MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 39


__ADS_3

“Kau benar benar akan menyerah?” Ivander kembali mendatangi Demitri setelah mendapat telepon dari wanita yang Ivander suruh untuk melayani Demitri. Wanita itu menelepon Ivander dan mengatakan bahwa ia di usir oleh Demitri tanpa sempat benar benar tidur dengan Demitri.


Ivander melihat Demitri menganggukkan kepala nya, tidak ada pilihan lain. Memaksakan kehendak untuk bisa bersama dengan Hannah hanya akan berakhir buruk.


Demitri tidak ingin kejadian di masa lalu terulang kembali, kejadian dimana dulu Demitri mengambil tindakan ceroboh yang berakhir hampir merenggut nyawa Hannah.


“Tapi kau tidak akan berbuat aneh aneh bukan?” Ivander sudah takut takut jika maksud dari kata menyerah yang Demitri maksudkan bersangkutan dengan melukai dirinya sendiri.


Demitri menggelengkan kepala nya, “Aku tidak punya niat untuk membunuh diriku sendiri, karena jika suatu hari nanti Hannah berubah pikiran dan ingin bersama dengan ku, setidak nya aku masih hidup untuk bisa membuka lebar tangan ku menerima Hannah ke dalam pelukan ku.”


Ivander menganggukkan kepala nya mantap, ini dia. ini yang Ivander inginkan dari Demitri. “Benar memang begitu seharus nya, meski Hannah tidak datang ke pelukan mu pun kau harus tetap hidup dengan benar.” Ivander mendekati Demitri dan menepuk nepuk punggung kakak nya itu menyemangati.


“Sekarang, istirahat lah. Besok banyak pekerjaan yang harus kau lakukan. Jangan terus melempar tugas tugas mu kepada ku dan juga Rafael. Kasihani lah kami sedikit.”

__ADS_1


***


Hannah baru sampai ke sekolah Axel untuk pulang menjemput putra nya itu, kali ini Hannah datang membawa mobil sendiri, bukan naik taxi seperti biasa nya.


Hannah turun dari mobil, melihat bahwa anak anak sudah keluar dari kelas mereka satu persatu berjalan menuju gerbang. Syukurlah Hannah datang tidak terlambat, paling tidak ia datang tepat waktu.


Hannah melambai lambaikan tangan nya saat melihat Axel dari kejauhan melangkah menuju ke arah nya. Alis Hannah sedikit terangkat saat melihat ekspresi Axel yang terlihat tidak bersahabat.


“Axel ada apa sayang?”


Hannah berlutut di depan Axel yang baru keluar dari gerbang sekolah nya dengan wajah cemberut. Hannah mengusap pipi kenyal Axel berusaha membuat suasana hati anak itu kembali riang.


“Asel sebal, semua nya bahas adik meleka, Asel kan tidak punya adik.”

__ADS_1


Axel teringat dengan perbincangan teman teman nya tadi saat istirahat bersama, mereka bicara mengenai adik adik mereka, ada yang adik kandung, adik sepupu dan semacam nya. Sedangkan Axel tidak punya adik lucu yang juga bisa ia bangga kan kepada teman-teman nya.


“Ma.. Asel juga mau punya adik.”


Hannah terdiam, gerakan tangan nya yang mengusap pipi Axel gemas terhenti. Hannah benar benar terkejut dengan permintaan Axel, bagaimana ceritanya Axel bisa meminta adik begini.


Bagaimana cara Hannah untuk memberikan nya sementara Axel saja Hannah dapatkan dari panti asuhan.


“Bisa kan Ma?" tanya Axel dengan wajah polos penuh harap nya, Axel tidak tahu menahu bagaimana cara untuk mendapatkan seorang adik, ia pikir mendapatkan adik itu hal yang mudah dan wajar untuk diminta.


Bagi anak usia yang hampir 5 tahun seperti nya, Axel tidak akan mengerti bahwa mendapatkan seorang adik bukan lah yang mudah untuk di dapat kan.


Sepertinya Hannah harus membahas hal ini dengan Darlen dan juga Giovano.

__ADS_1


__ADS_2