MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II BAB 46


__ADS_3

“Kita sampai..” Demitri menghentikan mobil nya tepat di tempat parkir toko mainan, dengan sigap turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Hannah dan Axel.


Axel turun dari mobil dengan riang dan terlihat sekali betapa tidak sabaran nya dirinya untuk segera masuk ke dalam toko mainan itu, toko besar yang menjadi surga nya para anak-anak. Semua mainan yang Axel impikan, ada disana.


“Ayo masuk.” ajak Demitri sembari mengulurkan tangan nya kepada Axel, dan dengan cepat tangan tersebut diraih oleh Axel, mereka berdua bergandengan masuk ke dalam toko mainan tersebut.


Hannah yang melihat kebersamaan Axel dan Demitri itu tidak bisa menyembunyikan senyuman nya, ia turut senang melihat kedekatan antara Demitri dan juga Axel.


Hannah ikut melangkah mensejajarkan langkah nya dengan langkah Demitri dan juga Axel, menggenggam tangan Axel yang satu nya sehingga mereka bertiga melangkah bersama saling bergandengan tangan satu sama lain.


Jika ada orang lain yang melihat mereka dan tidak tahu status mereka yang sebenarnya, orang itu pasti akan berpikir bahwa mereka adalah keluarga bahagia. Hannah Ibu nya, Demitri Ayah nya dan Axel adalah putra mereka.


“Woaahh..”


Mata Axel berbinar binar saat melihat figur robot yang terpajang di etalase, robot iron man karakter kesukaan nya.


Robot tersebut besar, hanya melihat saja Axel sudah tahu bahwa figur iron man tersebut pasti harga nya tidak murah.


Axel juga menjadi ragu untuk menyentuh robot tersebut meski dirinya ingin sekali menyentuh, Axel takut jika ia merusak robot tersebut dan membuat Hannah kesulitan nantinya. Jadi Axel hanya memperhatikan nya saja.


“Axel mau robot ini?” tanya Demitri sembari menunjuk figur iron man yang sejak awal Axel perhatikan terus itu, Demitri menyadarinya bahwa Axel menyukai robot tersebut karena sejak masuk ke dalam toko perhatian Axel terus saja tertuju pada robot tersebut.


Demitri kira Axel akan mengangguk dengan cepat, dan berteriak bersemangat bahwa dirinya menginginkan robot tersebut namun nyata nya Axel justru menggelengkan kepala nya pelan dan mengatakan hal yang sebaliknya


“Axel cuma lihat saja, ayo kesana Om. Lihat mainan yang lain.”


Axel mengalihkan pembicaraan, Demitri menyadari hal tersebut sama hal nya dengan Hannah, Hannah juga menyadarinya. Tapi Hannah tahu alasan mengapa Axel seperti itu, itu karena Axel tidak mau kelihatan menginginkan mainan tersebut dan merepotkan Hannah untuk membeli mainan mahal.

__ADS_1


Hannah sudah bisa menebaknya, Axel pasti akan pergi ke rak-rak lain dan meminta dibelikan mainan yang lain yang lebih murah. Meski masih kecil, Axel itu tidak selalu rewel dan ingin ini itu. Axel juga anak yang pengertian.


Hannah hanya diam saja membiarkan, hanya memperhatikan dalam diam bagaimana Demitri dan Axel berbincang mengenai setiap mainan di toko ini.


Mulai dari figur superhero, figur kartun, dan juga mainan mainan lain seperti leggo dan lainnya. Mereka terlihat serius, sampai tiba tiba Axel menghampiri Hannah dengan mainan berbentuk pesawat dan pelukannya.


“Ma.. beli mainan ini ya, boleh ya?”


Axel menatap Hannah dengan tatapan memohon, mata bulat Axel itu seolah berkilat-kilat penuh pengharapan membuat Hannah tidak sanggup untuk menolak, Hannah menganggukkan kepala nya mengiyakan.


Sontak Axel berseru senang karena ia tidak akang pulang dari toko mainan ini dengan tangan kosong, “Terima kasih, Mamaa...”


“Iya, ayo bawa ke kasir biar kita bayar." Hannah mengajak Axel menuju kasir, dengan riang Axel melangkah menuju kasir mendahului Hannah. Hannah hanya menyusulnya dari belakang.


