
Demitri juga ingin bertanya mengenai Giovano kepada Ivander, tentang Giovano yang penyuka sesama jenis dan juga tentang kekasih rahasia Giovano dulu.
Ivander pasti tahu sesuatu, karena informasi ini. Informasi mengenai orientasi seksual Giovano, Demitri ketahui dari Ivander.
Bahkan mungkin Ivander bisa membantu Demitri bertemu dengan kekasih rahasia Giovano itu dulu dan mengkorek habis semua rahasia rahasia busuk Giovano.
Demitri mengasihani Hannah yang menikah dengan laki laki penuh tipu muslihat seperti Giovano, Giovano bilang jika Hannah jatuh ke tangan Demitri maka Hannah juga akan berakhir mati. Memangnya Giovano pikir sebaik apa dirinya?
Mungkin bahkan Giovano berselingkuh dibelakang Hannah dengan laki laki lain.
***
“Tumben kau datang kemari, biasanya justru aku yang mendatangi mu dan berujung kau usir.” Ivander membuka pintu apartemen nya dan mendapati bahwa kakak nya sendiri lah yang bertamu larut malam begini, atau lebih tepat nya dini hari? Jika dihitung hitung ini sudah termasuk pagi, jam setengah 2 pagi.
“Aku sudah bertemu lagi dengan wanita itu.” jawab Demitri datar sembari masuk ke dalam apartemen Ivander tanpa menunggu Ivander mempersilahkan nya untuk masuk, percuma juga menunggu Ivander mempersilahkan nya. Setiap Ivander datang ke rumah Demitri pun Ivander selalu masuk sesuka hatinya.
Demitri hanya meniru apa yang Ivander lakukan, Demitri melihat ke sekeliling. Memastikan bahwa tidak ada orang lain selain mereka.
Mengingat sifat Ivander yang suka bermain wanita, Demitri hanya khawatir jika ada wanita penghibur di apartemen Ivander. Demitri tidak ingin hal yang ingin dibicarakan nya dengan Ivander di dengar oleh orang lain terlebih lagi seorang wanita penghibur.
“Sebenarnya ada apa sampai kau datang kesini pagi pagi buta begini?” Ivander yang hanya mengenakan boxer itu menutup pintu apartemen nya, melangkah menuju kulkas untuk mengambil minuman segar untuk kakak nya.
Hanya dengan melihat raut wajah Demitri saja Ivander sudah tahu bahwa ada hal yang tidak menyenangkan terjadi. Ivander mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas dan menaruh nya di atas meja.
__ADS_1
“Dingin kan dulu kepala mu baru bicara dengan ku.” Ujar Ivander sembari duduk di hadapan Demitri dan menenggak minuman milik nya,
“Kau sendirian atau ada wanita di kamar mu?” tanya Demitri kepada Ivander yang masih sibuk menenggak minuman nya, Demitri melihat Ivander menggelengkan kepalanya.
“Tidak ada siapa siapa disini selain kita, sebenarnya hal apa yang ingin kau bahas. Kau sudah menemui wanita itu lalu apa yang terjadi, apa setelah kau melihatnya dengan jelas dan dengan pikiran yang terbuka kau menyadari bahwa wanita itu ternyata hanya sekilas mirip dengan Hannah dan kau telah membuang waktu mu untuk hal yang sia-sia. Apa karena itu kau kesal?” Ivander berusaha menebak, melihat Demitri yang kelihatan tidak senang hal itu lah yang muncul di pikiran Ivander. Pasti kakak nya itu kecewa.
Namun kakak laki laki Ivander itu justru menggelengkan kepala nya membuat alis Ivander terangkat, mendadak Ivander tertarik dengan perbincangan mereka. Ivander menegakkan posisi duduk nya dan menatap Demitri dengan tatapan serius.
“Kalau bukan itu lalu apa, kau sudah bertemu dengan nya lalu kenapa kau justru kelihatan kecewa begini kalau bukan karena dia tidak mencapai ekspektasi mu?”
Demitri menghela nafas berat, “Aku bertemu dengan nya, awal nya aku ingin bertemu dengan Darlen. Aku sengaja tidak memberitahu mu bahwa aku kembali ke rumah Darlen, tapi disana aku justru mendapati bahwa Darlen dan wanita yang mirip Hannah itu tinggal serumah.”
