
Setelah aku mengirim email kepada mas Angga dan mbak Luna. Aku memutuskan untuk pergi darimansion tersebut. Sebab aku takut jika benar dokter Agus yang dikatakan Ken adalah orang yang sama. Ken akan tahu bahwa orang yang dicarinya itu adalah aku.
Aku mengirim pesan sama Dika “Dika, bisa bantu mbak. Datang ke bank di alamat ini........... Jemput mbak, mbak mau ke yayasan. Nanti setelah kita ketemu mbak akan ceritakan sama kamu. Kita ketemu sekitar jam 11 siang, jangan hubungi mbak lagi ya. Langsung saja ke alamat yang mbak tuju tersebut, terimakasih”.
Setelah aku menerima balasan dari Dika, aku langsung menghapus pesan dan panggilan yang terdapat di ponsel tersebut. Aku juga tidak lupa mengambil kartu yang ada dalam ponsel.
Aku langsung mengganti baju dan menyimpan barang-barang penting kedalam tas. Aku langsung meninggalkan ponsel dan latop yang masih hidup.
Aku meninggalkan ponsel karena setahu aku Ken bisa melacak aku dari ponsel. Makanya aku tinggalkan ponsel aku disana. Aku turun dari kamar dan menemui oma yang sudah hampir selesai masak untuk makan siang.
“Oma?” panggil aku.
“Iya, mau kemana tuh?” tanya oma.
“Oma, aku izin ya mau ke bank. Sebab aku mau transfer uang untuk karyawan aku. Karena Jihan sekarang kan lagi honeymoon jadi dia tidak bisa membantu aku dulu. Makanya aku sendiri yang pergi oma” ucap aku.
“Apa sudah bilang sama Ken?”
“Sudah oma, tadi aku sudah bilang”.
“Kalau begitu pergi saja, pulang cepat ya” pesan oma.
Aku langsung salaman dan memeluk oma tidak seperti biasanya “kamu kenapa?” tanya oma yang kaget dengan reaksi aku.
“Tidak apa-apa oma, aku senang saja kalau sudah ketemu oma” jawab aku dengan penuh senyuman.
Aku langsung pergi keluar mansion, salah satu bodygurth menghampiri aku “mau kemana nona?”
“Antar aku ke bank, aku sudah izin sama oma dan Ken. Aku tidak ingin diikuti pengawal, aku hanya ingin berdua sama sopir saja” jawab aku.
“Baik nona” bodygurth itu langsung memanggil sopir dan menyiapkan mobil.
Setelah semua siap aku masuk mobil sambil memandang sekeliling mansion dan meneteskan air mata. Aku langsung jalan menuju tempat yang sudah aku bilang sama Dika untuk menjemput.
Tidak lama aku melihat ke belakang, memang benar tidak ada seorangpun bodygurth yang mengikuti aku. Karena jika tidak mengikuti aku, mereka akan langsung aku pecat sesuai dengan perjanjian aku dengan Ken dulu.
Beberapa menit kemudian aku sampai di bank. Aku turun dan langsung menuju bank, setelah sopir sudah masuk mobil kembali. Aku langsung keluar dari dalam bank dan mencari Dika yang sudah menunggu aku didalam mobil yayasan.
Aku sudah menonaktifkan CCTV bank, jadi kalau Ken meretas CCTV bank tersebut tidak akan pernah tahu aku pergi kemana. Aku sudah berada didalam mobil bersama Dika menuju yayasan.
“Sebenarnya kenapa mbak?” tanya Dika sambil menyetir mobil.
“Mbak kabur dari mansion Keanu Johnson” jawab aku sambil melihat kedepan.
Dika kaget “apa! Kabur?”
__ADS_1
“Biasa saja kali, nggak usah lebay” ucap aku.
“Bukan itu mbak, kenapa mbak harus kabur?”
Aku langsung meneritakan sama Dika apa yang sudah terjadi sampai aku dinyatakan sakit dan harus dirawat. Aku bukan menceritakan semuanya tapi hanya inti-intinya saja.
“Tapi mbak kan tahu kalau tante itu meninggal bukan karena mbak?” ucap Dika.
“Terus kenapa keluarganya masih mencari aku hingga saat ini. Sampai aku ditemukan dengan anaknya sendiri?”.
“Mungkin takdir mbak”
“Takdir... omong kosong. Apa mungkin William cerita pada Ken semuanya tentang aku?” gumam aku.
“William.. William mana lagi mbak?” tanya Dika.
