
“Dimana kakak ku, apa dia ada di dalam?” seorang laki laki dengan rambut kecoklatan itu menatap Rafael yang berada dihadapannya.
“Ah Pak Ivander, Pak Demitri ada didalam, sebelumnya Pak Demitri meminta untuk tidak diganggu karna sebelumnya sedang berbicara dengan Pak Hans, tapi Pak Hans sudah pergi tad—”
“Aku hanya bertanya apa kakak ku ada di dalam, kenapa kau bicara panjang lebar sekali sih.” laki laki yang disebut Ivander itu berdecak, mengetuk ngetuk kan jarinya dimeja Rafael pertanda ia tidak senang.
“Pak Demitri ada di dalam tapi—”
“Ah kau cerewet sekali seperti perempuan saja.”
Rafael mendesah berat ketika adik dari boss nya itu melakukan hal yang sama seperti yang sebelumnya Martha lakukan. Kenapa hari ini Rafael bertemu banyak orang orang keras kepala.
“Kakak—”
Rafael dan Ivander terdiam, mereka tidak mendapati siapapun di dalam ruangan Demitri, bukankah tadi Rafael bilang Demitri ada di dalam?
__ADS_1
Pandangan Ivander beralih ke sebuah rak buku dibelakang meja kerja Demitri, Ivander tahu dengan pasti Demitri berada dibalik rak itu. Dibalik rak itu ada ruangan rahasia, tepatnya ruangan untuk Demitri beristirahat dikala ia tidak sempat pulang karna pekerjaan yang menumpuk.
“Kau bisa keluar, kakak ku tidak akan pernah marah jika aku yang masuk.” Ivander mengibas ngibaskan tangannya, mengusir Rafael untuk segera keluar sementara ia akan menghampiri Demitri dikamar rahasia itu.
Rafael mengalah, memang benar apa yang Ivander katakan. Sejak dulu Ivander memang sudah sering keluar masuk ruangan Demitri seenak jidatnya dan Demitri tidak pernah memarahinya, Rafael tahu meski Demitri sering sekali terlalu tegas terhadap orang lain ataupun menyakiti perasaan orang lain namun terhadap Ivander adiknya Demitri tidak pernah melakukan hal itu, mungkin itu karna Demitri terlalu menyayangi Ivander.
“Kakak..” Ivander menarik rak buku itu, dibalik rak buku itu ada pintu berwarna hitam senada dengan warna raknya, Ivander membuka pintu tersebut dan berdiri terdiam disana.
Ivander lagi lagi tidak mendapati kakaknya disana, Ivander justru mendapati seorang wanita tengah terburu buru mengancingi kemejanya. Ivander menoleh kearah pintu lain yang ada disana, suara gemericik air menandakan bahwa disana ada orang lain yang Ivander yakini adalah kakaknya.
Seumur hidup Ivander, ia tidak pernah memergoki Demitri membawa wanita atau apapun itu yang bersangkutan dengan perempuan maka dari itu Ivander merasa sangat terkejut, ini bagaikan sesuatu hal yang baru.
***
Hannah merasa lemas bukan main, tenaganya terkuras sudah, Demitri benar benar menjalankan ancamannya, Hannah merasa ia sudah tidak mampu lagi berjalan.
__ADS_1
Hannah bangkit dari ranjang untuk memunguti pakaiannya yang berserakan dilantai. Sebenarnya Hannah cukup terkejut karna Hannah tidak menyangka bahwa Demitri punya ruangan rahasia dibalik rak bukunya itu.
Hannah meringis karna merasa sangat tersiksa tiap kali ia bergerak melangkah, Demitri benar benar membuatnya tersiksa.
Hannah memakai pakaiannya perlahan lahan, namun ketika Hannah mendengar ada suara suara dari luar membuat Hannah panik dan terburu buru mengancingi kemejanya.
Pintu itu tiba tiba terbuka, Hannah agak terkejut ketika melihat sosok laki laki yang tidak dikenalinya berdiri disana, laki laki itu juga sempat terkejut namun kemudian Hannah bisa melihat sudut bibir laki laki itu tertarik membentuk sebuah senyuman mengejek.
Laki laki itu mendekat, Hannah sempat merasa tegang karna Hannah tidak pernah berpikir akan bertemu dengan orang lain dalam keadaan berantakan seperti ini, jika Rafael yang melihat mungkin Hannah tidak akan begitu malu karna Rafael sendiri sudah pernah memergokinya sebelumnya.
“Perkenalkan Aku Ivander Constantine, adik dari Demitri Constantine.” laki laki dengan rambut kecoklatan itu mengulurkan tangannya kearah Hannah, ketika mendengar kata ‘adik’ membuat Hannah berusaha tersenyum manis, Hannah harus bisa mendapatkan simpati dari adiknya Demitri juga, setelah Hans berhasil maka adik Demitri juga harus memihak pada dirinya. Hannah menjabat tangan adik Demitri itu dengan ramah.
Baru saja Hannah ingin memperkenalkan dirinya namun adik Demitri yang bernama Ivander sudah menyelanya.
“Jadi kau ini kekasih, selingkuhan, simpanan, atau pelacur kakak ku?”
__ADS_1