Ivander semakin menegakkan tubuh nya serius, kening Ivander berkerut kerut karena kebingungan. Bagaimana bisa Darlen dan wanita itu tinggal bersama. “Tapi Kak, saat aku melihat wanita itu di Bar, aku sempat bertanya kepada pekerja disana apa mereka pernah melihat wanita yang mirip degan Kak Hannah tapi mereka semua bilang tidak. Padahal jelas jelas aku melihat wanita itu mengenakan seragam kerja disana. Dan juga, jika wanita itu punya hubungan dengan pemilik Bar tersebut. Tidak mungkin bukan anak buah tidak tahu tentang wanita itu. Sangat tidak masuk akal, apa ada orang yang sengaja menyuruh mereka untuk bungkam?”
Ivander menganggukkan kepalanya mengerti, penjelasan Demitri masuk akal juga. “Lalu informasi apalagi yang kau dapat setelah bertemu dengan wanita itu, apa saja yang kalian bicarakan berdua?”
Demitri menghela nafas berat, “Kami berdua tidak bicara banyak, semua pertanyaan yang selama ini berputar dikepala ku yang ingin sekali ku tanyakan kepadanya justru mendadak hilang saat kami bertemu dan duduk berhadapan. Aku mendadak kelu di depannya.”
Ivander mengernyitkan keningnya, merasa Demitri aneh sekali. “Kenapa kau seperti itu, itu seperti bukan dirimu. Dulu bahkan saat berhadapan dengan Hannah kau tidak seperti ini, lalu kenapa sekarang kau justru jadi aneh begini?”
“Aku juga tidak mengerti. Mungkin itu karena aku terlalu senang karena akhirnya bisa bertemu dengannya. Tapi kesenangan itu tidak berlangsung lama.” Wajah Demitri mendadak muram ketika mengingat tentang Giovano, Demitri juga kembali mengingat tujuan nya datang ke apartemen Ivander. Yaitu untuk bertanya mengenai Giovano.
“Kenapa wajah mu mendadak muram begitu?” Ivander yang menyadari perubahan raut wajah Demitri itu kembali bertanya.
__ADS_1
“Kau ingat Giovano? laki laki yang dulu istrinya pernah kau tiduri?”
Ivander mengerutkan keningnya, berpikir. Berusaha untuk mengingat ingat, “Aku banyak sekali meniduri istri orang lain, yang kau maksud ini Giovano yang mana?”
Demitri berdecak mendengar pertanyaan Ivander, bagaimana bisa Ivander lupa. Sebanyak apapun istri orang yang Ivander tiduri seharusnya Ivander tidak lupa dengan kejadian besar itu, karna kejadian besar itu Demitri sampai menggadaikan Hannah untuk menebus kesalahan Ivander kepada Giovano.
“Kau tidak ingat Giovano? aku membiarkan laki laki itu tidur dengan Hannah demi menebus kesalahan mu yang meniduri istrinya!”
Kini raut wajah Ivander lah yang berubah, mata Ivander menajam. Ivander jelas ingat dengan hal itu. Hal yang membuat Ivander benci setengah mati dengan Demitri.
“Kenapa kau menyebut nama laki laki itu, apa sangkut pautnya laki laki itu dengan permasalahan ini?” Ivander buang muka, ia kembali melangkah menuju lemari es. Mengambil minuman untuk dirinya yang telah habis.
“Kau tahu, laki laki itu adalah suami dari wanita yang mirip dengan Hannah. Mereka bahkan sudah memiliki anak bersama.”
Ivander yang sedang membuka pintu lemari es kembali menutup pintu lemari es itu dan berbalik menatap Demitri dengan tatapan tidak percaya.
“M-maksud mu? Bagaimana mungkin, dia itu gay! Dia bahkan tidak perduli dengan istrinya dulu.” Ivander ingat betul bahwa ia dulu tidur dengan istri Giovano karena istri Giovano lah yang menggoda nya, wanita itu merasa kesepian, sedih lantaran suaminya justru menghabiskan malam dengan laki laki lain di rumah mereka.
Mata Ivander semakin membesar ketika ia kembali mengingat sesuatu, “Kau bilang wanita itu tinggal serumah dengan laki laki bernama Darlen itu bukan? Dan Hannah menikah dengan Giovano?”
Demitri menganggukkan kepalanya, “Ada apa? Apa ada hal yang kau ketahui tentang mereka?”
“Kekasih laki laki Giovano dulu itu bernama DARLEN!”
__ADS_1