
Danu dan dua orang perwakilan menceritakannya. Mereka menemukan bahwa kalau Wulan adalah wanita yang sama seperti Thania. Wulan dan Thania adalah sahabatan dulu, mereka memang punya pekerjaan untuk menggoda lelaki kaya.
Bedanya Thania mendekati Ken karena Ken adalah anak tunggal dari pemilik Johnson Group. Ken juga orang jenius dan bisa dengan mudah mendapatkan uang.
Sedangkan Wulan tidak ada lelaki muda yang bisa dia manfaatkan. Hanya Eka yang selalu mengejajarnya, tapi sayang Eka ketika kuliah hanya anak orang miskin. Makanya Wulan sering mencaci maki bundanya dan Wulan sering menjadi pelampiasan om-om kaya.
Thania bisa memanfaatkan Ken dengan menjadikannya model. Sedangkan Wulan yang juga orang miskin terpaksa mendekati om-om untuk mendapatkan uang. Thania tetap di Amerika sedangkan Wulan terpaksa kembali ke Indonesia.
Sampai di Indonesia Eka masih mengejar cinta Wulan. Tapi Wulan tidak pernah menerimanya, asal Eka ada uang Wulan mau diajak pergi. Kalau Eka tidak ada uang Wulan banyak memberikan alasan untuk menolaknya.
Beberapa tahun Wulan menghilang karena dia dibawa oleh om yang menjadikannya simpanan untuk ikut dengannya kerja ke luar negeri. Makanya Eka sakit hati mengetahui semua itu, sebab Ken bersama sahabatnya yang lain mendapatkan bukti kalau Wulan sedang di luar negeri bersama seorang pria.
Semenjak kepergian Wulan, Eka menjadi tidak menyukai wanita. Banyak wanita yang di dekati sahabatnya tapi tidak ada satupun yang dia sukai. Sampai Eka mendapatkan pekerjaan di salah satu kantor pengacara terkenal
berkat orang tua Ken. Eka juga dijadikan pengacara keluarga Ken dan perusahaannya.
Berapa tahun Eka semakin terkenal oleh orang-orang sehingga dia mendapatkan banyak uang dari hasil kerjanya. Wulan mengetahui semua itu dan dia kembali ke Indonesia.
Ketika Wulan kembali Eka tidak ada melayaninya. Tapi sampai Eka melihatnya, Wulan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan Eka.
Ternyata Wulan sedang ada masalah dengan om-om yang membawanya keluar negeri. Wulan minta bantuan Eka menjadikannya pengacara sebab Wulan ingin menuntuk om-om itu. Wulan menangis menemui Eka dan bermohon pada Eka untuk membantunya.
Persidangan yang dilakukan Eka ternyata dimenangi olehnya. Wulan juga senang dan Wulan mendapatkan apa yang dia tuntut pada om-om itu.
Setelah persidangan Wulan menemui Eka “Ka, terimakasih ya”.
“Iya sama-sama, sudah menjadi tugas saya” Eka acuh.
“Kamu mau kemana, mau saya traktir dulu. Sebab kamu sudah membantu aku mendapatkan hak aku” ajak Wulan.
“Tidak usah, kamu bayar saja ke perusahaan apa yang sudah kamu janjikan sama mereka bukan sama saya. Saya duluan sebab saya harus menemui Ken” Eka pergi.
Wulan masih tidak pernah berhenti untuk mendapatkan Eka. Wulan ternyata mengikuti Eka kemanapun dia pergi. Semua aktivitas Eka diketahui olehnya. Saat itu Eka sedang membantu Ken untuk persiapan kejutan dan pertunangannya.
Eka yang mengurusnnya sebab Ken sedang ada di luar negeri. Sedangkan Mike saat itu sedang menjaga aku yang masih dalam tahap penyembuhan bersama Jihan dan Dave. Wulan terus mengikuti Eka tapi tidak diketahui olahnya.
Setelah acara pertunangan aku dan Ken, Wulan datang ke aparteman Eka. Dia menunggu Eka sampai kembali di depan aparteman.
Eka kembali “mas, ada yang sedang menunggu mas” ucap satpam.
“Siapa?” tanya Eka.
“Itu dia duduk disana, sudah berapa hari dia menunggu disana” tunjuk satpam.
__ADS_1
“Wulan.. ya sudah pak, makasih” Eka menghampiri Wulan.
Wulan melihat Eka “akhirnya kamu kembali, kamu dari mana?”.
“Dari kampung, emang kenapa?”.
“Kampung? Sejak kapan kamu pergi ke kampung, ada apa?” keponya.
“Ada pertunangan, kenapa?”.
Wulan kaget “kamu tunangan?” Wulan melihat tangan Eka.
“Apaan sih” Eka melepaskan tangan Wulan “bukan gue yang tunangan tapi Ken”.
“Syukur deh, berarti ada kesempatan”.
“Apa tujuan lo kesini?” tanya Eka.
