MY REVENGE

MY REVENGE
EP 13 : STRANGE FEELINGS


__ADS_3

Martha mengetuk ngetuk meja dihadapannya tidak sabaran, matanya terus saja melirik kearah ponselnya. Menunggu pesan dari orang suruhannya, berharap segera ia mendapatkan pesan berisikan kalimat ‘Target sudah dibereskan’ namun sudah tiga jam berlalu Martha menunggu namun belum juga ada kabar.


Martha benar benar menaruh harapan besar pada orang suruhannya untuk menghabisi nyawa Hannah, Martha mulai curiga bahwa orang suruhannya gagal menjalankan perintahnya, namun di satu sisi Martha merasa mustahil orang suruhannya itu gagal. Sebelum sebelumnya James tidak pernah mengecewakannya, setiap kali Martha menyuruhnya menghabisi nyawa seseorang James pasti melaksanakannya dengan baik dan memuaskan.


Martha berusaha menenangkan dirinya, mencoba berpikir positif. Mungkin saja James sedang sibuk membuang mayat Hannah ketempat entah berantah saat ini.


“Semuanya akan beres, jika masalah Hannah selesai maka tinggal menjalankan rencana ku selanjutnya, Demitri benar benar membuat ku kesal. Aku harus segera membuatnya tidak berkutik lagi membantah ku, bagaimana pun caranya.”


***


“Apa yang kakak lakukan disini? Bagaimana kakak bisa masuk?”


Hannah menatap sesosok laki laki yang sudah dikenalinya sejak lama itu, James Arnoldi, kakak kandung dari sahabat Hannah yaitu Reyna.


“Han.. Hannah?”


“Kakak kenal orang itu? Apa kalian bekerja sama untuk menghabisi nyawa ku?”


Sosok laki laki yang dipanggil James itu nampak gugup, James menatap Hannah penuh dengan rasa bersalah. Ia tidak tahu bahwa Martha memintanya untuk menghabisi Hannah, sahabat adiknya yang juga adalah cinta pertamanya.

__ADS_1


Mata James membesar, ia terkejut ketika melihat patnernya berlari kencang dengan pisau kearah Hannah, James berteriak dan berlari hendak menarik Hannah menjauh namun ia kalah cepat.


James justru mendapati Hannah mengernyit kesakitan, sebilah pisau tajam telah menghunus punggungnya.


Hannah terjatuh, kesakitan. James merasa ulu hatinya sakit melihat Hannah kesakitan, James dengan amarahnya memukul patnernya kuat kuat.


“Hannah!”


James kembali berfokus pada Hannah, ia memegang luka dipunggung Hannah, memastikan darah tidak mengucur terlalu banyak.


“Bertahan lah aku akan membawa mu kerumah sakit!”


***


Sejak datang dan melihat Hannah tidak menyiapkan makanan untuknya, dan bahkan hingga siang Hannah pun belum datang ke kantor membuat Demitri mendadak merasa ada yang janggal.


Demitri seperti merasakan rasa bersalah dan juga rasa penasaran, apa yang sebenarnya terjadi kepada Hannah setelah ia menyerahkan Hannah kepada Giovano.


Demitri meraba dadanya, entah kenapa ia merasa sedikit sakit disana ketika memikirkan Hannah menghabiskan malam penuh gairah bersama Giovano.

__ADS_1


*Kenapa juga Demitri harus memusingkan hal itu?


Kenapa*?


***


Demitri semakin merasa tidak nyaman, berhari hari Demitri dihantui perasaan yang bahkan tidak diketahuinya perasaan apa itu, yang Demitri tahu perasaan itu menyiksanya, hanya itu.


Demitri kesal lantaran Hannah tidak kunjung masuk kerja, meski pekerjaan Hannah termasuk pekerjaan yang paling mudah dan terdengar sepele namun bukan berarti Hannah bisa bolos sesuka hatinya bukan?


Hannah memang calon anak tirinya tapi bukan berarti Hannah bisa semena mena, mungkin kemarin kemarin Demitri sengaja tidak menghubungi Hannah menanyakan kenapa Hannah tidak masuk karna Demitri ingin memberikan kompensasi kepada Hannah lantaran sudah menurut untuk melayani Giovano.


Namun ini sudah hampir seminggu dan Hannah masih juga tidak masuk, Demitri merasa Hannah sudah kelewatan.


Tiba tiba Demitri terpikirkan satu hal, bagaimana jika selama Hannah tidak masuk sebenarnya Hannah tengah menghabiskan waktunya dengan Giovano, dikarenakan Hannah tahu bahwa Giovano jauh lebih kaya atau lebih menarik?


Demitri menggeleng gelengkan kepalanya, membuang semua pikiran itu dari kepalanya. Kalaupun memang seperti itu adanya maka Demitri tidak perlu pusing memikirkannya, Hannah hanya calon anak tirinya atau lebih tepatnya pelacur kecil sementaranya sebelum akhirnya Demitri nanti menikah dengan Martha.


Demitri berjalan keluar dari ruangannya, ia melirik Rafael yang sibuk dengan tugas tugasnya. “Rafael, hubungi Hannah dan suruh ia datang ke kantor sekarang, katakan padanya jika ia tidak datang maka aku akan memecatnya.”

__ADS_1


__ADS_2