MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 28


__ADS_3

“Sudah jelas bahwa Demitri pasti menyuruh orang kepercayaan nya untuk mengorek tentang hubungan ku dan Giovano, kau berhati hati lah dengan laki laki itu. Bukan tidak mungkin dia akan menyewa orang untuk membuntuti mu, laki laki itu gila. Dia pernah masuk rumah sakit jiwa dulu, kah benar benar harus menjaga jarak dari laki laki itu. Aku tidak ingin kau terluka.”


Hannah menganggukkan kepala nya mengerti, lagi pula Hannah juga tidak ingin berdekatan dengan laki laki itu. Meski Hannah tidak mengingat apapun tentang Demitri, Hannah tetap merasa tidak nyaman di dekat laki laki itu.


Rasanya sangat tertekan setiap kali Demitri dekat dengan nya seolah olah tubuh Hannah sendiri yang menolak untuk dekat dengan Demitri, mungkin tubuh Hannah mengingat trauma tersebut, trauma yang disebabkan oleh laki laki itu.


***


Hananh tidak bisa tidur dengan tenang malam ini, entah mengapa setelah sekian lama tidur tanpa mimpi. Hannah akhirnya kembali bermimpi.


Mimpi yang aneh, mimpi yang rasanya seperti kenyataan. Seolah olah benar benar pernah terjadi.


Dalam mimpi Hannah tersebut Hannah melihat sosok perempuan dengan pakaian rumah sakit, perempuan itu tidak lain adalah dirinya sendiri.


Hannah melihat dirinya berlari, digelapnya malam ia berlari sekencang yang ia bisa. Hannah tidak tahu sebenarnya mengapa ia berlari, berlari dari apa? Dari kejaran? jika memang iya, siapa yang mengejar nya?


Hannah melihat dalam mimpi nya ia dengan tangan nya sendiri memukul seorang perawat, membuat perawat itu meringis kesakitan dan berteriak, Hannah mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.


Mimpi macam apa sebenarnya ini, Hannah berusaha bangun dari tidurnya sendiei namun ia tidak bisa mimpi itu terus berlanjut meski tubuh Hannah sudah terbalut keringat dan sprei tempat tidur nya sudah basah karena keringat nya sendiri.


Hannah melihat dalam mimpinya dirinya tengah berlari kencang tanpa memperdulikan bahwa ia berlari tanpa mengenakan alas kaki apapun, seolah tidak perduli kakinya terluka, dalam mimpi itu Hannah melihat dirinya seolah sangat sangat putus asa.


seolah semua nya akan berakhir. Tapi apa?


Hannah semakin mempercepat larinya, ia meraba kantung dari piyama rumah sakit yang dikenakannya. Hannah sudah membawa pisau buah bersama nya, pisau buah yang ia ambil diam diam dari atas nakas meja kamar rawatnya.


Hannah terus berlari, Hannah tidak memperdulikan rasa sakit di kakinya dan bahkan perutnya yang mulai terasa nyeri.


Hannah bertanya tanya, mimpi macam apa ini kenapa ia membawa pisau?


“Maamaaaa!!!”

__ADS_1


Tiba tiba saja mata Hannah terbuka, ia terbangun dari mimpi nya. Hannah menoleh ke arah Axel yang duduk di samping ranjang, menatap Hannah dengan mata penuh air mata.


“Mama kenapa, mama mimpi buruk ya? Mama Asel panggil dari tadi gak jawab tapi Mama keringatan. Mama sakit?”


Hannah menggelengkan kepala nya, berusaha untuk tersenyum menyembunyikan rasa ketakutannya sendiri agar Axel tidak khawatir dan kembali menangis.


“Mama tidak apa apa sayang. Axel kenapa bangun, ini masih malam sayang.” Hannah bangun dari posisi berbaring nya, melirik jam dinding yang menunjukan pukul 12 malam.


“Asel kepengen pipis Ma, Asel sudah bangunin Mama mau minta ditemani ke kamar mandi tapi Mama tidak bangun bangun, Asel pikir Mama sakit.” Axel masih berusaha untuk menahan rasa ingin buang air kecil nya.


“Kalau begitu ayo Mama antar ke kamar mandi sebelum Axel mengompol disini.”


Hannah membantu Axel turun dari ranjang mereka, dan menggandeng tangan Axel menuju kamar mandi.


Membantu Axel pipis dan kembali membaringkan Axel ke ranjang setelah selesai. “Tidur lagi ya sayang, kan besok sekolah.”


Hannah berbaring tepat di sebelah Axel, menepuk nepuk punggung Axel lembut dan menyanyikan Axel lagu pengantar tidur agar Axel cepat terlelap.


Namun bukan hanya Axel yang jatuh terlelap, Hannah pun juga kembali tertidur dan sial nya kembali bermimpi kali ini mimpi nya jauh lebih mengerikan.


“Aku akan mengantarkan kau ketempat dimana kau seharusnya berada.” Hannah memberikan sayatan di leher wanita itu, Hannah terkejut melihat dirinya sendiri dalam mimpi itu. Kenapa dirinya sekejam ini?


