MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II BAB 45


__ADS_3

Axel, anak laki laki kecil itu menaikkan satu alis nya saat melihat bahwa hari ini Ibu nya menjemput dirinya dari sekolah tidak sendirian. Namun dengan seorang laki laki yang Axel tidak kenali namun Axel pernah melihat orang itu beberapa kali di sekitar Ibu nya.


“Om ini siapa Ma?” tanya Axel sembari mendongak kan kepala nya memandang Hannah dan sosok laki laki yang berdiri di samping Hannah itu bergantian.


Jika diperhatikan dengan baik-baik, wajah laki laki dewasa itu mirip dengan laki laki yang sebelumnya sempat menemui Ibu nya juga, kalau tidak salah nama nya Ivander?


“Oh, Om ini teman Mama.” jawab Hannah kepada Axel, mendahului Demitri yang hendak memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Hannah.


Demitri sedikit kecewa diperkenalkan sebagai teman, namun tidak mungkin juga Demitri tiba tiba memperkenalkan diri sebagai kekasih Hannah. Axel pasti kebingungan, Axel saja belum mengerti tentang hubungan antara Hannah dengan kedua Papa nya.


“Oh, teman..”


Axel menganggukkan kepala nya mengerti, tersenyum saat melihat Demitri dan dibalas senyuman pula oleh Demitri.


Satu hal yang Demitri yakini saat ia melihat senyum Axel kepadanya, bahwa Demitri harus bisa memenangkan hati anak ini. Kunci untuk bisa benar benar bisa memiliki Hannah adalah menangkan hati Axel.


“Kita makan siang dulu ya sebelum pulang.” ajak Hannah kepada Axel, namun Axel justru mengerutkan kening nya bingung.


“Memang nya kita tidak makan siang di rumah sama Papa Darlen?” tanya Axel bingung, lantaran biasa nya mereka selalu makan siang bersama dengan Papa Darlen di rumah. Kalau pun makan siang di luar pasti juga dengan Papa Darlen.


“Papa sedang ada urusan sayang, jadi makan siang kali ini Axel sama Mama dan Om Demitri ya.”


Axel hanya menganggukkan kepalabnya saja menurut, meski sebenar nya Axel masih merasa asing dengan keberadaan Demitri.

__ADS_1


“Ayo sayang.” Hannah menggandeng tangan kiri Axel, melangkah mendekat kearah mobil sementara Demitri membukakan pintu mobil untuk mereka.


***


Giovano terkejut ketika melihat Darlen datang ke kantor nya saat jam makan siang, biasa nya Darlen selalu makan siang bersama dengan Hannah dan juga Axel.


“Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Giovano seraya bangkit dari kursi kebanggaan nya itu melangkah mendekati Darlen.


“Jadi aku tidak boleh kemari, begitu?”


Giovano menggelengkan kepala nya, bukan begitu maksud Giovano. Justru ia senang sekali Darlen datang kemari.


“Maksud ku, biasanya kau kan makan siang dengan Hannah dan Axel, apa kau tidak makan siang dengan mereka hari ini?”


Darlen menggelengkan kepala nya, “Tidak, justru Hannah sendiri yang mengatakan bahwa dia akan makan siang dengan Axel bersama Demitri. Dia meminta tolong agar aku tidak ikut sehingga Demitri memiliki kesempatan untuk mendekati Axel.”


“Dan kau menuruti keinginan Hannah begitu saja, aneh. Bukan kah kau benci sekali dengan Demitri?” tanya Giovano lagi, seingatnya Darlen memang masih sangat amat tidak suka dengan Demitri, dan menentang keputusan Hannah untuk memberi Demitri kesempatan.


Tapi sekarang Darlen sekarang justru mau menuruti keinginan Hannah untuk mendekatkan Axel dengan Demitri.


