MY DREAM

MY DREAM
92


__ADS_3

James sudah berangkat menggunakan mobil pribadinya diantar oleh seorang sopir. Ternyata James tidak ke bandara tapi dia hanya sampai tengah perjalanan. Sebab dia sudah dijemput oleh sahabat dan orang kepercayaan di markas rahasianya.


“Pak, mutar-mutar saja dulu dan beberapa jam lagi bapak langsung kembali ke mansion. Kalau orang rumah bertanya bilang saya sudah terbang. Kemudian ingat pesan saya selama saya pergi” kata James sama sopirnya.


“Iya tuan” jawab sopir itu.


“James, sudah siap?” tanya Cio sahabat dan orang kepercayaannya.


“Sudah, ayo” jawab James.


Mereka sudah didalam mobil “kita kemana sekarang? ke markas atau ke hotel?” tanya Cio.


“Ke markas saja, sebab kalau ke hotel nanti akan ketahuan” ucap James.


Beberapa jam kemudian sopir yang mengantar James sudah sampai di rumah. Shiren langsung menghampirinya “pak, apa tuan sudah berangkat?”.


“Sudah nyonya, saya tunggu tuan berangkat dulu makanya saya telat kembali ke rumah” ucap sopir.


“Bagus, ini untuk kamu” Shiren memberikan uang.


Sebenarnya sopir itu adalah anak buah James yang ditugaskan James untuk menjadi mata-mata selama dia pergi. Tapi Shiren tidak tahu kalau sopir itu anak buahnya.


Kemudian James menyuruh semua pembantu berlibur dan hanya meninggalkan orang yang dekat dengannya. Begitu juga dengan anak buah James yang ditugaskan berjaga juga disuruh libur. Sekarang di rumah hanya tinggal beberapa orang pembantu, pengawal dan seorang sopir.


Datang Jonathan dan langsung memeluk Shiren dari belakang “sayang..”.


“Eh sayang, sudah pulang?” Shiren berbalik.


Jonathan langsung mencium Shiren di seluruh wajahnya sampai kedalam lekuan tubuhnya. Shiren memang selalu memakai pakaian seksi kalau ditinggal oleh James. Kadang dia memakai pakaian bikini di dalam rumah. Makanya dia melarang penjaga untuk masuk kedalam rumah.


“James sudah berangkat?” tanya Jonathan.


“Sudah sayang, mau ditemani bersih-bersih gak?” tawar Shiren.


“Mau dong, ayo sayang” mereka jalan menuju lift dan ke kamar Jonathan.


Sampai di kamar Jonathan bukannya bersih-bersih tapi mereka malah bercanda saling mengelitik manja. Mereka berdua merasa dunia memang milik berdua. Entah apa yang diberikan Shiren pada Jonathan sehingga dia sangat tergila-gila padanya. Begitupun juga pada James dulu, entah apa yang sudah dia berikan.


James sedang berada di markas sambil memantau mereka dari hasil rekaman dan video yang sudah disadap oleh James bersama anak buahnya. James benar-benar kesal melihatnya, dia sudah tidak tahan.


“Mau kemana James?” tanya Cio.


“Saya sudah tidak tahan, saya ingin membalas mereka. Bisa kamu atur kepulangan orang tua saya dari luar negeri langsung ke mansion?” ucap James.

__ADS_1


“Bisa, semua itu sangat mudah” jawab Cio.


***


Mawar dan Marsya sudah sampai di Amerika, Galu yang menjemput mereka ke bandara.


Galu menghampiri mereka “tante Mawar, Marsya?”.


“Kamu Galu ya, sekretaris Ken?” tanya Mawar.


“Iya tante, mari ikut saya. Bos sudah menugaskan saya untuk mengantar tante ke hotel sampai nanti pak Vian dan buk Dea datang menjemput. Sebab rumah yang akan kalian tempati masih belum siap” ucap Galu.


“Ayo..” ucap Mawar.


Mereka sudah dimobil menuju hotel “tante sama Marsya bisa bahasa Inggris kan?” tanya Galu.


“Bisa dong, kita kan tidak hari ini saja keluar negeri” ucap Marsya dengan sombongnya.


“Alhamdulillah kalau bisa, nanti akan memudahkan tante sama Marsya komunikasi dengan orang disini. Marsya saya hanya bisa mengingatkan kamu kalau hidup disini sangat keras, kamu harus hati-hati” pesan Galu.


“Lo gak usah sok suci, gue bisa jaga diri sendiri” Marsya semakin kesal.


Mawar langsung memegang tangan Marsaya dan berbisik “kamu harus jaga mulut kamu, jangan sampai kita susah disini karena mulut kamu itu”.


