
Jangan panggil Demitri dengan sebutan Demitri jika ia menyerah begitu saja dan ulang dengan dengan tangan kosong.
Demitri tidak akan mau kembali tanpa membawa hasil, terlebih lagi hal yang sangat ingin di ketahui olehnya itu menyangkut Hannah wanita yang amat Demitri cintai.
Hal itu semakin membuat Demitri tidak ingin menyerah, persetan dengan makian Ivander yang mengatakan bahwa Demitri terlalu terobsesi.
Lagi pula laki laki mana yang tidak menggila setelah melihat wanita yang mirip dengan kekasih hati nya yang telah tiada. Lelaki mana? Jika Ivander berada di posisi Demitri saat ini pasti Ivander akan mengerti.
Namun sekarang Ivander tidak akan bisa mengerti, karena Ivander sendiri tidak tahu tentang apa itu cinta.
Demitri tidak pulang setelah Elijah, salah satu pekerja di Bar tersebut mengatakan bahwa Darlen tidak bisa ditemui sekarang ini. Demitri justru melajukan mobil nya menuju rumah Darlen yang kemarin sudah Demitri datangi namun penghuni nya tidak ada di rumah.
Tentu saja Demitri melakukannya setelah berpisah dengan Ivander di jalan, Ivander pulang ke apartemen nya sementara Demitri pergi ke rumah Darlen.
Jika memang Darlen tidak bisa ditemui di tempat kerja nya maka Demitri akan menemui Darlen di rumah nya.
Mobil yang Demitri kendarai berhenti tepat di depan gerbang rumah besar yang menjadi tempat tinggal Darlen, Demitri turun dari mobil nya itu dan menekan tombol bel yang berada di dinding dekat gerbang rumah itu.
Sebelumnya saat Demitri kemari, tidak ada jawaban bahkan setelah Demitri menekan bel berkali kali. Namun kali ini hanya butuh dua kali menekan bel, Demitri kemudian mendengar suara dari intercom pertanda bahwa ada orang di dalam rumah.
“Siapa?”
.Tubuh Demitri mendadak membeku setelah mendengar suara dari intercom itu, suara yang Demitri kenali. Bukan kah ini suara wanita itu? suara wanita yang mirip dengan Hannah.
Mendengar suara itu meski hanya menyebutkan satu kata saja sudah membuat Demitri teringat tentang Hannah, bagaimana bisa orang lain memiliki suara yang sama persis seperti suara Hannah?
__ADS_1
“Saya Demitri, saya kemari ingin bertemu dengan anda.”
Niat awal Demitri kemari adalah untuk bertemu dengan Darlen dan menanyai Darlen perihal wanita yang mirip degan Hannah tersebut. Karena Demitri ingin bisa kembali bertemu dengan wanita itu dan Darlen lah yang bisa menjadi petunjuk bagi Demitri untuk bisa bertemu dengan wanita itu lagi.
Tapi siapa sangka, ternyata wanita yang mirip dengan Hannah itu justru tinggal bersama dengan Darlen. Membuat Demitri memikirkan apa sebenarnya hubungan Darlen dengan wanita yang mirip dengan Hannah itu.
***
Hannah sedang bermain dengan Axel saat bel berbunyi, Hannah ingin melihat siapa yang bertamu melalui kamera yang terpasang di luar. Hannah bisa melihat rupa orang yang bertamu itu melalui layar intercom.
Sedikit terkejut ketika melihat siapa yang datang bertamu, itu laki laki yang sebelumnya Hannah temui di Rumah sakit. Laki laki aneh yang Darlen sebut sebut sebagai dalang dari semua luka di tubuh Hannah.
Meski sudah tahu siapa, Hannah tetap bertanya melalui intercom itu. “Siapa?”
melalui kamera Hannah bisa melihat bahwa laki laki itu terlihat terkejut sejenak sebelum akhirnya kembali terlihat tenang dan menjawab pertanyaan Hannah.