Wanita yang ia lukai itu bergerak gerak melawan, namun Hannah dalam mimpi itu seolah tak terlawan, Hannah begitu kuat menahan wanita itu.


“Argh- lepaskan!” Kali ini wanita itu mncoba melawan, berusaha mencekik Hannah, ia mencengkram leher Hannah sekuat mungkin, berharap tindakan nya akan membuahkan hasil namun Hannah dalam mimpi itu sangat amat kuat, benar benar tetap tak bergeming meski sudah di cekik sekuat mungkin.


Wanita menjerit kesakitan, Hannah kembali melihat dirinya memberikan luka di tempat yang sama dimana Hannah sebelum nya lukai.


Wanita itu semakin bergerak gerak melawan dan menendang perut Hannah sekuat tenaga hingga Hannah terpental menjauh sedikit.


Wanita mengambil kesempatan itu untuk berlari mengambil senjata dari dalam laci. Wanita itu menodongkan pistol kearah Hannah yang bangkit berdiri dan menatap nya dengan pandangan datar, Hannah seolah tidak gentar dengan todongan pistol wanita itu seolah olah pistol itu tidak akan melukai nya, tidak akan membuat nya berhenti untuk melakukan apa yang di inginkan nya saat ini.

__ADS_1


“Berhenti ku bilang! Aku tidak akan segan segan melukai mu!” Wanita itu semakin mengacungkan pistol di tangan nya, “Kau bisa mati saat ini juga, aku akan mempertemukan diri mu dengan kedua orang tua sialan mu itu!”


Wanita itu menggerakkan jari telunjuk nya, hendak menarik pelatuk pistol nya namun suara gedoran pintu apartemen nya membuat fokus Wanita itu teralih.


Wanita yang menodongkan pistol kepada Hannah itu kembali menarik sudut bibir nya membentuk sebuah senyuman sinis, “Sebelumnya kau bilang apa? Tidak akan ada yang datang menolong ku? Kau salah besar Hannah, kau.. bahkan Tuhan sekali pun tidak bisa menyakiti ku!”


Wanita itu berjalan mundur, ia masih terus menodongkan pistol nya sembari berjalan perlahan lahan menuju pintu.


Wanita itu membuka pintu yang sebelumnya digedor gedor itu. Hanaah terkejut bukan main saat melihat siapa yang datang, orang tersebut wajah nya sangat familiar. Orang itu tidak lain adalah Demitri.


Ada apa ini, kenapa Demitri bisa ada dalam mimpi ini?


“Apa yang kau lakukan Martha, kau mau membunuh Hannah?!”


Dalam mimpinya Hannah bisa melihat Demitri meneriaki wanita itu, “Lepaskan senjata itu, jangan bertindak macam macam kau Martha.”


Martha? jadi wanita sinting itu bernama Martha?


Wanita itu mengernyit kan alis nya tidak senang, bukan reaksi seperti itu yang ia harapkan dari Demitri. “Kau tidak melihat Demitri, aku lah disini yang terluka, dia melukai ku! Aku menodong nya dengan pistol agar dia tidak coba coba untuk menyakiti ku lagi!”


Wanita itu mengalihkan fokusnya kepada Demitri, ia menurunkan pistol nya dan menunjukkan Demitri luka di leher nya, Martha terlalu sibuk mengambil perhatian Demitri hingga ia tidak sadar Hannah berjalan mendekati nya dan menghujamkan pisau tajam nya tepat di punggung Martha.


Hannah menusuk punggung wanita itu seolah tanpa beban, Hannah sendiri terkejut melihat dirinya sendiri seperti itu meski itu semua hanya lah mimpi.


“K-kau!” Wanita itu kelihatan kesakitan, luka nya sudah teramat banyak, dengan tangan gemetaran wanita bernama Martha kembali menodongkan pistol ke kepala Hannah, ia menggerakkan jali telunjuk nya yang terasa tak berdaya namun tiba tiba saja pistol ditangan nya di ambil alih.


Hannah hendak mengambil alih pistol tersebut namun Demitri bergerak lebih cepat sehingga Demitri yang mendapatkan pistol itu. Senyum wanita bernama Martha itu mendsdak terbit diantara kesakitan ya akibat dari luka yang ia dapati.


“Tembak dia Demitri, jangan beri ampun.”


Hannah kembali terbangun dari mimpi nya, kali ini tubuh nya lebih basah dari sebelum nya.

__ADS_1


Hannah mengusap wajah nya kasar, kenapa.. kenapa ia memimpikan hal seperti itu? Kenapa Demitri bisa muncul dalam mimpi Hannah itu dan juga, siapa wanita yang Hannah lukai itu.


Kenapa dalam mimpinya Hannah terlihat sangat amat membenci wanita itu. Dan juga kenapa mimpi ini terasa sangat nyata seolah olah benar benar pernah terjadi sebelumnya?


__ADS_2