MY DREAM

MY DREAM
105


__ADS_3

Aku sudah di periksa oleh dokter, disana sudah ada dokter Agus, Aggika, Beni, dan dokter spesialis tulang. Mereka baru saja selesai memperiksa aku tapi belum ada yang mengatakan hasilnya.


Kita masih sedang menunggu di ruang direktur yaitu ruangan Ken yang sudah menjadi ruangan aku. Sedangkan dokter Agus sedang diskusi dengan dokter spesialis tulang. Aku dan Ken sangat cemas menunggu hasilnya.


“Kalian sabar saja, gue yakin jawabannya sangat baik” ucap Anggika.


“Iya gue juga yakin” kata Beni.


Tidak lama dokter masuk ke ruangan “bagaimana om, dok?” tanya Ken.


“Silakan dok katakan” ucap dokter spesialis pada dokter Agus.


“Baik. Begini Ly, Ken, dari hasil labor darah kamu kemarin dan hasil periksaan tadi kamu sudah dinyatakan sembuh. Begitu juga dengan hasil rontgen kaki kamu, sudah tidak ada lagi masalah” ucap dokter Agus.


“Jadi bagaimana?” Ken masih belum paham.


“Laili sudah dinyatakan sembuh dan tidak perlu melakukan pengobatan lagi. Laili juga tidak perlu meminum obat-obatan lagi” kata dokter Agus.


“Alhamdulillah” jawab aku dan Ken.


“Selamat ya” ucap dokter spesialis.


“Makasih dok” jawab aku yang merasa sangat bersyukur.


“Terimakasih dok yang sudah membantu aku beberapa bulan ini. Rela datang ke mansion malam-malam jika penyakit aku kambuh” ucap aku.


“Sama-sama” jawab dokter dan dokter Agus.


“Kalau begitu saya pamit, sebab mau periksa pasien” dokter spesialis pamit.


“Iya dok, makasih” ucap Ken sambil salaman.


“Om juga harus pamit, sebab om harus keluar kota. Ada pasien di rumah sakit lain yang membutuhkan om” dokter Agus juga pamit.


“Makasih om” ucap Ken.


“Sama-sama, kita sudah menjalankan janji kita sama almarhum orang tua kamu” dokter Agus menepuk pundak Ken.


“Iya om” jawab Ken.


“Makasih banyak ya dok” kataku.


“Sama-sama, ingat jangan terlalu difosir dulu bekerjanya” pesan dokter Agus.


“Iya dok” jawab aku sambil tersenyum.


Setelah dokter Agus dan dokter spesialis pergi, kita semua langsung duduk di sofa yang ada di ruangan.


“Beni, lo harus beri semua dokter dan perawat yang telah bertugas menjaga Laili selama berobat bonus. Kemudian traktir semua karyawan, petugas, perawat, dan dokter rumah sakit ini. Silakan kalian diskusikan makanannya berdua dan langsung pesan” perintah Ken.


“Oke..” jawab Beni.


“Kamu yakin?” aku melihat Ken.


“Yakin..” jawab Ken dengan senyuman.


“Selamat ya Ly, semoga selalu sehat” ucap Anggika.


“Iya dok, makasih” jawab aku.


Kemudian kita langsung pamit dari rumah sakit “Ly, apa kita harus mengadakan syukuran?” tanya Ken dimobil.


“Rencana aku juga, tapi aku maunya di yayasan” jawab aku.


“Boleh juga. Kamu bisa kan menghubungi Dika untuk membantu mempersiapkannya?”.


“Bisa, nanti aku hubungi dia. Tapi...”


“Tapi apa?”


“Apa kita harus mengundang keluarga di kampung aku juga?”.


“Kalau undang mereka, kasihan mereka bolak balik kesini. Bagaimana minggu depan saja kita adakan acara syukuran juga di perkebunan sambil mengundang semua karyawan dan keluarga kamu disana. Sekalian kita bicarakan mengenai pernikahan kita pada keluarga kamu”.

__ADS_1


“Boleh juga, makasih ya” jawab aku.


“Sama-sama” jawab Ken.


***


Vino baru pulang dari bekerja sebab dia harus menemui beberapa client, makanya Dea yang pulang duluan.


“Assalamualaikum” ucap Vino.


“Waalaikumsalam, mau makan malam mas?” tanya Dea.


“Mas mandi dulu, setelah itu baru makan malam bersama” jawab Vino sambil jalan ke kamar.


Berapa menit kemudian Vino datang ke meja makan “kok sepi, mama mana?” tanya Vino sambil duduk.


“Anak-anak sudah tidur tapi kalau mama gak tahu kemana. Tadi pembantu bilang pergi dari siang” ucap Dea.


“Kemana?”


“Gak tahu” Dea mengangkat bahu.


“Ayo kita makan saja, mungkin mama makan malam diluar” ucap Vino.


Selesai makan Vino langsung ke ruang keluarga sedangkan Dea membersihkan meja makan. Kemudian dia langsung menyusul Vino sambil membawakan kopi.


“Kopi mas” ucap Dea.


“Makasih sayang” Vino fokus dengan ponselnya.


Dea duduk “mas, tadi sekretaris Mr. James menghubungi kita. Dia bilang minggu depan bisa temui dia”.


“Bagus dong, kita sudah dapat respon yang bagus” Vino senang.


“Iya mas. Apa yang mas lakukan?” tanya Dea melihat Vino sibuk dengan ponselnya.


