MY DREAM

MY DREAM
126


__ADS_3

Pagi harinya kita semua sedang sarapan bareng di restoran hotel. Setelah selesai kita langsung pamit pulang ke rumah masing-masing.


Dio dan Resi menghampiri kita “mbak, mas” ucap Resi.


“Ada apa Si?” jawab aku.


“Mbak, mas, aku langsung pamit ke Bandung ya. Resi pulang sama mbak dan mas saja” ucap Dio.


“Kenapa buru-buru Yo, gak ke mansion dulu?” tanya Ken.


“Iya ke mansion saja dulu, siang baru berangkat ke Bandung” sambung ku.


“Gak bisa mbak, mas, Dio ada kerjaan di Bandung. Teman-teman sudah menunggu Dio” kata Dio.


“Baiklah, hati-hati” ucap aku.


“Terimakasih ya mas sudah membiarkan aku nginap di mansion dan di hotel” Dio berterimakasih.


“Sama-sama, selama kita pergi datang juga ke mansion sekali-kali. Kasihan Resi pasti kangen juga tuh” ledek Ken.


“Mas...” ucap Resi.


“Iya mas” jawab Dio.


Lalu Dio pamit dan masuk kedalam mobil. Kemudian kita pun masuk juga kedalam mobil yang dibawa sama sopir.


Sampai di rumah kita langsung melihat Cici, ternyata Cici sedang duduk di di taman samping mansion. Disana sudah ada dokter dan perawat yang melihat Cici dari jauh.


“Bagaimana dok?” tanya Ken.


“Dia sudah tidak berteriak-teriak lagi, tapi masih belum bisa diajak bicara. Kita usaha saja minggu ini dia bisa bicara dengan kita” ucap dokter.


“Tapi kita mau berangkat honeymoon sore ini dok, apa kita bisa meninggalkannya?” tanya aku.


“Bisa nyonya, selagi ada yang menemaninya dia tidak akan kenapa-napa. Saya akan lebih sering datang kalau tuan dan nyonya tidak ada” kata dokter.


“Terimakasih dok. Tapi selama kita pergi adik sepupu aku yang akan menemaninya, namanya Resi”.


“Tidak masalah yang penting masih ada keluarga yang mendampinginya” ucap dokter.


Setelah bicara dengan dokter kita langsung ke kamar siap-siap akan berangkat honeymoon sore harinya.


“Sayang, jangan banyak-banyak bawa baju ya. Nanti seperti liburan dulu, disana pasti banyak kita beli baju” kata Ken yang sedang rapi-rapi.


“Iya Bi, dari kemarin kan sudah beritahu. Aku hanya cek saja kalau masih ada yang tertinggal” ucap aku.


Setelah selesai packing, kita istirahat sebentar. Sore harinya kita akan langsung berangkat ke LA. Ketika kita sedang istirahat, kita mendengar pintu di ketuk.


Ken keluar ternyata Mike “lo, kenapa?” tanya Ken.


“Maaf ya gue ganggu lo, Galu mau bicara penting sama lo” ucap Mike.


“Dimana dia?”


“Masih dibawa”.

__ADS_1


“Oke, lo duluan saja ke ruang kerja” perinta Ken.


Mike langsung pergi dan menemui Galu, sedangkan Ken masuk menemui aku “siapa Bi?” tanya aku.


“Sayang, aku mau bicara sama Mike dan Galu sebentar. Kamu lanjut saja istirahatnya, nanti kalau sudah mau berangkat aku bangunkan” kata Ken.


“Baiklah” jawab aku.


Ken langsung menemui Mike dan Galu yang sudah ada di ruang kerja. Terlihat wajah mereka sangat serius seperti ada masalah yang sangat serius.


“Ada apa?” tanya Ken sambil duduk.


“Maaf sebelumnya bos, sebenarnya aku sudah dari semalam dapat berita ini. Tapi saya belum bisa mengatakan sama bos sebab bos sedang resepsi” ucap Galu.


“Ada apa?” Ken tidak paham.


“Ada masalah sama perusahaan lo yang lo berikan pada Vino. Tapi sekarang sudah mulai stabil” ucap Mike.


Ken kaget “kok bisa?”.


“Lebih baik lo tanya langsung sama mereka” kata Mike.


“Karena itu juga mereka tidak datang ke pernikahan bos. Semua ada disini” Galu memberikan tab sama Ken untuk melihat semua berita mengenai perusahaan.


Ken sangat kaget melihat semuanya “gue ke Amerika dulu baru ke LA, coba lo atur kembali keberangkatan gue” ucap Ken.


“Baiklah” jawab Mike.


Setelah bicara Ken kembali ke kamar dan langsung membangunkan aku”sayang, bangun... sayang...”.


“Iya, ayo bangun” Ken membantu aku bangun.


“Kenapa Galu dan Mike ingin bicara sama kamu?” tanya aku.


“Sayang, aku minta maaf ya. Mungkin kita ke Amerika dulu baru ke LA, sebab ada masalah dengan perusahaan disana”.


“Ada apa sebenarnya Bi?” aku melihat raut wajah cemas Ken.