Sementara Demitri mengambil robot yang sebelumnya Axel terus perhatikan itu, tidak mungkin ia membiarkan Axel pulang tanpa mendapatkan robot ini sementara Demitri sendiri tahu bahwa Axel sangat menginginkan robot ini meski Axel tidak memberitahukan nya secara langsung.


Demitri menaruh robot yang ia bawa di atas meja kasir, membuat perhatian Axel dan Hannah beralih kepada Demitri dan robot tersebut bergantian.


Hannah sudah tau apa yang akan Demitri lakukan, tapi Axel. Axel tidak tahu dan ia hanya menatap Demitri dengan takjub, merasa iri karena tema Ibu nya itu membeli mainan bagus dan mahal.


Kasir menyerahkan mainan yang Axel beli, Axel menggenggam nya erat erat sembari memandangi kasir tersebut yang membungkus figur robot tersebut yang telah Demitri bayar lalu menyerahkan nya kepada Demitri.


Hebat, pikir Axel. Jika dirinya sudah besar nanti ia juga pasti bisa membeli mainan apapun yang di inginkan nya, mainan besar dan mahal.


Hannah yang diam-diam memperhatikan ekspresi Axel berusaha menahan tawa nya, entahlah Hannah juga tidak mengerti mengapa Axel menahan diri, padahal Axel bisa saja merengek meminta untuk dibelikan robot manapun yang Axel inginkan.


Terlebih lagi jika Axel menelepon Giovano ataupun Darlen dan meminta hal tersebut kepada kedua Ayah nya itu, Baik Giovano dan Darlen pasti akan langsung membelikan nya untuk Axel tanpa berpikir dua kali.

__ADS_1


“Ayo kita pulang.” Ajak Demitri sembari menenteng mainan yang baru ia beli, kembali menggandeng tangan Axel keluar dari toko mainan tersebut.


Axel membantu membukakan pintu mobil untuk Hannah dan Axel, mempersilahkan Hannah dan Axel masuk ke dalam mobil lebih dulu.


Dan saat Axel duduk diam dengan seatbelt terpasang, saat itu pula Demitri menaruh robot besar yang baru di beli nya itu ke atas pangkuan Axel.


“Nah ini robot nya.” Demitri ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi. “Ayo kita pulang.”


Axel dengan pikiran polosnya berpikir bahwa Demitri menaruh robot tersebut diatas pangkuan nya karena ingin mainan tersebut Axel pegangi agar tidak jatuh ataupun terbentur selama perjalanan.


Axel sama sekali tidak berpikir bahwa mainan tersebut dibeli oleh Demitri untuk dirinya.


Sampai akhirnya mobil yang Demitri kemudikan sampai tepat di depan rumah Hannah dan Axel, lagi-lagi Demitri membukakan pintu mobil untuk mereka berdua.


Axel hendak meninggalkan mainan robot tersebut di mobil namun Demitri langsung mengambilnya dan kembali menyerahkan nya kepada Axel.


“Kenapa ditinggal robot nya, kan ini Om belikan untuk Axel.” ujar Demitri sembari menyodorkan robot tersebut kepada Axel, Axel terkejut tentu saja. Dan yang lebih penting nya lagi Axel merasa sangat amat senang, senang karena ia mendapatkan mainan yang ia dambakan.


“Benelan ini buat Axel, Om?” tanya Axel lagi seolah tidak percaya.


“Iya benar, itu Om belikan memang khusus untuk Axel. Bagaimana Axel suka? Axel senang?” tanya Demitri kepada Axel yang menerima robot tersebut dengan senyum lebar.


Axel menganggukkan kepalanya penuh semangat sebagai jawaban, “Iya Axel suka, Axel juga senang. Terima kasih ya Om Demitri.”


“Iya sama-sama.” Demitri mengacak-acak rambut Axel gemas.


Demitri tersenyum senang, ia telah maju selangkah lebih dekat dengan Axel, Demitri harus semakin dekat dengan Axel sehingga Axel bisa menerima nya menjadi Ayah nantinya.

__ADS_1


“Axel, masuk dulu ya Om. Sampai ketemu lagi lain kali.”


__ADS_2