“Saya Demitri, saya kemari ingin bertemu dengan anda.”
Kenapa laki laki itu datang kemari untuk menemuinya?
Di satu sisi Hannah takut untuk mempersilahkan laki laki tersebut masuk ke rumah lantaran perkataan Darlen tentang laki laki itu masih terngiang ngiang di kepala Hannah.
Namun Hannah juga tidak bisa memungkiri bahwa ia penasaran, apa alasan laki laki ini terus mencarinya. Karena jika memang laki laki ini bertujuan jahat kepadanya kenapa saat di rumah sakit sebelumnya saat Hannah bertemu dengan laki laki itu, laki laki itu justru menatap nya dengan tatapan penuh kesedihan bukan kebencian?
katakan saja Hannah gila mempersilahkan orang tidak di kenal masuk ke dalam rumah, tapi rasa penasaran Hannah lebih besar dari rasa takutnya.
__ADS_1
Lagi pula sebelumnya melalui pesan Giovano mengatakan bahwa ia sudah dalam perjalanan pulang, jika memang laki laki yang Hannah persilahkan masuk itu bertindak jahat maka pasti ada Giovano yang menolong.
Sebelum benar benar mempersilahkan laki laki itu masuk, Hannah meminta Axel untuk diam di kamar sementara. Jika memang laki laki itu jahat, Hannah tidak ingin Axel terluka.
Jika dirinya sendiri yang terluka tidak apa apa, tapi tidak dengan Axel. Hannah tidak akan rela jika suatu hal buruk terjadi kepada Axel.
***
Demitri duduk di sofa ruang tamu berhadap hadapan dengan sosok wanita yang mirip dengan Hannah itu, semakin Demitri lihat semakin wanita itu terlihat mirip dengan Hannah.
proporsi tubuh nya, wajah nya, cara nya mengerutkan kening, cara nya duduk di sofa, bahkan cara nya menghela nafas pun benar benar mengingatkan Demitri kepada Hannah.
“Sebenarnya apa tujuan anda kemari ingin bertemu dengan saya, dan dari mana anda tahu saya tinggal disini?” Hannah bertanya kepada Demitri melalui intercom, masih enggan untuk membiarkan Demitri untuk masuk ke dalam.
“Sa-saya tidak tahu kalau anda tinggal disini, awalnya saya kemari untuk bertemu dengan Darlen. Untuk menanyakan tentang anda tapi ternyata anda tinggal disini. Jadi saya pikir dari pada bertanya dengan Darlen lebih baik langsung bertanya kepada anda saja.”
Hannah terdiam sejenak, memikirkan mengapa laki laki ini benar benar niat sekali mencari kesana kemari bahkan berniat menemui Darlen hanya untuk bertanya tentang Hannah? Apa yang sebenarnya laki laki ini inginkan?
“Apa yang ingin kau tanyakan?” tanya Hannah lagi melalui intercom.
“Tidak bisa kah saya masuk ke dalam atau anda keluar sebentar? Bukan kah tidak nyaman berbincang melalui intercom seperti ini? dan saya juga ingin melihat wajah anda, ada yang ingin saya pastikan.”
Hannah ragu tentu saja, tapi rasa penasaran nya lebih besar. Hannah mengiyakan permintaan Demitri untuk masuk ke dalam namun sebelum itu Hannah sudah meminta Axel untuk menunggu di kamar, bermain sendiri disana dulu selagi Hannah berbincang dengan Demitri di ruang tamu.
Hannah memencet tombol yang membuat pintu pagar rumah tempatnya tinggal terbuka secara otomatis, melalui layar intercom Hannah bisa melihat Demitri yang melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah hingga akhirnya sampai di depan pintu utama.
__ADS_1
Butuh sedikit waktu berpikir bagi Hannah untuk benar benar membuka pintu tersebut dan mempersilahkan Demitri masuk, dalam hati Hannah berdoa semoga keputusan nya ini bukan keputusan yang salah.