MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 32


__ADS_3

Martha?


Bukan kah nama itu adalah nama wanita yang dalam mimpi Hannah, Hannah mencoba membunuh nya berkali kali dengan belati?


Mimpi dimana Hannah melihat dirinya lari dari rumah sakit, bertengkar dengan satpam dan perawat hingga akhirnya sampai di apartemen Martha.


Hannah ingat betul dalam mimpi nya ia sangat ingin membunuh wanita itu. Dan seingat Hannah di dalam mimpi nya saat Hannah bertengkar dengan Martha, Hannah melihat Demitri menodongkan pistol ke arah nya dan atas permintaan Martha untuk Demitri menembak mati Hannah.


***


“Hannah, kau baik baik saja?” Darlen khawatir saat melihat Hannah meringis sembari memijat pelipis nya. Sudah Darlen duga menceritakan kenangan buruk tidak mungkin tidak membawa efek yang buruk juga.


“Kepala ku sakit sekali rasa nya, nama wanita itu. Nama Martha. Aku mengetahui nya, semalam aku bermimpi kemungkinan mimpi tersebut adalah potongan dari ingatan yang telah ku lupakan. Dalam mimpi tersebut aku melihat diriku sendiri yang mencoba untuk membunuh wanita itu, tapi disana tidak hanya ada kami berdua melainkan juga ada Demitri disana. Demitri menodongkan senjata api ke arah ku.”


Darlen menepuk nepuk bahu Hannah, “Lebih baik kau beristirahat, kita bisa melanjutkan pembicaraan kita ini lain kali. Jika di paksa kan kau justru hanya akan semakin kesakitan.”


Hannah menggelengkan kepala nya menolak, Hannah tidak ingin menunggu lagi, jika mereka membahas masalah ini lain kali yang ada Darlen justru akan berubah pikiran lagi dan batal menceritakan semua kebenaran nya kepada Hannah. Hannah tidak ingin hal seperti itu terjadi sehingga ia memaksakan dirinya. Tetap meminta Darlen untuk melanjutkan cerita nya.


Hannah mengangkat tangan nya, menunjukkan pergelangan tangan nya yang penuh bekas luka sayatan kepada Darlen. “Bekas luka ini, kenapa ada bekas luka seperti ini di tangan ku? Apa ini juga bersangkutan dengan Demitri?” tanya Hannah.


Darlen menganggukkan kepala nya pelan, bekas luka sayatan itu memang ada sangkut paut nya dengan Demitri.

__ADS_1


“Apa laki laki itu yang menyayat tubuh ku sampai seperti ini?” tanya Hannah lagi.


Kali ini Darlen menggelengkan kepala nya, memang bekas luka itu ada sangkut paut nya dengan Demitri namun bukan Demitri lah yang membuat bekas luka tersebut ada. Demitri tidak pernah menyayat pergelangan tangan Hannah.


“Kau Hannah, orang yang membuat luka sayatan itu adalah dirimu sendiri.”


“A-apa? ak-aku.. aku melukai diriku sendiri?” Hannah kembali tidak menyangka, apa lagi ini. Kenapa Hannah melukai dirinya sendiri? untuk apa, apa dirinya dahulu itu masokis?


“Kau dahulu nya bukan hanya sekali dua kali hampir mati, tapi sudah berkali kali. Kau dapat hukuman atas kejahatan yang kau lakukan atas tuduhan pembunuhan berencana, Martha meninggal dan kau di hukum mati. Aku dan Giovano bersusah payah untuk bisa mengeluarkan kau dalam situasi tersebut namun yang bisa kami lakuka hanya menyuap dan membawa kabur tubuh mu yang telah di tembak ke rumah Giovano, disana kau di obati oleh dokter kepercayaan Giovano. Aku dan Giovano selalu menanti nantikan kesadaran mu saat dokter berhasil menyelamatkan mu dan mengeluarkan peluru yang tertanam dada mu.” Darlen tersenyum miris saat mengingat kejadian itu.


