
Ken sudah seminggu lebih pergi tapi masih belum kembali. Minggu ini Ken sudah jarang menghubungi aku. Pengobatan yang aku lakukan sudah mulai di kurangi sebab aku sudah lebih membaik.
Sekarang aku tidak lagi memakai kursi roda tapi sudah memakai tongkat. Aku jalan menghampiri Mike yang sedang duduk dengan Maisy di ruang keluarga.
“Mike....” panggilku.
Mike dan Maisy melihat aku “iya, ada apa?” tanya Mike.
Aku duduk di depan mereka “sudah seminggu lebih kok Ken belum juga balik. Apa ada masalah dengan pekerjaannya?” tanya ku.
“Lo kangen ya, makanya cari dia” ledek Mike.
“Pasti dong kak, apalagi sudah di tinggal hampir dua minggu lagi” Maisy ikut meledeknya.
“Bukan gitu, sebab beberapa hari ini dia tidak ada memberi kabar. Katanya terakhir dia langsung ke Paris ngecek proyek disana. Setelah itu gak ada lagi dia menghubungi aku” kataku.
“Mungkin dia sibuk sekarang, tunggu saja dia pasti akan kembali kok” Mike berusaha menenangkannya.
“Iya juga sih, kamu bagaimana?” tanya ku.
“Ada tapi hanya sekali dalam sehari, itu pun hanya membahas kerjaan doang. Terus menanyakan keadaan lo itu saja. Mungkin karena sudah tahu lo sudah ada kemajuannya makanya dia tidak terlalu khawatir” kata Mike.
“Kak tenang saja, kak Ken gak bakalan selingkuh kok” ucap Maisy.
“Apaan sih Ci, apa hubungannya” ucap ku salah tingkah.
“Orang bodoh saja kak yang tidak tahu kalau kakak itu khawatir seperti sama pasangannya” lanjut Maisy.
“Apaan sih” aku jadi malu.
“Sudah dong Ci, jangan ledek Laili terus” Mike membela aku.
“Tahu ah...” aku berdiri dan jalan menuju lift ke kamar.
Setelah aku sudah masuk lift mereka berdua langsung menarik napas lega. Sebab apa yang mereka takutkan akhir-akhir ini kejadian juga.
“Kak, sampai kapan kita akan menyembunyikannya?” ucap Maisy.
“Pokoknya kamu harus bantu kakak untuk menutupinya sampai Ken kembali dan rencananya berjalan lancar, oke” kata Mike.
“Oke kak, tapi aku harus mendapatkan hadiah yang dikatakan kak Ken. Kalau tidak awas saja” Maisy juga ikut masuk kamarnya.
Sekarang Maisy tidak lagi tinggal di kamar aku, sebab Ken sudah menyuruh Maisy tinggal di salah satu kamar tamu di mansion. Lagian sekarang aku sudah bisa melakukan apapun sendiri.
Dokter jaga dan beberapa suster juga sudah aku kembalikan ke rumah sakit. Yang tinggal hanya dua orang perawat, lagian dokter Agus juga selalu datang mengontrol kondisi aku.
***
__ADS_1
James bangun dari tidurnya sebab kelelahan yang sudah mereka buat semalam. Sedangkan Thania masih nyenyak tidurnya di pelukan James.
“Terimakasih Thania kamu sudah menemani aku hampir beberapa tahun ini. Apa yang tidak aku dapatkan selama ini dengan istri aku sudah aku dapatkan dengan kamu” kata hati James.
Lalu terbayang James saat Ken yang tiba-tiba datang ke perusahaannya beberapa hari yang lalu.
#Flashback
“Tuan, ada tuan Keanu Johnson datang” ucap sekretaris James di kantor.
“Ken.. suruh masuk” ucap James.
Sekretaris keluar dan menyuruh Ken masuk bersama Danu. Mereka pun masuk dan saling berjabat tangan.
“Ken, tiba-tiba saja kamu datang. Asisten baru lagi?” tanya James karena melihat Danu.
“Nggak, anak buah aku. Kenalin Danu” ucap Ken.
Danu pun salaman dengan James “silakan duduk” ucap James.
Ken dan Danu duduk di sofa yang ada di ruangan itu “so, why?” tanya James.
“Sebenarnya saya gak mau bilang sama kamu, tapi saya fikir lebih baik saya katakan juga” kata Ken.
“Apa itu?” James bertanya-tanya.
“Why?”
“Karena saya mau fokus kerja di negara saya sendiri. Sebab calon istri saya tidak suka kalau saya sering bolak balik ke luar negeri” lanjut Ken.
“Its oke, saya percaya sama kamu. Tapi kamu thu kan saham akan turun jika kamu mengumumkannya”.
