MY DREAM

MY DREAM
67


__ADS_3

Dave dan Jihan sedang siap mau tidur “mas, bagaimana hasil pertemuan dengan Ken tadi?” tanya Jihan.


“Dia sangat kaget, sebab Laili sangat pintar menyembunyikan semuanya. Hampir satu tahun mereka kenal tapi seorang Ken tidak bisa juga membaca pikiran Laili” kata Dave.


“Aku saja kaget, aku tidak tahu kalau Laili adalah orang yang membantu orang tua Ken” Jihan meliat Dave.


“Apa kamu tahu kalau Laili seorang hacker?”


“Tahu, dia memang pintar komputer dan memang lebih senang bekerja kalau sudah berhubungan dengan komputer”.


Dave mengangguk paham “kalau kontrakan Laili selama kuliah kamu tahu?” lanjut Dave.


“Tahulah, kan aku sering nginap nemani dia selama kuliah”.


“Kalau yayasan Laili?”


“Aku gak tahu soal itu, tapi setahu aku dia memang dekat dengan junior kita satu orang. Dia beda jurusan dengan kita, tapi mereka sering jalan bersama. Setiap aku tanya pasti dia bilang mengenai pekerjaan terus” Jihan duduk di sebelah Dave.


“Namanya tahu?”


“Kalau aku gak salah ingat namanya Dika, tapi aku gak tau informasi lengkapnya” jawab Jihan.


“Besok kita datang ke kontrakan Laili ya. Ken bilang, dia merasa Laili ada disana. Kita cek saja untuk memastikannya kesana. Sebab kita harus bisa mengajak Laili kembali ke mansion untuk berobat, sesuai saran dokter Agus” ajak Dave.


“Emang penyakitnya parah ya?”


“Menurut cerita dari Ken, dia memang sudah lama kena penyakit darah itu. Tapi dulu belum separah ini, ditambah dia yang memaksakan untuk terus mendonorkan darah pada mommy Ken”.


“Iya, aku akan berusaha membantu kamu” ucap Jihan dengan tersenyum.


***


Dika menemui aku yang sedang menyiapkan sarapan bersama berapa karyawan di dapur.


“Mbak...” panggil Dika.


“Iya Dik, kenapa?” aku sambil kerja.


“Bisa bicara sebentar?” ajak Dika.


“Iya...” aku langsung memberikan tugas pada karyawan yang lain.


Aku dan Dika jalan menuju ruangan Dika “ada apa?” aku duduk di depan Dika.


“Sebaiknya mbak hari ini tidak disini?” ucap Dika.


“Kenapa? Ada masalah?” tanya aku yang melihat Dika.


“Barusan sekretaris dari Johnson Group menghubungi saya mbak. Katanya akan ada perwakilan dari perusahaan mereka akan datang kesini. Mereka akan melihat pembangunan yayasan ini, sambil mengantar dana tambahan untuk pembangunan yayasan” cerita Dika.


“Alhamdulillah mereka akan datang, berarti mereka akan membawa keberkahan untuk kita” aku senang.


“Iya mbak. Tapi biasanya mereka tidak pernah datang, biasanya mereka meminta kita datang ke perusahaan mereka. Hari ini tiba-tiba saja mereka akan datang” Dika merasa aneh.

__ADS_1


“Maksud kamu?” aku tidak paham.


“Aku berfikir yang datang itu adalah orang suruhan dari tuan Ken untuk mencari mbak” kata Dika lagi.


“Apa mereka sudah tahu mengenai aku ya?” gumam aku dalam hati.


“Kenapa kamu berfikiran begitu?” aku curiga.


“Sebab beberapa hari yang lalu memang ada seorang dari perwakilan dari tuan Johnson mendatangi kampus mencari tahu informasi mengenai mbak. Aku takut mereka sudah mendapatkan informasi tentang mbak. Makanya aku menyuruh mbak untuk pergi dari sini dulu” kata Dika lagi.


“Oh gitu. Jam berapa mereka datang?”


“Jam 10 mbak”


“Baiklah setelah semua sarapan aku akan pergi. Nanti suruh saja satu orang karyawan mengantar aku kekontrakan”.


“Baik mbak” ucap Dika.


***


Ken dan Mike sudah siap berangkat ke yayasan, sampai disana mereka tidak langsung keluar. Tapi Mike keluar duluan sambil mengeluarkan kebutuhan yang sudah dipersiapkan sama Dea.


Dika keluar setelah diberitahu sama salah satu karyawan kalau perwakilan dari Johnson Grup sudah datang.


“Tuan, ini mas Dika yang bertanggung jawab di yayasan ini” ucap karyawan tadi.


“Mike, asisten pribadi dari tuan Keanu Johnson” Mike mengulurkan tangannya.


“Mas Dika, boleh bicara sebentar. Sebab didalam sana ada tuan Keanu yang ingin bicara sama mas mengenai yayasan. Biasanya ibu Dea kan yang mengurus mengenai yayasan ini?” ucap Mike.