Tidak lama mereka sampai di hotel, Galu mengantar sampai kamar hotel “ini kunci kamar hotel tante. Ini juga ada kredit card untuk tante dan Marsya, sebab ini sudah bisa digunakan dimanapun tante belanja” Galu memberikannya pada Mawar.


“Mbak Galu bagaimana dengan kuliah gue?” tanya Marsya.


“Karena itu bos Ken meminta kamu datang cepat kesini bukan karena hukuman karena kalian sudah menghina nona Laili. Makanya suatu saat jangan berfikiran negatif dulu” ucap Galu.


“Jawab saja gak usah berbelit-belit” Marsya kesal.


“Besok akan saya temani kamu ke kampus. Sebab beberapa hari lagi saya akan pulang ke Indonesia. Nanti kamu bisa pilih tinggal di rumah bersama keluarga kamu atau tinggal di aparteman dekat kampus”.


“Oke, nanti akan gue putuskan” jawab Marsya.


“Kalau begitu saya permisi tante, sebab saya akan langsung bekerja lagi” Galu pamit.


Mereka langsung masuk kedalam kamar “kamu ini kenapa kasar gitu sama Galu. Apa kamu gak takut jika dia mengadu sama Ken”.


“Bodoh amat, mama tahu gak. Dia yang akan menjadi tunangannya abang Mike, makanya aku sebal” Marsya bete.


“Setidaknya kontrol dulu, setelah kita dapat semuanya baru boleh kita menyombongkan diri” kata Mawar.

__ADS_1


Esokan paginya Galu mengantar Marsya ke kampus untuk mengisi administrasi kepindahan dia. Setelah selesai Galu juga mengajaknya ke aparteman yang dekat dengan kampus. Sebab rumah yang Ken rencanakan untuk mereka sangat jauh dari kampus Marsya.


“Sekarang kamu bisa pilih mau tinggal disini atau sama kelaurga kamu. Bos memberikan aparteman ini sebab rumah kalian sangat jauh dari sini. Rumah hanya dekat dengan perusahaan” ucap Galu.


“Kalau jauh ya gue milih disini saja deh, gue juga malas tinggal bareng kakak yang bawel” ucap Marsya.


“Oke, besok kamu sudah mulai kuliah dan langsung tinggal disini. Disini keperluan kamu sudah dilengkapai, hanya membawa perlengkapan pribadi sama baju ganti saja. Kalau gitu kita pulang sekarang” ajak Galu.


Sampai di mobil Marsya bicara lagi “mbak, boleh gak gue pakai mobil disini sama seperti di Indonesia. Kan lebih mudah untuk gue pulang ke rumah nanti”.


“Belum bisa Sya, sebab kamu harus punya SIM Iternasional dulu. Tunggu beberapa bulan ya, bos sudah menyiapkan kok” ucap Galu.


“Oke deh” jawab Marsya.


Selesai mengantar Marsya ke hotel Galu langsung menuju ke rumah Ken untuk menemuinya. Ken sedang berada di ruang keluarga membahas pekerjaan dan kepulangan mereka sama kejutan yang disiapkannya untuk


aku.


“Bos...” ucap Galu.


“Galu, duduk..” ucap Ken “Bagaimana?” tanya ken.


“Saya heran bos, akan dia bete sama saya tapi kalau ada permintaan dia sangat baik sama saya” ucap Galu.


“Dia bete karena dia tahu kalau kamu akan bertunangan sama Mike. Sebab dia dari dulu selalu mengejar Mike tapi Mike menolaknya. Kalau mengenai permintaan itu memang sudah mendarah daging” ucap Ken.


“Pantasan..”


“Apa dia sudah mau memutuskan dimana akan tinggal?” tanya Ken.


“Sudah bos, dia lebih memilih tinggal di aparteman katanya dia gak mau tinggal sama keluarga sebab gak ada kebebasan”.


“Saya sudah yakin. Kalau begitu setelah mengantar dia besok ke aparteman antar saja tante Mawar ke rumah yang sudah disiapkan untuk mereka. Kasihan juga tante Mawar sendirian di hotel. Kalau di rumah setidaknya dia ada pembantu yang menemaninya”.


“Baik bos. Kapan kita kembali?”.


“Setelah mengantar mereka besok, esokan harinya kita langsung berangkat. Sebab akan banyak persiapan yang akan kita lakukan disana”.


“Baiklah, nanti akan saya beritahu Mr. Frans dan istri. Ada lagi bos?”.


“Iya, mengenai cincin yang sudah saya pesan kamu ambil ya. Kemudian jadiah untuk semua orang yang sudah kita pesan kemarin di ambil juga”.


“Baik bos, kalau gitu saya pamit” Galu langsung pamit pergi.

__ADS_1


__ADS_2