MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 1


__ADS_3

“Dengar dengar atasan kita itu dulu pernah masuk rumah sakit jiwa.” Seorang wanita bergosip dengan karyawan lainnya di toilet, selalu pembahasan yang sama setiap kali ada karyawan baru yang masuk, seolah tidak ada topik lain yang bisa mereka bincang kan.


“Bagaimana bisa masuk rumah sakit jiwa?” karyawan baru yang masih mengenakan pakaian hitam putih khas karyawan yang masih dalam tahapan uji coba itu mengerutkan alisnya kebingungan.


“Entahlah, ada yang bilang karena ditinggal mati kekasihnya ada juga yang bilang karena tekanan pekerjaan. Dan parah nya lagi ada yang bilang bahwa atasan kita pernah kecanduan obat obatan terlarang sampai overdosis. Kehidupan orang kaya memang sulit di bayang kan.”


Karyawan baru tersebut hanya mengangguk kan kepalan ya mendengar gosip-an gosip-an dari para senior nya itu.


“Saat pertama kali aku mendengar bahwa dia pernah masuk rumah sakit jiwa sebelum nya aku menyadari alasan mengapa dia sangat mengerikan saat marah. kalian lihat sendiri bukan bagaimana dia saat marah, benar benar mengerikan, seperti iblis. Meskipun wajah nya se-tampan pangeran di novel tapi semua itu seolah tidak berarti setelah dia mengamuk.” wanita dengan rambut pendek tersebut mengutarakan pendapat nya mengenai sang boss sembari memoles lipstik dibibir tebal nya.


“Benar, aku lebih suka dengan wakil direktur. Dia juga tampan tapi setidak nya dia lebih ramah dibanding kan direktur utama. Padahal mereka itu punya hubungan darah, mereka itu adik kakak.”

__ADS_1


Para karyawan tersebut masih asik bergunjing di toilet tanpa menyadari bahwa suara mereka terlalu keras sehingga orang yang melewati toilet tersebut bisa mendengar apa yang mereka gosipkan.


Dan orang tersebut adalah Ivander, sang wakil direktur yang mereka sebut sebut.


Ivander menghela nafas berat, ini bukan pertama kali nya ia mendengar gosip buruk tentang kakak laki laki nya itu. Ivander tidak perduli jika kakak nya digosipkan galak dan semacam nya, namun tentang rumah sakit jiwa tersebut.. Ivander benar benar tidak tahu dari mana gosip itu berasal.


Memang benar bahwa kakak nya, Demitri pernah masuk rumah sakit jiwa karena meninggal nya orang yang Demitri cintai. Tapi tidak pantas rasa nya mendengar orang terus menggunjingkan hal tersebut.


Ivander ingin sekali menegur para karyawan yang telah menggosipkan hal tersebut namun Ivander teringat perkataan Demitri kepada nya. Untuk tidak memperdulikan omongan busuk karyawan tentang nya selagi karyawan itu bekerja dengan becus karena Demitri tidak perduli dengan omongan orang lain tentang dirinya.


“Kau sudah minum obat?” pertanyaan itu lah yang keluar dari mulut Ivander sesaat ia masuk ke dalam ruang kerja Direktur Utama.

__ADS_1


Ivander mendapati kakak nya sedang duduk fokus menatap laptop nya, tidak menjawab pertanyaan Ivander. Membuat Ivander harus melangkah menuju laci meja kerja Demitri dan mengeluarkan botol obat milik kakak nya itu.


Ivander menghela nafas lega saat melihat obat di dalam botol tersebut berkurang, berarti kakak nya sudah meminum obat nya.


Perhatian Ivander teralih kan kepada foto yang terpajang dimeja kerja Demitri. Foto yang tak lain adalah foto wanita yang Demitri cintai, Hannah.


Sudah 5 tahun sejak kejadian itu namun sampai sekarang Demitri masih saja tidak bisa melupakan Hannah, sudah berkali kali Ivander mengatakan kepada Demitri untuk memulai hidup baru namun nampak nya kakak nya itu masih belum bisa lepas dari bayang bayang masa lalu.


“Jangan sentuh foto itu.” suara berat Demitri membuat gerakan Ivander yang hendak mengambil foto tersebut berhenti.


“Kak—”

__ADS_1


“Diamlah Ivander, jika kau akan mengatakan hal yang sama lagi maka lebih baik kau diam. Kau tidak mengerti apa yang ku rasakan, semua nya tidak semudah yang kau katakan. Sampai kapan pun aku tidak akan bisa melupakan nya, aku tidak akan bisa melupakan Hannah.” Demitri berucap dengan wajah dingin, ia lelah terus terusan dibujuk oleh Ivander untuk menemui wanita lain.


Mencari pengganti Hannah, sampai kapanpun Hannah tidak akan bisa tergantikan. Tidak semudah itu, dan juga Demitri tidak mau melakukan nya. Tidak semudah itu.


__ADS_2