“Saya tahu, makanya tidak akan saya umumkan. Hanya pada kamu saya katakan langsung dari pada orang lain yang mengatakannya pada kamu, right?”.
“Its true”.
“Apa kamu tidak masalah kan?”
“No problem. Saya yakin orang yang menggantikan kamu juga bukan orang sembarangan”.
“Oke thanks. Ada lagi yang saya katakan ini mengenai masalah pribadi, gak apa-apa kan?”.
“Apa itu?”
“Kamu kenal Thania, seorang model internasional. Orang Indonesia yang sudah bekerja disini hampir 10 tahun?”.
James langsung kaget “yeah, saya kenal. Why?”.
__ADS_1
“Danu...” Ken meminta amplop yang sama Danu “ini, coba kamu lihat”.
“Apa ini?” James mengambilnya.
“Sebenarnya selama hampir 10 tahun saya pacaran dengannya. Saya menyerahkan 5% saham perusahaan saya padanya. Selama itu orang tua saya meninggal karena saya terusan membelanya. Ternyata selama itu juga dia mempermainkan saya dengan selingkuh sama seorang ketua mafia beristri disini” kata Ken.
James yang melihat fotonya bersama Thania langsung menjatuhkan amplop tersebut “Ken...”.
Ken langsung mengangkat tangannya “kamu gak usah menjelaskannya. Saya ucapkan terimakasih sebab bukan karena kamu saya tidak akan lepas darinya. Sekarang saya juga sudah mendapatkan calon istri yang lebih baik darinya”.
“Ken, saya minta maaf” James merasa bersalah sebab tipu muslihatnya dulu mendekati Thania sudah diketahui sejak lama oleh Ken.
Ken tersenyum “bro, kalau kita main api. Api tersebut akan bisa juga membakar kita nantinya”.
“Maksudnya?” James tidak paham.
“Saya tahu maksud kamu mendekati Thania dan sekarang pun kamu sudah mendapatkannya. Tapi ingat jangan terlalu lama mainnya sebab api tersebut akan bisa membakar semuanya nanti” kata Ken lagi.
“Ken, bicara serius. Maksud kamu apa?” James sedikit emosi.
“Calm down bro. Danu...” Ken meminta amplop lagi “ini...”.
James mengambilnya “apa lagi ini?”.
“Lihat saja..” Ken tersenyum.
James membuka amplop berisi foto-foto Thania bersama Alberto orang kepercayaannya sendiri. Disana juga terlihat tanggal dan waktunya mereka jalan bersama dengan jelas.
“Alberto...” gumam James.
“Iya, orang kepercayaan kamu dan tangan kanan kamu sendiri juga mempermainkan kamu. Tahu gak, mereka sudah nikah sirih. Sekarang kamu juga main dengan istri orang, tapi Alberto tahu kalau kamu juga bersama Thania” ucap Ken.
Kemudian James terus melihat semua foto sampai terlihat foto terakhir yaitu foto istrinya bersama laki-laki lain. Dia sangat terkejut dan shock melihat semua itu. Laki-laki yang bersama istrinya itu adalah adik kandungnya sendiri.
“Maafin saya James, saya bukan bermaksud untuk menghancurkan keluarga kamu ataupun menjelekkannya. Mereka bukannya tidak tahu kelakuan kamu tapi mereka juga melakukan yang sama. Jangan emosi dan tanya baik-baik” saran Ken..
James langsung lemas melihat semua itu “saya bodoh sekali. Thanks Ken, mungkin karma untuk saya” ucap James.
“Kamu gak usah termikasih. Saya melakukan ini bukan untuk kamu ataupun untuk saya. Saya melakukan ini untuk calon istri saya, tolong cegah Thania untuk kembali ke Indonesia. Bilang sama dia orang tuanya sudah meninggal, jangan alasan orang tuanya sakit untuk kembali. Sebab tujuan dia kembali adalah untuk balas dendam sama calon istri saya” kata Ken.
“Kenapa?”
“Waktu saya dari sini beberapa bulan yang lalu, saya langsung berangkat ke Paris. Tapi ternyata dia masih dendam sama saya karena saya memutuskannya dan mengambil saham saya. Lalu di membuat rencana mencelakakan calon istri saya bersama anak buah saya sendiri. Sehingga calon saya dirawat di rumah sakit sampai sekarang. Karena itu saya hanya ingn kamu bisa membantu saya” cerita Ken.
“Oke, akan saya usahakan” ucap James.
“Kalau gitu saya pamit, pesan saya harus lebih bijak” Ken lagsung meninggalkan perusahaan James bersama Danu.
__ADS_1