“Tentu saja aku membenci Demitri, mana mungkin perasaan benci ku kepadanya hilang begitu saja, aku hanya merasa bahwa aku tidak berhak untuk melarang Hannah melakukan keinginannya. Karena yang menjalani nya adalah Hannah sendiri, aku hanya bisa mendukung nya saja. Tapi jika Demitri menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan kepada nya dan justru kembali membuat Hannah terluka, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan menghabisi Demitri saat itu juga.” ujar Darlen dengan nada serius, ia tidak main main dengan perkataan nya. Jika Demitri benar benar melakukan kesalahan, Darlen tidak akan segan-segan memisahkan Demitri dengan Hannah.


***

__ADS_1


Axel kebingungan saat Demitri bersikap seolah olah mereka ini dekat, Axel merasa canggung lantaran ia tidak pernah dekat dengan teman-teman orang tua nya.


“Sudah makan nya, apa Axel mau nambah lagi?” tanya Demitri kepada Axel yang baru menyelesaikan makan nya, Axel menggelengkan kepala nya karena merasa kenyang sekali. Tidak sanggup kalau harus makan sekali lagi.


“Kalau begitu mau langsung pulang saja? atau Axel ada tempat yang ingin Axel kunjungi. Membeli mainan contoh nya.” tanya Demitri lagi kepada Axel, Demitri sengaja memancing Axel dengan kata kata ‘mainan’ karena sepengetahuan Demitri, anak kecil itu senang sekali dengan mainan.


Dan benar saja, mata Axel mendadak berbinar setelah mendengar kata mainan. Anak mana yang tidak bahagia jika diajak melihat-lihat mainan.


Dengan malu-malu Axel menganggukkan kepala nya, ia ingin melihat lihat mainan, meski tidak dibelikan tidak apa-apa. melihat saja Axel sudah senang bukan kepalang jika dibawa ke tempat yang biasa disebut surga bagi anak-anak itu.


“Baiklah kalau begitu Om bayar makanan kita dulu ya, Axel sama Mama bisa tunggu Om di mobil. Setelah itu baru kita pergi ke toko mainan.” ujar Demitri seraya membantu Axel turun dari kursi nya.


Axel kembali menganggukkan kepala nya sebagai jawaban dan dengan semangat menggandeng tangan Hannah.


“Kami tunggu di mobil ya.” ucap Hannah kepada Demitri sembari mengambil tas nya di atas meja, Demitri memberikan kunci mobil nya kepada Hannah agar Hannah dan Axel bisa masuk ke dalam mobil lebih dulu. Hannah bergandengan tangan dengan Axel menuju mobil Demitri yang terparkir rapih di luar.


Hannah tersenyum saat melihat Axel yang sangat bersemangat, sepertinya tidak akan sulit bagi Demitri untuk bisa dekat dengan Axel. Itu mungkin karena Axel anak yang simple dan tidak sulit untuk di dekati.


Hannah harap Axel dan Demitri bisa dekat dengan baik dan kedepannya Axel bisa menerima bahwa Demitri adalah kekasih Hannah, bukan hanya sekedar teman. Untuk saat ini biar Hannah merahasiakan nya dari Axel karena Axel juga tidak akan mengerti, yang terpenting Axel dan Demitri harus dekat dahulu.


Hannah membuka pintu mobil Demitri dan membantu Axel masuk ke dalam mobil, Duduk bersama dengan Axel di dalam mobil Demitri itu.


Dan tidak lama kemudian Demitri menyusul mereka, ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi, sementara Hannah dan Axel berada di sebelahnya. Memasang sabuk pengaman sebelum melakukan mobil nya itu pergi menuju toko mainan yang Demitri janjikan.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Demitri dengan sengaja memutarkan lagu anak-anak agar Axel semakin bersemangat, dan benar saja. Axel bernyanyi pelan di atas pangkuan Hannah. Suasana hati Axel menjadi sangat baik, dan pandangan Axel terhadap Demitri pun menjadi baik.


Demitri berharap semoga saja ia bisa benar benar mengambil hati Axel, jika Axel sudah menerima dirinya maka tidak ada lagi alasan bagi Hannah untuk tidak menerima Demitri.


__ADS_2