MY REVENGE

MY REVENGE
BAB 52


__ADS_3

Demitri menatap Hannah yang masih menengguk wine nya setelah makanan utama mereka telah tandas, cukup lama Demitri memperhatikan Hannah sembari tangan Demitri yang berada di bawah meja meremas remas benda yang berada di kantung celana nya itu dengan perasaan bingung.


Demitri bingung, ia sudah menyiapkan kejutan yang lain untuk Hannah. Demitri sudah menyiapkan cincin untuk melamar Hannah namun Demitri ragu untuk melakukan nya, khawatir bila ia terlalu terburu-buru dan membuat Hannah tertekan.


Namun Demitri tidak bisa menyembunyikan perasaan nya bahwa ia ingin hubungan nya dengan Hannah semakin serius, Demitri ingin mempersunting Hannah, membangun keluarga bersama seperti apa yang Demitri impikan.


“Kau diam saja Demitri, apa kau sakit perut?” kening Hannah berkerut melihat Demitri yang tampak diam saja hanya memperhatikan dirinya sejak mereka selesai makan, Hannah merasa seolah ada yang ingin Demitri sampaikan namun tertahan, entah apa itu Hannah tidak tahu.


Demitri menggelengkan kepala nya, ia tidak merasakan sakit perut sedikit pun.


Hannah meletakkan gelas wine nya kembali ke atas meja, benar-benar menfokuskan dirinya kepada Demitri. “Kau ingin mengatakan sesuatu kepada ku?” tanya Hannah lagi kepada Demitri yang kali ini tidak mendapat gelengan kepala dari Demitri.

__ADS_1


Demitri hanya diam, diam dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Membuat Hannah merasa yakin bahwa memang benar ada yang ingin Demitri sampaikan kepada dirinya namun laki-laki itu merasa ragu dan memilih untuk menghindar saat Hannah tanya.


“Katakan saja jika ada hal yang ingin kau sampaikan pada ku.” ucap Hannah seolah memberi lampu hijau kepada Demitri untuk mengatakan apa yang sebenarnya ingin Demitri sampaikan, Hannah seolah mengatakan kepada Demitri bahwa jika Demitri takut perkataan nya membuat Hannah kesal Hannah tidak akan kesal ataupun memarahi Demitri karena hal itu.


Demitri menelan saliva nya susah payah, ia merasa gugup. Meski Hannah memberikan lampu hijau, bukan berarti Demitri menjadi berani begitu saja. Karena bukan amarah atau kekesalan Hannah lah yang Demitri takut kan melainkan ia takut bahwa hati nya sendiri lah yang tidak akan siap untuk menerima penolakan dari Hannah.


“Katakan saja Demitri, jangan kau simpan sendiri.” Hannah sekali lagi berusaha untuk meyakinkan Demitri hingga Demitri menghela nafas berat, memberanikan dirinya untuk mengetakan apa yang sangat ingin dikatakan nya itu kepada Hannah.


“Aku sebenar nya malu untuk melakukan hal ini karena aku takut aku akan terlihat seperti orang yang tidak tahu diri karena aku yang baru diberi kesempatan untuk memulai hubungan kita dari awal ini justru dengan berani nya berniat untuk melamar mu. Tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri Hannah, bahwa aku benar benar sangat ingin berhubungan serius dengan mu. Aku ingin kita menikah, aku ingin kau bukan hanya menjadi kekasih ku tapi istri ku. Aku ingin kita benar benar bersama, aku tahu ini terdengar egois dan tidak di waktu yang tepat tapi aku benar benar ingin menikah dengan mu Hannah, jadi aku tanyakan kepada mu. Mau kah kau menikah dengan ku?”


Demitri menyodorkan kotak cincin tersebut di depan Hannah, berharap harap cemas sembari memperhatikan wajah Hannah. Berharap bahwa Hannah akan mengangguk atau mengatakan kata ‘Ya’ kepada dirinya.

__ADS_1


Tapi Hannah hanya diam saja sembari menatap Demitri dan cincin yang Demitri sodorkan secara bergantian. Wajah Hannah nampak menunjukkan ekspresi merasa bersalah kepada Demitri.


“Bukan nya aku menolak mu Demitri, tapi aku tidak bisa memberikan mu janji palsu dengan mengatakan iya. Karena aku tidak tahu apa Axel akan bisa menerima diriku menikah dengan dirimu atau tidak. Jujur Axel sangat berarti bagi diriku, aku tidak bisa mengatakan iya kepada mu sekarang dan membuat mu senang lalu kemudian saat Axel tahu tentang kita dia menentang dan aku membatalkan rencana pernikahan kita karena ketidak setujuan Axel.”


Demitri menganggukkan kepala nya mengerti, Demitri mengerti dengan benar apa yang Hannah maksud kan. Demitri harus bisa membuat Axel berpihak kepada dirinya dahulu, Demitri harus bisa membuat Axel menerima nya sebagai Ayah dahulu baru Hannah akan menerima Demitri sebagai suami nya.


Demitri menutup kotak cincin tersebut, “Aku mengerti. Aku akan berusaha sekuat yang aku bisa untuk memenangkan hati Axel dan membuat Axel menerima ku sebagai Ayah nya.”


Hannah menggenggam tangan Demitri lembut, “Ku harap kau tidak menjadi berkecil hati karena ini, karena aku tidak ada maksud sedikit pun untuk menolak maksud baik mu. Aku hanya tidak bisa memberikan ku janji palsu.”


Demitri sekali lagi menganggukkan kepala nya, “Kau tenang saja aku tidak merasa begitu, kau juga tidak perlu merasa bersalah ini bukan salah mu. Aku akan membuat Axel menyukai ku, aku juga akan membuat Axel dengan suka hati memanggil ku dengan sebutan Ayah.”

__ADS_1


Hannah tersenyum, ia mengeratkan genggaman tangan nya dengan Dekitri. “Ku harap kau berhasil.”


__ADS_2