MY DREAM

MY DREAM
129


__ADS_3

Aku dan Ken sudah sampai bandara LA, kita langsung dijemput oleh Frans dan Angel. Kita langsung dibawa makan dulu baru mereka mengantar kita ke hotel yang sudah mereka pesan.


“Akhirnya kalian menikah juga” ucap Frans.


“Berkat doa kalian juga” ucap Ken.


“Bagaimana Ly, siap untuk punya anak sekarang atau tunggu berapa tahun dulu. Kamu kan masih muda, beda dengan kita yang sudah tua” Angel.


“Kita tidak menunda kok, kalau dikasih cepat bersyukur kalau belum berarti belum rezeki” jawab aku.


“Selama kalian disini kita siap untuk menemani kalian mengitari LA. Berapa lama kalian disini?” tanya Frans.


“Seminggu, sebab kita akan langsung pergi umroh dulu” kata Ken.


Setelah makan, kita langsung di antar ke hotel. Sebab hari juga sudah malam, waktunya kita istirahat.


“Kita pamit pulang, kalau butuh bantuan kita silakan hubungi kita” Frans pamit.


“Ok, thanks” ucap Ken.


Aku dan Ken langsung ke kamar kita, semua barang kita sudah dibawa kesana duluan. Ken membuka pintu dan melihat semua sudah disiapkan oleh Frans dan Angel.


“Bi...” aku melihat Ken.


“Benar-benar mereka, tahu saja” Ken tersenyum.


“Bi, cerita?”.


“Ya gak lah sayang, ayo bersih-bersih dulu” ajak Ken.


Aku mandi duluan, baru Ken. Kita sholat berjamaah dulu, setelah itu kita langsung siap-siap untuk tidur.


“Sayang, kamu capek, kalau capek besok saja” ucap Ken.


“Nggak kok Bi, kalau Bi ingin sekarang tidak apa-apa. Sebab semenjak menikah kita juga belum melakukannya, mungkin sekarang waktunya” jawab aku.


Ken langsung membaca doa dulu, setelah itu Ken mematikan lampu. Ken langsung mulai melakukannya, ini sama-sama yang pertama buat aku dan Ken. Meskipun Ken bukanlah orang yang tidak tahu mengenai ini tapi dia masih takut-takut untuk melakukannya.


“Maaf ya sayang, kalau sayang tidak kuat, kita bisa berhenti” ucap Ken sebelum mulai.


“Tidak apa Bi, ini sudah tanggung jawab aku” jawab aku.


Berbagai cara dilakukan Ken agar buat aku rileks dan nyaman, baru Ken mulai melakukannya. Sehingga aku mulai kesakitan Ken berhenti tapi aku tetap memaksanya untuk melakukannya. Akhirnya kita berhasil juga melakukan malam pertama hampir dua minggu kita belum melakukannya. Sebab ada saja gangguan untuk kita tidak melakukannya.


Ken melihat aku meneteskan air mata disaat Ken membuka perawan aku. Tapi Ken bisa membuat aku tidak bisa merasakan kesakitan. Tidak tahu dimana Ken belajar melakukannya, seperti sudah ahli dalam melakukannya.


Ken tidak memaksa aku untuk terus melakukannya. Setelah aku sudah mulai kelelahan Ken tidak mau melakukannya. Meskipun Ken masih mau melakukannya, dia tetap tidak memaksa aku. Kita langsung tidur seperti biasa dengan saling berpelukan.


Subuh Ken yang bangun duluan, aku masih tidur dengan memeluknya. Terlihat diwajah aku kalau aku memang lelah. Tapi aku harus bangun juga karena akan melakukan sholat subuh.


“Sayang.. bangun.. sayang...” Ken membangunkan aku.


“Hms...” kata ku dengan suara serak.


“Ayo bersih-bersih, kita sholat subuh dulu” ajak Ken.

__ADS_1


Aku langsung berusaha duduk “aw...aw...” aku kesakitan.


“Maaf sayang, sini aku bantu” Ken meraih jubah mandi dan memakaikan padaku. Lalu Ken menggendong aku ke kamar mandi.


Ken mendudukkan aku di closet, Ken menyiapkan air hangat untuk aku mandi di bath up. Setelah penuh Ken mengangkat aku kedalam bath up. Lalu aku mandi dan berendam disana. Sedangkan Ken mandi di shower.


Setelah mandi Ken juga menggendong aku ke kamar dan membantu aku memakai baju. Aku berusaha untuk melarangnya tapi Ken tidak mau, dia tetap memakaikannya. Sebenarnya aku risih diperlakukan seperti itu, tapi Ken tetap memaksa.


Kita langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah sholat Ken menggendong aku duduk di atas kasur. Ken mengganti sendiri seprei bekas malam pertama kita.


