MY REVENGE

MY REVENGE
EP 9 : EVIL PLAN


__ADS_3

Hannah terdiam, dalam kurang dari satu jam sudah ada dua orang yang mengatakan kata ‘pelacur’ kepadanya.


Hannah merasa bahwa kakak beradik ini sama saja, sama sama busuk sekali mulutnya, tidak tahu bagaimana harus berbicara yang baik.


Hannah masih terus mempertahankan senyumannya, “Saya asisten Pak Demitri.”


Hannah dapat melihat Ivander mengangkat alisnya, jelas sekali Hannah tahu bahwa Ivander mempertanyakan asisten mana yang habis mendaki puncak kenikmatan bersama bossnya.


Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat fokus Hannah dan Ivander teralihkan, Hannah dan Ivander sama sama menoleh kearah Demitri yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan celana panjangnya saja.


Hannah bisa melihat bahwa Demitri sama terkejutnya seperti dirinya sebelumnya saat melihat Ivander. Namun sedetik kemudian Hannah melihat Demitri tersenyum, lebar sekali hingga membuat Hannah mengernyit aneh, ini pertama kalinya Hannah melihat Demitri seperti itu.


“Kapan kau datang Van?” Demitri melangkah mendekat dan memeluk erat adiknya itu, menepuk nepuk punggung adiknya sebelum pelukannya ia lepaskan.


“Aku sudah datang sejak tadi, ah kak siapa wanita yang bersama mu ini? Kekasih, selingkuhan, simpanan atau pelacur mu?” lagi lagi Ivander mengatakan pertanyaan yang sama namun kali ini ditujukan pada Demitri.

__ADS_1


Demitri baru tersadar bahwa diantara mereka masih ada Hannah, Demitri terlalu bahagia karna melihat adiknya sehingga ia lupa bahwa masih ada Hannah diantara mereka.


“Yang terakhir.” Demitri menjawab tanpa menoleh ataupun melirik Hannah, jawaban Demitri membuat Ivander tersenyum miring.


“Kau bisa pergi sekarang, terserah kau mau pulang atau bagaimana tapi jangan berkeliaran di kantor hari ini, orang bisa berpikiran yang tidak tidak. Minta saja Rafael mengantar mu pulang.”


Hannah hanya mengiyakan, ia tidak ada tenaga untuk berdebat, belum lagi jawaban Demitri atas pertanyaan Ivander sebelumnya juga cukup melukai perasaan Hannah.


Hannah melangkah pelan meninggalkan dua kakak beradik itu, Hannah tidak ada hak juga untuk mengelak bahwa ia bukan pelacur. Memang ia yang menggoda Demitri sebelumnya, tapi tetap saja itu menyakitkan.


Hannah sudah maju sejauh ini, Hannah tidak akan mundur begitu saja. Setelah melihat wajah Martha tadi saat Demitri mengusirnya saja sudah membuat Hannah senang, Hannah hanya perlu bertahan sebentar lagi dan menjalankan rencananya yang sudah ia susun matang matang sebelumnya.


***


Martha membanting segala sesuatu yang ada disekitarnya, peralatan make up nya yang sudah ia beli mahal mahal pun menjadi korban. Martha tidak perduli hal lain selain melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


Martha muak melihat Demitri bertingkah seperti itu padanya, sebelumnya Demitri tidak pernah seperti itu, sebelumnya Demitri selalu manis padanya namun sekarang Demitri berubah dan itu semenjak Hannah hadir dalam kehidupan mereka.


Martha yakin bahwa berubahnya Demitri itu ada sangkut pautnya dengan Hannah, anak sialan itu seharusnya mati bersama kedua orangtuanya.


Martha menyesal dulu ia tidak menghabisi Hannah, seharusnya dulu saat ia meracuni Ayah Hannah ia juga meracuni Hannah, sehingga Hannah tidak akan menimbulkan masalah saat ini.


Martha mulai berpikir bagaimana cara untuk menyingkirkan Hannah secepatnya, awalnya Martha tidak begitu ambil pusing tentang Hannah karna ia pikir Hannah tidak akan sampai menciptakan masalah terlalu besar untuknya, Martha pikir Martha hanya perlu mengawasi Hannah saja namun nyatanya wanita itu sangat sangat mengusiknya dan Martha terancam batal menikah dengan Demitri dan Martha tahu itu ulah siapa.


Martha tiba tiba teringat sesuatu, sudut bibirnya terangkat ketika memikirkan betapa cemerlangnya jika hal itu ia lakukan kepada Hannah, mungkin dengan itu Hannah akan tahu dengan siapa dia berurusan, Martha bukan tipikal orang yang mau kalah begitu saja, hari ini Martha terhina maka Martha akan membuat Hannah juga merasa terhina.


Martha mengetuk ngetuk ujung high heelnya pada lantai marmer, tidak sabaran menunggu orang yang dihubunginya untuk menjawab telepon darinya.


“Hallo..”


“James, aku butuh bantuan mu.”

__ADS_1


__ADS_2