MY DREAM

MY DREAM
82


__ADS_3

Mike sudah siap ingin pulang ke rumahnya, dia menghampiri Ken yang sedang berada di ruang kerjanya. Semenjak pergi dari ruang makan tadi, dia belum ada keluar.


Setelah mengetuk pintu Mike langsung masuk “sampai kapan lo akan melarikan diri seperti ini?” ucap Mike sambil masuk.


“Maksud lo apa?” Ken sibuk dengan kerjaannya.


“Hari ini hari libur bro, lebih baik lo ajak Laili jalan-jalan kemana kek. Gak kasihan lo sama dia yang hampir satu bulan di mansion lo saja” kata Mike.


Ken melihat Mike “lo mau kemana?”.


“Gue mau pulang makanya gue kesini, gue pamit ya” ucap Mike.


“Nanti malam lo kembali kesini kan?”


“Gue usahain, sebab lo tahu kan kalau gue sudah ketemu dengan adik gue”.


“Yayaya paham, sana pulang. Nanti gue juga kena semprot sama adik lo yang bawel itu” usir Ken.


“Gue pamit. Ingat lo harus segera hubungi Qasya dan memberi keputusan” pesan Mike sebelum pergi.


“Iya bawel, lo pergi sana” ucap Ken.


Mike langsung keluar dari ruang kerja, dia langsung jalan ke dapur menemui oma yang sedang beres-beres.


“Oma..” panggil Ken.


“Iya Mike, kenapa?” oma melihat Mike.


“Oma, Mike pamit pulang ke rumah. Sebab papa nyuruh pulang, adik baru kembali” kata Mike.


“Iya ya oma paham, hati-hati ya” pesan oma.


Mike salaman dengan oma “iya oma” Mike keluar dari dapur.


Ketika keluar dari dapur, aku melihat Mike yang jalan mau arah pintu keluar “pergi sekarang, Mike?” teriakku.


Mike melihat kearah aku, aku yang di dorong sama perawat dari ruang perawatan “eh Ly, iya Ly” jawab Mike.


“Nanti malam pulang lagi kesini?” tanya aku.


“Itu yang belum pasti Ly, gue pamit ya” Mike pamit.


“Baiklah hati-hati” pesan aku.


Mike langsung pergi “sus, antar aku ke kamar ya” kata aku pada perawat.


“Baik nona” jawab perawat.


***


Aku sedang duduk diatas kursi roda di balkon kamar aku. Ken datang ke kamar aku dan melihat perawat yang sedang duduk di depan kamar aku. Disana sudah disediakan beberapa kursi dan sebuah meja untuk perawat yang harus standby jika aku membutuhkan mereka.


“Tuan...” ucap perawat.


“Laili di dalam?” tanya Ken.


“Iya tuan” jawab perawat.

__ADS_1


“Kamu bisa masuk dan beritahu nona kalau saya mau ketemu” Ken memerintahkan perawat duluan yang menemui aku.


“Baik tuan” perawat langsung jalan menuju pintu kamar aku.


Terlebih dahulu perawat mengetuk pintu baru masuk “ada apa?” kataku setelah melihat perawat masuk.


“Di luar ada tuan Ken, nona. Tuan mau ketemu sama nona” ucap perawat.


“Baiklah, suruh dia masuk” kataku.


“Permisi nona” perawat kembali keluar kamar dan menemui Ken yang berada diluar “tuan, silakan masuk”.


“Iya, makasih” Ken langsung masuk.


Ken melihat aku yang sedang duduk menghadap balkon sambil melihat keluar “bosan?” ucap Ken.


Aku melihat ke sumber suara “sedikit, kenapa?”.


“Keluar yuk jalan-jalan kalau bosan” ajak Ken.


“Kemana?”


“Kamu ingin kemana?”


“Ya mana aku tahu”.


“Sekarang kamu ingin pergi kemana. Aku akan siap menemani kamu pergi kemanapun” ucap Ken.


Aku heran dengan sikap Ken yang tiba-tiba mengajak aku jalan-jalan “ada yang aneh” gumam aku dalam hati.


“Kok diam, kamu ingin kemana?” Ken tanya lagi.


“Ayolah, kemana kamu ingin. Ke taman, mall, makan diluar, atau kemana pun” paksa Ken.


“Kok maksa sih, ada apa?” aku kembali melihat Ken.


“Nggak ada apa-apa, ayo, mumpung aku lagi libur nih” ucap Ken.


“Baiklah, kita ke yayasan” ucap aku.


“Oke.. aku tunggu di depan” Ken keluar kamar.


Sampai diluar Ken ketemu dengan perawat “kamu bantu nona siap-siap sana” perintah Ken pada perawat.


“Iya tuan” jawab perawat.


Setengah jam kemudian Ken sudah menunggu aku di ruang keluarga. Tidak lama aku keluar dari lift dengan aku pakai kursi roda yang di dorong perawat.