“Tapi saat kau sadar kau justru tidak senang kami selamatkan, kau bilang kau ingin mati. Kau tidak ingin hidup lagi karena kau merasa tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini, kau terlalu depresi dan trauma dengan segala yang sudah terjadi. Aku dan Giovano berusaha untuk membuat mu paham bahwa kau tidak sendiri, ada kami untuk mu tapi semua itu seolah tidak ada arti nya kau justru mulai melukai dirimu sendiri dengan alasan kau merasa bahwa kau akan lebih bahagia jika kau mati, karena dengan kematian kau bisa bertemu dengan orang tua mu dan juga calon anak mu yang telah gugur dalam kandungan mu.”


Dulu dirinya pernah hamil?


“Maksud mu aku dulu sempat mengandung? Apa itu anak Demitri?”


Darlen menganggukkan kepala nya, “Ya, itu anak Demitri. Karena rasa putus asa mu kau terus saja berusaha untuk bunuh diri. Kau sengaja menenggelam kan dirimu sendiri di dalam bathtub kamar mandi, kau mengiris pergelangan tangan mu berkali kali. Dan yang paling parah yang membuat ku bisa sampai lupa ingatan adalah, kau melompat dari atap. Hari itu saat kau melompat dari atap, ku pikir aku benar benar telah kehilangan mu. Tapi ternyata Tuhan juga tidak ingin kau mati begitu saja setelah semua penderitaan yang kau alami, kau kembali selamat dan kau kehilangan ingatan mu.”


Darlen mengusap air mata yang jatuh ke pipi nya, “Aku tahu aku tidak seharus nya berbohong kepada mu, tapi aku tidak punya pilihan lain. Aku tidak ingin melihat mu menyakiti dirimu sendiri lagi. Dengan keadaan mu yang hilang ingatan membuat mu tidak lagi melakukan percobaan bunuh diri lagi. Kau pun menjadi tampak lebih hidup, bahkan kau terlihat bahagia saat aku memutuskan untuk mengadopsi Axel dari panti asuhan. Aku tidak bermaksud jahat, aku hanya tidak ingin kehilangan lagi.”


Hannah menganggukkan kepala nya mengerti, Semua yang Darlen lakukan semata mata hanya demi kebaikan Hannah sendiri.

__ADS_1


“Berjanjilah kepada ku, jika ingatan mu benar benar kembali dan kau kembali merasakan perasaan putus asa itu. Jangan sakiti dirimu lagi, kau tidak sendiri. Ada aku, Giovano dan Axel yang akan selalu berada di sisi mu. Kau tidak boleh merenggut nyawa mu sendiri dan berpikiran bahwa tidak akan ada orang yang sedih dengan kepergian mu. Keberadaan mu di dunia ini sangat berharga Hannah, kau harus tahu itu.”


***


Sebut saja Demitri gila dan tidak tahu malu karena lagi lagi datang ke sekolah Axel untuk bertemu dengan Hannah pasti nya, tapi kali ini Demitri berniat untuk menemui Hannah bukan disaat Hannah sedang sendiri tapi disaat Hannah tengah bersama putra nya itu.


Jika ada putra nya Hannah tidak akan mungkin bicara kasar kepada Demitri bukan?


Seperti biasa Demitri menunggu Hannah di dalam mobil nya, menunggu wanita itu tiba untuk menjemput putra kesayangan nya itu.


Lama Demitri menunggu, namun Hannah tidak kunjung terlihat juga.


Demitri sempat berpikir mungkin Hannah akan telah menjemput putra nya sehingga itu juga bisa menjadi kesempatan bagi Demitri untuk mengajak bicara putra Hannah itu.


Tapi rencana hanya tinggal rencana, bukan nya Hannah muncul Demitri justru melihat Darlen lah yang menjemput putra Hannah dari sekolah.


Demitri dengan kesal memukul stir mobil nya, sial. Demitri gagal lagi.


Dan apa apaan ini, Anak Hannah dan Darlen dekat? benar benar. Melihat hal itu membuat Darlen semakin berapi api, jika Darlen saja bisa dekat dengan anak Hannah maka Demitri pun bisa.


Demitri akan mengambil hati anak itu, membuat anak itu membenci Ayah nya sendiri, lalu membenci Darlen dan hanya akan memilih Demitri sebagai calon Ayah baru nya.

__ADS_1


__ADS_2