“Iya tuan. Silakan masuk” ajak Dika.


“Iya..” Mike pamit menghampiri Ken yang ada di dalam mobil.


Sedangkan Dika langsung masuk ke dalam yayasan “antar mereka ke ruangan saya” pesan Dika pada karyawannya.


“Baik mas” jawab karyawan.


“Untung mbak Laili saya suruh pergi tadi. Seperti dugaan saya dari awal, kalau mereka datang pasti ada maksudnya” kata Dika dalam hati sambil jalan masuk.


Mike mengetuk kaca mobil dan Ken langsung membukanya “ada apa?” tanya Ken.


“Seperti yang dilaporkan oleh anak buah gue tadi, kalau Laili memang sudah tidak ada disini. Biasanya dia selalu kelihatan kalau memang Laili disini” kata Mike.


“Terus?”


“Kita bisa bicara dengan penanggung jawab yayasannya itu. Ternyata benar kata Dea kalau bukan orang yang biasa ke kantor yang menjadi penanggung jawabnya. Memang ada orang lain, untung lo langsung kesini. Kalau gak kita tidak akan ketemu lagi sama mereka” lanjut Mike.


“Baguslah, ayo” Ken keluar dari dalam mobil.


Ken dan Mike jalan menuju yayasan, lalu karyawan tadi mengantar mereka ke ruangan Dika. Sambil jalan Mike juga mengajukan beberapa pertanyaan pada karyawan.


“Sudah berapa tahun yayasan ini berdiri?” tanya Mike.

__ADS_1


“Lima tahun tuan” jawab karyawan.


“Lama juga, terus sudah berapa pasien terselamatkan dan berapa pasien yang gagal?” lanjut Mike.


“Kalau masalah itu saya tidak tahu tuan. Hanya mas Dika yang tahu sama pendiri yayasan” ucap karyawan.


“Pendirinya dimana?” sekarang Ken yang bertanya.


Karyawan langsung menggeleng “tidak tahu tuan. Ini ruangan mas Dika, silakan masuk” ucap karyawan.


“Terimakasih” jawab Mike sambil tersenyum


Mike membuka pintu setelah karyawan mengetuknya terlebih dahulu. Kemudian mereka jalan masuk “bos, ini mas Dika penanggung jawabnya. Mas Dika, ini tuan Keanu” Mike memperkenalkan mereka.


“Dika...” Dika mengulurkan tangannya.


“Keanu Johnson” balas Ken.


“Silakan duduk” ucap Dika.


Ken dan Mike langsung duduk, sebelum pembicaraan mereka dimulai datang karyawan membawa minum dan cemilan.


“Ada apa tuan ingin bicara sama saya?” tanya Dika.


“Maaf sebelumnya, mungkin kamu terkejut kedatangan saya. Sebab selama ini saya tidak ikut campur dalam masalah yayasan ini. Karena saya memang sibuk akhir-akhir ini” kata Ken.


“Tidak masalah tuan, kita semua tahu kalau tuan memang sibuk. Saya juga sibuk, makanya selama ini juga bukan saya yang langsung berhubungan dengan ibu Dea” kata Dika.


“Iya...” Ken tersenyum.


Mike mengeluarkan map “mas Dika, ini perusahaan menambah dana untuk pembangunan yayasan. Ibu Dea pernah bilang kalau akan ada perluasan pembangunan sebab yayasan tidak hanya untuk orang sakit saja. Tapi untuk anak-anak telantar dan ibu-ibu jompo yang bisa berakrivitas disini kan?”.


“Iya tuan. Rencananya memang seperti itu” jawab Dika.


“Silakan dilihat” Mike menyerahkan map.


Dika langsung melihatnya dan kaget “banyak sekali tuan?” Dika melihat Ken dan Mike.


“Tidak apa-apa, makanya tuan Ken ingin langsung ketemu sama kamu. Sebab ibu Dea bilang memang bukan penanggung jawab yang selalu datang menemuinya. Untuk itu kita datang kesini, sebab bos Ken akan banyak mengajukan pertanyaan sama kamu” kata Mike.


“Iya tuan, tidak masalah” Dika sebenarnya sedikit ragu menjawab perkataan Mike. Dia sudah tahu kalau mereka akan mengajukan pertanyaan mengenai aku bukan mengenai yayasan.


“Saya dengar yayasan ini sudah berdiri sendiri ya?” pertanyaan pertama Ken.


“Iya tuan”


“Kenapa?” lanjut Ken.


“Karena pendiri sudah bukan kuliah lagi, dia juga yang menjadi donatur di yayasan ini”.


“Apa boleh saya ketemu dengannya, saya ingin ketemu dengan orang pintar dan sangat baik hati itu?”


Dika langsung diam.

__ADS_1


__ADS_2