“Ada deh, pokoknya kamu harus menyembunyikan mbak dari mereka”.
“Mbak, kita tidak bisa sembunyi dari mereka. Sebab mereka adalah investor terbesar di yayasan kita. Mereka investor nomor 2 dibawah mbak. Kalau mereka mencabut semuanya berarti kita akan bangkrut mbak” penjelasan Dika.
“Kok bisa?” aku benar-benar terkejut.
“Karena dulu kita dibawa naungan kampus mbak, jadi kampus memindahkan pada RS Anugrah”.
“Hubungannya dengan RS Anugrah apa?” aku melihat Dika.
“Oh iya. Pokoknya jangan bilang kalau aku ada di Yayasan” ucap aku bete.
***
Sudah dua puluh empat jam aku menghilang. Ken masih uring-uringan di mansion sebab semua bodygurth belum juga menemukan aku.
Dave dan Jihan sampai di bandara, mereka di jemput langsung oleh Mike. Semua itu atas perintah dari Ken sendiri.
“Kok lo yang jemput, ada apa?” tanya Dave.
“Lo dan Jihan ikut gue ke mansion Ken. Sedangkan anak buah lo membawa Endi ke markas. Belum saatnya kita membahas mengenai Endi sebab ada masalah yang serius saat ini” jawab Mike.
“Apa?” Dave kepo.
“Di mobil gue ceritain, ayo masuk” ajak Mike.
Jihan dan Dave sudah berada di mobil bersama Mike. Sedangkan anak buah yang lain menuju markas membawa Endi.
“Ada apa Mike?” tanya Dave.
__ADS_1
“Laili menghilang” ucap Mike.
“Apa!” Dave dan Jihan kaget.
“Kok bisa?” Jihan khawatir.
“Kita memang bodoh selama ini Dave. Ternyata wanita yang kita cari selama ini sudah ada di dekat kita” kata Mike.
“Maksud lo?” Dave tidak paham.
“Iya Laili, dialah orangnya. Wanita yang dicari Ken selama ini” ucap Mike.
“Wanita yang dicari, maksudnya apa?” Jihan tidak paham dengan perkataan Mike. Sedangkan Dave langsung paham dengan perkataan Mike.
“Kok bisa kita tidak tahu Mike?” tanya Dave.
“Itu yang masih jadi pertanyaan gue dan Ken dari kemarin. Sekarang Ken sudah uring-uringan di mansion sebab Laili sampai sekarang belum juga ketemu” Mike.
“Ada apa ini?” tanya Jihan.
“Sayang, kamu ingat gak cerita aku dulu mengenai Ken sedang mencari seorang wanita yang menjadi wasiat orang tuanya. Ya Laili adalah orangnya, kita baru tahu” kata Dave.
“Tunggu, kok bisa dan kenapa gue gak tahu” Jihan bingung.
“Begitulah Han. Lo saja yang sahabatnya tidak tahu, apalagi kita yang baru kenal” kata Mike.
Tidak lama semua sampai di mansion, Ken sedang berada di ruang kerja. Mereka langsung menuju ruang kerja Ken. Sampai disana ruang kerja sangat berantakan begitu juga dengan Ken.
“Bos, Dave sama Jihan datang” kata Mike.
Ken langsung melihat mereka “Han, apa lo tahu dimana Laili?” tanya Ken.
“Gue gak tahu. Sumpah gue gak tahu” jawab Jihan.
Kemudian Jihan melihat lukisan orang tua Ken dan dia langsung menghampirinya “bukannya ini Laili yang buat” kata Jihan.
Semua orang melihat Jihan “lo tahu Han?” tanya Ken.
“Gue sempat melihat sekilas dulu ketika Laili melukisnya. Figura ini juga gue yang milihnya, katanya buat hadiah seseorang. Tunggu, jadi ibu-ibu yang dibantu Laili itu orang tua lo Ken” ucap Jihan.
“Lo tahu Laili dulu membantu mommy gue?” Ken.
Jihan menggeleng “nggak, gue hanya tahu kalau Laili menjadi relawan dan membantu ibu-ibu yang sakit parah dan mendonorkan darahnya. Sumpah gue gak tahu orang itu orang tua lo”.
“Bagaimana ceritanya Laili bisa menghilang?” tanya Dave.
__ADS_1
Lalu mereka duduk di sofa yang ada disana. Mike dan Ken langsung menceritakan apa yang sudah terjadi sampai Laili menghilang.