“Sayang kita didalam kamar saja hari ini ya, kasihan aku sama kamu” ucap Ken.


“Jangan sayang, aku belum pernah datang kesini. Kita jalan-jalan ya, kata Angel disini banyak tempat yang bagus buat jalan-jalan” kataku.


“Kamu yakin kuat?”.


“Iya Bi, aku kuat kok” kataku.


“Baiklah” jawab Ken.


***


Resi sedang menemani Cici di dalam kamar, datang Galu “Si...” panggil Galu.


Resi melihat ke sumber suara “iya mbak?”.


“Bawa Cici ke ruang perawatan, sebab dokter sudah datang” ucap Galu.


“Iya mbak” Resi langsung membawa Cici ke ruang perawatan.


“Waalaikumsalam” jawab Galu yang dari kamar Cici. “Kapan pulang?” tanya Galu.


“Semalam sampai, jadi aku langsung ke rumah saja. Bagaimana keadaan disini?” tanya Mike.


“Baik-baik saja, tapi masih belum ada perkembangannya. Oya kemarin Beni mencari kamu, emang gak bilang kalau pergi?”.


“Lupa, kenapa dia mencari aku?”.


“Mana aku tahu, kamu tanya saja. Aku harus ke ruang perawatan” Galu meninggalkan Mike.


“Beni datang juga?” teriak Mike.


“Iya mungkin” jawab Galu sambil jalan.


Mike naik ke kamarnya sebab ada yang mau dibicarakan sama Dave. Dia akan menghubungi Dave, Dave sudah kembali ke perkebunan.


“Assalamualaikum” jawab Dave.


“Lo dimana, sibuk gak?”.


“Gue di tempat wisata, kenapa?”.


“Bisa gak lo kembali ke Jakarta, ada masalah besar nih”.


“Apa?”.

__ADS_1


Lalu Mike menceritakan masalah yang terjadi di Amerika “Begitu ceritanya”.


“Baiklah, gue beritahu Jihan dulu. Apa dia bisa ikut atau gak, kasihan dia sedang hamil”.


“Gue tunggu, sebab kita sedang banyak kerjaan” Mike menutup panggilannya.


Setelah selesai menghubungi Dave, Mike keluar menemui Beni. Beni sedang bicara dengan dokter Cici, sepertinya ada masalah serius.


“Kenapa?” tanya Mike pada Galu dan Resi.


“Tidak ada perkembangan, Cici tidak mau membuka mulutnya untuk cerita. Pandangannya kosong dan jika kita melihatkan foto Eka baru dia mau menjawab kita. Sebaiknya dia itu cerita” ucap Galu.


Dokter kembali memperiksa Cici dan Beni menghampiri Mike, Galu, sama Cici.


“Ada apa Ben?” tanya Mike.


“Gue sudah tidak tahu caranya lagi bicara sama sahabat lo yang satu itu. Sepertinya rencana gue sama Dave memang harus dijalankan” Beni pergi.


“Ben.. Beni.. rencana apa?” Mike memanggil Beni tapi tidak dihiraukannya.


Beni melihat Galu “ada apa?”.


Galu langsung menarik Mike menjauh dari Resi yang ada disini “Si, kamu dampingi Cici dulu ya”.


Galu dan Mike sudah menjauh “ada apa ini?” tanya Mike.


Dua hari yang lalu bunda Eka datang ternyata Eka tahu, dia juga datang.


Flashback


“Assalamualaikum” ucap bunda.


Datang oma “waalaikumsalam, siapa ya?”.


“Saya Risa, bundanya Eka sahabat Ken” bunda Eka salaman dengan oma.


“Oh Risa, silakan masuk. Saya oma Lela, pasti mereka sering cerita mengenai saya” ucap oma.


“Iya oma, apa kabar?”.


“Alhamdulillah sehat. Silakan duduk, biar saya panggilkan Galu” oma memanggil Galu ke kamarnya.


Tidak lama Galu datang “siang bunda” Galu salaman dengan Risa.


“Siang Galu, apa kabar?” tanya Risa.


“Sehat bunda, bunda apa kabar?”.


“Alhamdulillah sehat. Mike sama yang lain mana?”.


“Mike ikut bos ke Amerika, selama seminggu ada kerjaan” ucap Galu.


Lalu Galu memanggil Resi untuk membawa bunda Risa ke gazebo yang ada di taman depan mansion. Mereka langsung duduk disana sambil cerita-cerita dan mengaji. Cici sangat senang dengan kedatangan Risa.


Perasaan Cici sudah tenang, dia sudah mulai bicara sebab Risa sangat pandai membawanya. Ternyata Eka datang juga ke mansion sebab dia tahu kalau bundanya diminta Ken datang. Eka sudah salah paham dengan maksud Ken meminta bundanya datang.

__ADS_1


__ADS_2