“Sudah siap?” tanya Ken pada ku.


“Sudah...” jawab ku.


“Kamu bisa istirahat sekarang, sebab sudah ada perawat yang akan menggantikan kamu pergi dengan kami” perintah Ken pada perawat.


“Iya tuan” jawab perawat.


Perawat pamit pergi dan Ken langsung mendorong aku keluar mansion. Di depan mansion sudah berdiri sebuah mobil super car yang sangat jarang di gunakan oleh Ken. Mobil ini biasanya digunakan oleh almarhum orang tuanya dan ketika menjemput aku dari bandara ketika dari Paris.

__ADS_1


Di depan mobil sudah berdiri seorang sopir dan seorang perawat yang akan membantu aku jika nanti ada kejadian yang tidak diduga terjadi sama aku. Semua keperluan aku pun sudah disiapkan di dalam mobil atas perintah Ken.


Di belakang mobil juga sudah ada dua mobil sedan dan beberapa bodygurth yang akan mengikuti kita. Aku langsung melihat Ken “tunggu...”.


“Ada apa?” tanya Ken.


“Mereka semua akan ikut?” tanya aku sambil menunjuk para bodygurth.


“Iya, mereka harus tetap standby” jawab Ken.


“Aku gak mau, kalau mereka semua ikut aku gak jadi pergi” aku ngambek.


“Mana boleh begitu ly, nanti kalau terjadi sesuatu sama kamu bagaimana?” ucap Ken.


“Kan ada kamu yang jagain aku. Pokoknya aku gak mau pergi kalau mereka pergi. Kamu boleh mengajak perawat dan sopir tapi kamu tidak boleh bawa mereka” kataku sambil menunjuk semua orang.


“Baiklah kalau begitu” karena tidak mau berdebat lama dengan aku, Ken terpaksa mengikuti apa yang aku inginkan.


“Kalian kembali ke tempat kalian lagi” perintah Ken pada semua bodygurth.


“Siap bos” jawab mereka serentak.


Kemudian aku langsung duduk di dalam mobil. Ken menggendong aku masuk mobil dan perawat menyimpan kursi roda di bagasi mobil. Satu jam kemudian kita sampai di yayasan dan langsung disambut oleh pengurus yayasan.


Ketika kita sedang keliling yayasan, ponsel Ken berdering “tunggu sebentar ya” Ken sedikit menjauh mengangkat panggilannya.


Ternyata yang menghubungi Ken adalah William. Dia ingin menanyakan mengenai permintaan Qasya yang mengharapkan dia untuk datang ke Malaysia. Setelah selesai Ken kembali menghampiri aku.


“Mau kemana lagi?” tanya Ken.


“Pulang saja, lagian udah sore. Dika juga gak kunjung kembali” jawab aku.


Ken langsung mendorong aku menuju pengurus yang lain untuk pamit pulang. Sampai di mobil Ken hanya diam sambil memikirkan perkataan William dan Mike. Aku heran melihat Ken yang banyak diam.


“Kamu kenapa, ada masalah?” tanya aku.


“Nggak ada apa-apa kok” Ken berusaha tersenyum.


“Jujur saja Ken, hari ini kamu memang aneh kok dari pagi sampai saat ini. Kamu yang pergi tanpa menghabiskan sarapan kamu dan tiba-tiba mengajak aku jalan-jalan. Selama ini kamu melarang aku untuk keluar mansion sampai perawatan aku selesai” ucap aku.


Ken memang tidak bisa menyembunyikan apapun dari aku tapi dia juga bingung untuk mengatakan pada ku.


“Sebenarnya dari semalam Mike sudah beritahu aku mengenai proyek aku sama Qasya di Paris” ucap ken.


“Kenapa? Ada masalah?” tanya aku.


“Tidak ada, tapi...” ken tidak bisa mengatakannya.


“Tapi kenapa?” kataku lagi.


“Aku harus ke Malaysia besok pagi, sebab minggu depan akan diadakan meeting bersama semua investor mengenai proyek tersebut dan tidak boleh diwakilkan”.


“Lalu, apa masalahnya?” tanya aku lagi.


“Masalahnya aku tidak bisa meninggalkan kamu disini sendiri, sebab aku sudah janji sama keluarga kamu untuk menjaga kamu sampai kamu dinyatakan sembuh” akhirnya Ken bisa juga mengatakan apa yang difikirkan.


“Kamu pergi saja, lagian aku sudah lebih baik kok. Disini tidak hanya aku sendiri, semua orang sudah kamu tugaskan untuk menjaga ku. Apalagi yang buat kamu bingung” kataku.

__ADS_1


“Iya sih, tapi aku pasti tidak akan fokus” Ken masih belum bisa meninggalkan aku sendiri.


“Pokoknya kamu harus pergi, aku gak mau karena aku pekerjaan kamu ada masalahnya nanti” kataku tegas.


__ADS_2