” James memberikan paper bag.


“Makasih sayang” Marsya senang dan mencium James lalu masuk kamar mandi.


Marsya mengganti baju dan ternyata baju yang diberikan James adalah baju bikini yang sangat mahal. Meskipun didalam seksi tapi diluar masih tertutup dengan baju transparan panjang.


James sudah menunggu di atas kasur sambil main ponsel “ayo..” ajak Marsya.


“Kamu yakin sudah tidak sakit?” James melihat Marsya.


“Sedikit sih, tapi gak apa-apa. Selagi sama kamu, saya akan ikut” Marsya duduk sambil bergelayut manja di lengan James.

__ADS_1


James membelai rambut Marsya “kamu ya, ayo” mereka langsung berdiri.


“Apapun yang terjadi gue akan buat lo jatuh cinta sama gue. Meskipun perasaan lo sudah mati untuk perempuan. Gue akan berikan seorang anak buat lo”kata hati Marsya sambil jalan.


__ADS_2