“Ini aku coba menghubungi mama, tapi gak ada di angkatnya dari tadi”.


“Marsya sudah coba mas tanya?”


“Biarkan saja mas, nanti mama pasti pulang kok” Dea coba menenangkan Vino.


“Iya..” jawab Vino.


***


Aku sedang duduk di ruangan keluarga “assalamualaikum Dik” ucap aku menelvon Dika.


“Waalaikumsalam mbak, ada apa mbak?” jawab  Dika.


“Kamu lagi sibuk gak?”


“Gak mbak, ini lagi bersama anak-anak. Ada apa mbak?”.


“Begini Dik, besok bisa kamu persiapkan buat doa syukuran bersama semua orang di yayasan. Nanti kamu undang saja salah satu ustadz untuk mengisi acaranya”.


“Bisa mbak, tapi dalam rangka apa ini mbak?”.


“Alhamdulillah Dik, mbak sudah dinyatakan sembuh. Jadi mbak ingin buat doa syukuran di yayasan. Nanti masalah konsumsinya asisten Ken dan sekretarinya yang akan mengurusnya. Ken juga akan mengundang beberapa orang teman-temannya”.


“Selamat ya mbak. Saya akan bantu semuanya, nanti saya hubungi mbak lagi” Dika ikut senang.


“Makasih Dik”.


“Oya mbak acaranya jam berapa?”.


“Tunggu sebentar..” aku melihat Ken datang menghampiri aku.


“Ada apa?” tanya Ken.


“Acaranya jam berapa?” tanya aku.


“Siap maghrib saja, kalau siang pasti banyak orang sedang kerja” jawab Ken.

__ADS_1


“Baiklah. Dik...” panggil aku lagi.


“Iya mbak”.


“Acaranya siap maghrib ya”.


“Baik mbak. Kalau tidak ada lagi saya tutup ya mbak”.


“Oke Dik” setelah mengucap salam telvonan langsung ditutup.


“Bagaimana?” tanya Ken.


“Sudah selesai, Dika akan mengurusnya”.


“Oke. Kamu sudah beritahu mas Doni dan mbak Raisa?” tanya Ken.


“Oh iya aku lupa. Ini aku hubungi” aku langsung mencoba menghubungi mbak Raisa.


Tidak lama langsung di angkat panggilan video call “assalamualaikum unty?” ternyata Qori yang menjawab.


“Waalaikumsalam cantik, apa kabar sayang?” ucap aku.


“Sehat unty. Unty, om mana?” Qori mencari Ken.


Aku langsung melihatkan ponsel pada Ken “hai sayang...” ucap Ken.


“Om, kapan kesini Ori kangen om” ucap Qori.


“Sama unty gak?” ucap aku.


“Kangen juga”.


“Minggu depan unty sama om datang kesana ya” ucap Ken.


“Oke om” Qori senang.


“Sayang, boleh kasih ponselnya sama mama. Unty sama om mau bicara sama mama” kataku.


Qori langsung memberikannya “Kenapa Ly?” tanya Raisa.


“Oya mbak. aku tadi siang sudah melakukan perawatan dan beberapa tes dalam pengobatan aku. Aku sudah dinyatakan sembuh, mbak” ceritaku.


“Selamat Ly, mbak bersyukur sekali” Raisa sangat sennag mendengarnya.


“Makasih mbak, semua berkat doa mbak juga. Oya mbak minggu depan Ken ada rencana buat syukuran di perkebunan. Makanya kita akan pulan, besok kita ngadakan syukuran disini dulu” lanjut cerita aku.


“Iya, gak apa-apa. Mbak dukung, nanti kabarin saja mbak lagi”.


“Iya mbak. Qori sama Adam mana?” tanya aku lagi.


“Qori sudah kedapur bersama bik Jum makan, kalau Adam sudah tidur, kalau mas Rian ada di kamar. Nanti mbak bilang sama mas Rian, kamu sehat-sehat ya disana. Ken jagain adek mbak?” pesan Raisa.


“Iya mbak” jawab aku dan Ken.


Kemudian panggilan langsung dimatikan. Setelah menghubungi mbak Raisa, aku menghubungi mas Doni.


“Ada apa Ly?” ucap mas Doni setelah mengucapkan salam.


“Ini mas, Ken mau bicara” aku menyuruh Ken yang mengatakan pada mas Doni.


“Ada apa Ken?”.


“Ini mas, kita tadi sudah ke rumah sakit memperiksa Laili untuk terakhir kali. Kata dokter Laili sudah dinyatakan sembuh, mas” ucap Ken.


“Alhamdulillah Ken, selamat Ly” mas Doni senang.


“Makasih mas”.


“Kita juga berencana mau bikin doa syukuran di perkebunan minggu depan mas” lanjut Ken.


“Bagus, mas dukung. Nanti akan mas bantu persiapannya”.


“Nggak usah mas, mas bilang saja sama mas Angga dan mbak Luna untuk mengurusnya. Mas hanya perlu bilang sama keluarga kita yang lain. Dave sama Jihan akan membantu juga kok mas” kataku.

__ADS_1


“Baiklah. Nanti mas juga bilang sama kak Della, sekarang dia sedang dikamar Kayla menidurkannya”.


“Iya mas, titip salam sama kak Della dan Kayla. Asslamualaikum mas” ucap Ken dan aku menutup panggilannya.


__ADS_2