“Aku mau traktir kamu, mau ya” paksa Wulan.
“Gue sudah bilang, gak usah kenapa maksa sih” bentak Eka.
“Pleass, mau ya” Wulan memegang tangan Eka sambil bermohon-mohon.
“Malam minggu besok, nanti aku beritahu kamu alamatnya dimana” ucap Wulan senang.
“Iya kabarin saja” Eka langsung masuk kedalam aparteman.
“Yes, akhirnya” Wulan senang.
Ternyata Wulan sudah ada rencana, makanya dia ingin memaksa Eka. Wulan telah melakukan kesalahan dengan om yang membawanya itu.
Tiba saatnya mereka akan makan malam, Wulan mengajak Eka makan malam di sebuah restoran terkenal. Disana sangat mementingkan privasi bagi pelanggan. Disebelah restoran terdapat sebuah hotel yang bisa masuk sembarang orang.
Eka sampai di restoran dan dia duduk di depan Wulan. Eka kaget ada wine di depan mereka “ini apa?”.
“Wine, kita minum ya” ucap Wulan.
“Nggak mau, ganti gak. Meskipun kita lama di Amerika, gue gak pernah minum ini. Ganti gak?” paksa Eka.
“Iya ya” Wulan langsung memangil pelayan dan menggantikannya.
“Ayo makan, biar cepat pulang sebab gue ada meeting sama Ken dan yang lainnya” ucap Eka.
__ADS_1
“Kenapa sih setiap kita pergi selalu Ken yang jadi penghalangnya?” Wulan bete.
“Ken mau menikah jadi kita semua harus membantu persiapannya. Masa sahabat gue yang menikah gak gue bantu”.
“What ever” Wulan bete.
Tidak lama mereka menghabiskan makanan dan minuman yang di ganti sama pelayan. Ternyata minuman itu adalah minuman beralkohol juga yang sudah dimasukan obat tidur.
Eka kaget “minuman apa ini, kenapa kepala gue pusing”.
“Iya ya, gue juga” Wulan pura-pura pinsan duluan.
“Wulan... Wulan..” Eka mencoba membangunkannya dan dia juga langsung tidak sadarkan diri.
Wulan terbangun setela Eka pinsan, Wulan memanggil pelayan yang sudah dia bayar. Pelayan itu membantu Wulan mengangkat Eka ke hotel sebelah. Disana Wulan sudah memesan kamar untuk mereka.
Sampai disana pelayan meninggalkan Eka dan Wulan membayarnya. Minuman yang dia minum itu juga diberi obat perangsang. Sehingga Eka kepanasan dan dia melihat Wulan dan memaksanya melakukan disana. Tidak hanya itu pelayan tadi juga disuruh Wulan untuk mengambil foto mereka.
Sebenarnya Wulan sudah dinyatakan hamil seminggu karena om-om yang membawanya. Tapi om-om itu tidak mau bertanggung jawab sebab dia sudah punya istri, makanya dia membantu Wulan mendekati Eka bertanggung jawab.
Pagi harinya Wulan yang bangun duluan dan pura-pura menangis. Eka yang masih tidur disebelah langsung terbangun.
Eka kaget melihat semuanya “ada apa ini?”.
“Kamu yang apain aku” Wulan pura-pura menangis tersedu-sedu.
“Aku tidak melakukan apa-apa” Eka masih belum sadar.
“Lihat ini, apa ini semua” Wulan melihatkan pakaian mereka yang berantakan di sekeliling mereka tidur.
Eka berusaha untuk mengingat dan dia tidak mengingat apapun. Dia hanya ingat ketika mereka minum dan sama-sama pinsan.
Setelah kejadian itu Eka tidak bisa berfikir tapi dia selalu membantu Ken menyiapkan pernikahannya. Dua hari menjelang pernikahan kita, Wulan datang menemuinya di apartemannya.
“Ada apa lagi?” Ken sangat kesal.
“Ini buktinya kamu memang melakukannya semalam, aku mendapatkan video dan foto itu dari restoran dan hotel” Wulan menyerahkan pada Ken.
Eka melihatnya, dia tidak percaya tapi dari wajah dalam video berhubungan itu memang dia. Tapi dari foto hanya dari belakang dan baju yang dipakai orang itu juga bajunya. Berat hati Eka terpaksa mau bertanggung jawab.
“Baiklah gue akan tanggung jawab, malam ini kita menikah tapi hanya menikah siri. Aku tidak mau bunda dan semua orang tahu. Sebab besok pagi gue harus berangkat ke kampung menemani Ken. Dia akan menikah, dua hari lagi di kampung halaman calon istrinya” ucap Eka.
“Oke, terimakasih ya” Wulan senang sebab rencananya berhasil.
__ADS_1
Eka terpaksa mempersiapkan sendiri pernikahan itu. Sehingga malam harinya mereka menikah di sebuah masjid dengan diwalikan pak ustadz.