MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 44


__ADS_3

Demitri benar benar tidak menyangka bahwa Hannah kini tengah berada di pelukannya. Ini adalah hal yang selalu Demitri mimpikan sejak 5 tahun terakhir dan sekarang saat ia bisa melakukannya semuanya terasa amat sangat tidak nyata.


Demitri pikir hidupnya telah berakhir, sekuat apapun ia berjuang Hannah tidak akan menoleh kearahnya. Hannah tidak akan menerima uluran tangan Demitri tapi sekarang, perjuangannya tidak sia-sia.


“Sudah.. berhenti lah menangis, mau sampai kapan kau akan terus menangis seperti ini. Leher ku sudah basah sekali.” Hannah menepuk nepuk punggung Demitri berusaha menenangkan Demitri dari tangisnya, agak kesal juga sebenarnya lantaran Demitri terus saja menangis dan memeluk Hannah erat sekali.


“Kau tidak mengerti rasanya Hannah, kau tidak mengerti rasanya.. aku bahagia sekali, aku takut ini semua mimpi. Aku takut jika aku melepaskan pelukan ini kau akan pergi lagi, aku takut jika aku melepaskan pelukan ini dan ternyata ini semua hanya halusinasi ku saja, ini semua hanya mimpi ku saja karena terlalu merindukan mu.”


Hannah menghela nafas berat, “Bukan kah sudah ku katakan padamu bahwa ini bukan mimpi? Jika kau terus bersikap seperti ini aku akan pergi dari sini. Apa kau mau kehilangan aku lagi, apa kau mau kerja keras Ivander yang sudah susah payah untuk meyakinkan ku untuk menerima mu berakhir sia-sia?”


Demitri sontak dengan cepat menggelengkan kepalanya, Demitri jelas saja tidak mau hal itu terjadi.


“Jika kau tidak ingin itu terjadi maka berhentilah menangis kau itu laki laki tapi kau lemah sekali. Seingat ku dulu kau tidak begini.”


Demitri melepaskan pelukannya, menangkap kedua pipi Hannah dengan telapak tangannya yang besar. “Aku begini karena dirimu tahu, kau lah yang mengubah ku. Kau juga lah yang menyadarkan ku bahwa aku ini sebenarnya mencintai mu.”


Hannah terkekeh mendengar perkataan Demitri, sungguh Hannah tidak pernah membayangkan sekalipun dalam pikirannya akan melihat Demitri yang menye seperti ini.


Demitri yang Hannah kenal itu Demitri yang kejam, keras kepala, egois, dan yang pastinya tidak menangis dan juga tidak tersenyum tapi lihat sekarang ini Demitri menangis dalam pelukan Hannah sebelumnya dan juga sekarang Demitri tersenyum lebar hingga menunjukkan deretan giginya seperti orang bodoh.


“Ah.. aku baru teringat dengan Axel, entah apa yang harus ku katakan kepada Axel tentang dirimu.” Hannah teringat dengan putra menggemaskan nya itu, Hannah tidak tahu harus menjelaskan tentang Demitri kepada Axel bagaimana. Hannah tidak mungkin kan mengatakan kepada Axel begitu saja bahwa sekarang Demitri itu adalah kekasihnya.

__ADS_1


“Kau bisa perkenalkan aku kepadanya sebagai calon Ayah barunya, karena aku jamin kita akan segera menikah.” ujar Demitri tanpa tahu malu, baru saja diberi kesempatan oleh Hannah Demitri sudah menyebut nyebut perihal pernikahan.


“Aku baru mengatakan bahwa kita bisa memulainya dari awal bukan? aku tidak pernah mengatakan kepada mu bahwa aku akan menikah dengan mu.” Hannah meledek Demitri yang kelihatan percaya diri sekali. Dan hal tersebut sukses membuat Demitri cemberut tak senang. Ekspresi Demitri sangat lucu menurut Hannah, belum lagi dengan mata bengkaknya itu karena sebelumnya menangis memalukan seperti anak kecil.


“Aku pasti akan menikahi mu, lihat saja nanti. Kau akan bercerai dengan Giovano dan beralih menjadi Nyonya Constant—”


“Bercerai dengan Giovano?”


