MY REVENGE

MY REVENGE
EP 14 : HELP ME


__ADS_3

“Sebenarnya kau ini berhasil membunuhnya atau tidak?”


James mengepalkan tangannya mendengar teriakan Martha melalui ponsel canggihnya itu.


“Aku masih belum bisa memastikan.” James tidak tahu harus menjawab seperti apa, jikalau ia berkata ia gagal maka Martha pasti akan meminta James untuk menyakiti Hannah lagi sedangkan Hannah masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit saat ini.


James ingin menolak, memaki Martha namun ia tidak bisa. Martha punya semua bukti bukti atas tindakan kriminal yang pernah James lakukan, menentang Martha sama saja dengan percobaan bunuh diri.


“Bagaimana bisa kau tidak bisa memastikannya? Dia sekarat?”


“Akan ku beri kabar pastinya nanti, yang pasti kemarin aku nyaris tertangkap. Kau tahu bukan kalau aku tertangkap maka kau juga akan tertangkap jadi diamlah.”


James menutup sambungan telepon itu, James membawa dirinya memasuki ruang rawat inap Hannah. Hatinya terasa bagai tercubit ketika melihat Hannah tengah berbaring membelakangi nya.


James ingin meminta maaf namun James tidak memiliki keberanian diri. Bagaimana ia berani meminta maaf setelah menjadi penyebab dari kesakitan yang Hannah alami.

__ADS_1


Luka yang Hannah dapati memang cukup dalam namun dokter bisa mengatasi itu, Hannah masih dalam proses perawatan dikarenakan bekas jahitan lukanya masih rentan terbuka kembali ataupun mengeluarkan darah.


“Hannah..” James memanggil Hannah pelan, James tahu Hannah tidak tidur namun James bisa memahami bahwa Hannah marah padanya. Siapa juga yang tidak marah setelah dilukai? Orang gila saja mengamuk jika kita melempar batu kearahnya apalagi menikamnya kan?


“Hannah aku minta maaf, aku tidak tahu kalau itu kau. Jikalau aku tahu bahwa target yang dimaksud adalah kau maka aku pasti sudah akan menolak untuk menghabisi nyawa mu, aku tidak bermaksud.” James melangkah mendekat, ia mengusap puncak kepala Hannah, tidak ada perlawanan yang Hannah berikan, hanya diam.


“Aku minta maaf, kau tahu kan kalau aku menyayangi mu. Kau jelas tahu bahwa kau dan Reyna adalah orang yang paling berarti dalam hidup ku. Aku tidak akan mampu melukai mu, aku mohon maaf.”


Hannah hanya diam, menatap jendela rumah sakit yang menampilkan taman rumah sakit yang tampak ramai di penuhi oleh pasien pasien yang ingin menghirup udara segar.


“Siapa yang menyuruh mu?”


“Aku sudah mengatakan sebelumnya bukan, aku tidak bisa memberitahu mu hal itu, dia bisa memenjarakan ku.”


Hannah berdecih, “Kau bilang aku ini berharga bagi mu, kau lebih memilih melihat ku mati dibanding mengatakan siapa yang menyuruh mu, begitu?”

__ADS_1


James bimbang, ia ingin memberitahu Hannah tapi James tahu Martha itu wanita licik. Namun James begitu mencintai Hannah, melihat Hannah menatapnya dengan tatapan benci jauh lebih menyakitkan dibandingkan harus menghabiskan sisa hidupnya dipenjara.


“Baiklah aku akan memberitahu mu.”


Hannah membalik kan tubuhnya menghadap James, menatap laki laki itu dengan tatapan seriusnya.


“Orang yang menyuruh ku ini adalah orang licik, ini bukan pertama kalinya dia menyuruhku menghabisi nyawa orang. Dia adalah calon istri dari pewaris Constantine Corp. Martha Orreta.”


Tubuh Hannah membeku, Martha.. wanita iblis itu benar benar kejam. Setelah merebut segalanya dari Hannah, membuat kedua orangtua Hannah meninggal sekarang Martha ingin membuat Hannah meninggal juga?


Wanita itu memang tidak bisa di diamkan, Hannah harus segera mengeksekusinya bagaimanapun caranya, Hannah tidak akan lagi main cantik. Meskipun ia akan dipenjara nantinya Hannah hanya ingin satu hal, Martha mati ditangannya.


“Kau mengenal orang itu?” melihat raut wajah Hannah membuat James menyimpulkan bahwa Hannah mengenal Martha, dan mereka pasti memiliki hubungan yang tidak baik.


“Kau ingin aku memaafkan mu bukan?” Hannah menatap James dengan tatapan tajamnya, tatapan Hannah sempat membuat hati James terasa seperti tercubit, kemana dulu tatapan riang dan polos Hannah, ada apa dengan Hannah nya sebenarnya?

__ADS_1


“Bantu aku menghabisi wanita sialan itu.”


__ADS_2