Lalu Ken menceritakan semua yang sudah terjadisampai aku menutup mulut tidak menyangka akan seperti itu. Mereka melakukan semua itu agar memperbaiki keluarga Vino tapi malah menambah masalah.


“Jadi kita akan ke Amerika bersama Mike dan Danu. Setelah masalah disana selesai baru kita ke LA dan mereka kembali kesini” penjelasan Ken.


“Terserah kamu saja Bi” ucap aku.


Lalu kita langsung siap-siap berangkat ke bandara. Kita pamit pada semua orang di rumah.


***


Berapa jam kita melakukan perjalanan ke Amerika, sampai di Amerika kita langsung istirahat. Ken tidak bilang sama siapapun akan datang ke Amerika. Esokan paginya setelah sarapan kita berangkat ke perusahaan James.


Tujuan pertama Ken adalah mendatangi James. Ken ingin tahu kenapa James melakukan semua itu. James sudah melanggar semua perjanjian kerja sama mereka.


James kaget melihat Ken masuk ke ruangannya bersama Mike dan Danu. Sedangkan aku memang tidak diizinkan Ken untuk ikut, aku tinggal di rumah.


“Ken...” James berdiri setelah melihat Ken. “Silakan duduk” James menghampiri Ken.

__ADS_1


Ken langsung duduk sedangkan Mike dan Danu hanya berdiri di belakang Ken. Keluar aura mafia Ken langsung setelah dia sakit hati pada James.


“Selamat ya Ken atas pernikahan kamu, maaf saya tidak bisa datang” ucap James.


“Tidak apa-apa adik ipar” Ken tersenyum.


James kaget Ken memnaggilnya dengan adik ipar “maksud kamu?”.


Ken tertawa “menurut anda saya bodoh, kenapa anda mempermainkan saudara saya?” Ken menatap James.


“Bukan begitu Ken”.


“Terus?”.


“Mereka yang mulai duluan, saya tidak suka melihat seorang wanita dianiaya seperti itu” kata James.


“Salah gak, bukannya anda yang menganiayanya?”.


“Saya melakukan itu hanya untuk menyelamatkannya dari orang-orang itu. Kalau bukan dengan cara itu, saya tidak akan bisa membantunya”.


“Menurut anda dengan menikahi adik sepupu saya anda bisa menyelamtkannya. Anda sudah merusaknya dulu baru anda bilang ingin menyelamatkannya. Dulu pacar saya yang anda manfaatkan sekarang sepupu saya. Anda jangan main-main sama saya” Ken sudah mulai kesal.


“Kalau mengenai itu, dia sendiri yang datang sama saya dan mohon-mohon sama saya” James berusaha membela diri.


“Omong kosong” Ken masih tidak percaya.


Masuk Cio, dia baru tahu kalau Ken datang “bos...” ucap Cio.


“Cio beri bukti mengenai Marsya pada tuan ini” perintah Ken.


Cio langsung mengambil tab dan mencari bukti yang sudah disimpan mereka “ini tuan, silakan tuan baca dan lihat” ucap Cio.


Ken langsung mengambilnya dan dia langsung kaget melihat semua itu. Setelah membacanya dia kembali meletakan diatas meja.


“Baiklah saya percaya, tapi jangan pernah memanfaatkan kelemahan seseorang untuk mendapatkan apa yang anda inginkan. Hanya karena anda ingin balas dendam pada mantan istri anda jangan buat adik sepupu saya seperti budak anda. Kalau memang anda tidak cinta lebih baik anda lepaskan dia dan saya akan serahkan perusahaan itu sama anda” ucap Ken.


“Kenapa kamu berfikirang begitu sama saya Ken?” James berusaha bicara dengan seperti biasanya.


“Karena saya sudah tahu keinginan anda, anda menginginkan perusahaan saya itu. Sebab anda tidak ingin terkalahkan di benua Amerika ini. Anda juga tidak ingin ada kendala untuk menjalankan misi busuk anda selama ini. Saya bukan orang bodoh, James” ucap Ken.


“Kamu salah menilai saya Ken” ucap James.


“Kita lihat saja nanti, jika anda masih memperlakukan sepupu saya seperti itu jangan salahkan saya, semua usaha anda hancur” Ken langsung berdiri dan pergi.


James sedikit kaget dengan Ken mengetahui semuanya. Dengan datangnya kesana, dia sudah mengetahui ada masalah lain lagi sama dia yaitu kemana Alberto dan Thania.


“James?” ucap Cio.


“Kenapa kita bisa tidak tahu dia akan datang Cio?” tanya James.


“Maafin saya, saya fikir dia akan sibuk pergi honeymoon tapi dia masih bisa datang kesini mendatangkan kamu. Benar dia lebih pintar dari dugaan kita, kita memang harus lebih hati-hati lagi” kata Cio.


“Iya, ditambah sekarang Marsya sudah bersama saya. Pasti Ken tidak akan selalai dulu lagi. Apa rencana agar Marsya bisa tetap disini” James kebingungan.


“Hamili dia secepatnya James” Kata Cio.

__ADS_1


“Benar, dia harus hamil” ucap James.


__ADS_2