Demitri menaikkan alisnya ketika Hannah memotong perkataannya dengan sebuah pertanyaan, kenapa Hannah bertanya sudah jelas Hanna harus bercerai dengan Giovano ******** sialan itu.


“Kau tidak ingin bercerai dengannya?” tanya Demitri dengan suara rendahnya.


Bukannya segera menjelaskan kebenarannya Hannah justru ingin sedikit bermain main dengan Demitri, mengingat Demitri sudah membuat kerah baju Hannah basah karena air mata Demitri.


“Kenapa aku harus bercerai dengannya?” Tanya Hannah sembari memperhatikan raut wajah Demitri, Hannah melihat bagaimana alis Demitri menukik turun tak senang ketika pertanyaan nya dijawab dengan pertanyaan lagi. Terlebih lagi pertanyaan itu seolah memprovokasi Demitri.


“Kau harus bercerai dengannya, dia telah berselingkuh dari mu, kenapa kau masih bertanya hal seperti itu. Jelas saja kau harus menceraikan laki laki brengsek sepertinya. Apa kau masih ingin mempertahankan pernikahan kalian dan menjadikan aku sebagai selingkuhan mu?”


Hannah tertawa, pertanyaan Demitri benar benar lucu menurutnya, bagaimana bisa Demitri berpikir sejauh itu. berpikir bahwa Hannah hanya akan menjadikannya sebagai selingkuhan. Ah, Demitri ini polos sekali.


Hannah berusaha untuk menahan tawanya, merasa kasihan dengan Demitri yang kelihatan bingung melihat Hannah tertawa tiba tiba.

__ADS_1


“Aku.. aku bertanya kepada mu untuk apa menceraikan Giovano bukan karena aku tidak ingin melakukannya dan akan menjadikan mu selingkuhan ku, kenapa kau berpikir sejauh itu. Aku bertanya karena kenapa aku harus menceraikan Giovano kalau aku saja tidak pernah benar benar menikah dengannya.”


Mata Demitri melebar, ia mengedip ngedipkan matanya cepat. Berpikir mungkin dirinya salah dengar atau apapun itu. “Kau bilang apa barusan, kau dan Giovano tidak pernah menikah? Lalu Axel, dia anak siapa? Bukan kah dia anak mu dengan Giovano?”


Hannah menganggukkan kepalanya sebentar lalu menggelengkan kepalanya, “Ya, aku dan Giovano tidak pernah menikah karena Giovano tidak akan mungkin menikahi ku karena ia begitu mencintai Darlen. Dan juga Axel bukan anak kandung kami berdua, Darlen yang mengadopsinya dari panti asuhan karena menginginkan seorang anak.”


Demitri tidak tahu mau bereaksi bagaimana sekarang, ia juga tidak tahu harus senang ataupun kesal. Demitri senang mengetahui bahwa Hannah tidak menikah dengan Giovano tapi disatu sisi Demitri kesal lantaran ia telah dibohongi. Tapi meski kesal rasa bahagia lebih mendominasi perasaan Demitri karena dengan begitu Demitri tidak perlu bersaing dengan Giovano untuk mendapatkan Hannah.


“Tapi meski Axel bukan anak kandung ku, aku tetap mencintai Axel seperti anak kandung ku sendiri. Aku menyayangi Axel lebih dari siapapun di dunia ini. Jadi Demitri.. Jika kau ingin bersama ku, kau tidak bisa hanya mencintai ku saja. Kau juga harus mencintai orang yang ku cintai, kau harus bisa mencintai Axel sebagaimana kau mencintai ku.”


Demitri menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, membawa telapak tangan Hannah mendekati bibirnya dan mengecupnya. “Tentu saja aku akan mencintai Axel seperti kau mencintainya, karena putra mu adalah putra ku juga. Ku harap Axel bisa menerima ku dengan baik.”


***


**Guyss tolong baca juga cerita ku yang judulnya IRIDESCENT ya, semoga kalian suka juga sama cerita itu.


Sinopsis IRIDESCENT :


*Aku hamil, aku bahagia.. calon bayiku adalah permata hatiku yang paling berharga. walau, dia ada akibat sebuah kejadian tragis yang tak pernah bisa ku lupakan.


Kejadian saat itu, saat dimana aku diperkosa oleh kekasih kakak ku***.

__ADS_1


__ADS_2