MY REVENGE

MY REVENGE
EP 20 : BEBASKAN DIA


__ADS_3

Ivander mencengkram stir mobilnya dengan erat, melajukan mobil sportnya itu dengan kecepatan penuh. Berharap harap penuh terhadap keberadaan Giovano.


Ivander tidak punya harapan lain lagi selain Giovano, jika bukan Giovano yang meyakinkan Demitri maka tidak akan ada lagi, Demitri tidak akan pernah percaya bahwa anak yang Hannah kandung adalah anaknya.


Ivander tidak ingin calon keponakannya menderita, Ivander tidak ingin keponakannya tumbuh tanpa kehadiran seorang Ayah.


Ivander menghentikan laju mobilnya, ia keluar dari mobil sportnya itu tanpa sempat berpikiran untuk menutup mobil mewah itu, ia melempar kuncinya kepada petugas secara sembarang. Ivander tidak mau ambil pusing, Ivander hanya ingin cepat cepat bertemu dengan Giovano.


"Apa Giovano ada diruangannya?" Ivander bertanya tidak sabaran kepada resepsionist yang bertugas.


"Maaf pak, Bapak Giovano sedang tidak berada di tempat. Beliau tengah mengambil cuti selama tiga minggu kedepan."


Ivander berdecak tak senang, kenapa juga dalam kondisi seperti ini Giovano justru mengambil cuti, Ivander tidak bisa membiarkan Hannah terus bersama dengan Demitri jika Demitri saja tidak menganggap calon anak yang Hannah kandung adalah anaknya, bukan tidak mungkin Demitri akan menyakiti Hannah karna Demitri merasa tidak punya ikatan apapun dengan Hannah.

__ADS_1


"Apa kau bisa beritahu aku dimana tempat tinggal Giovano, ataupun nomor ponselnya?" Ivander masih terus berusaha, ia harus tetap membawa Giovano menjelaskan semuanya kepada Demitri. hanya itu yang bisa Ivander lakukan agar Demitri mau memperlakukan Hannah sebaik baiknya, Iavnder tidak bisa membawa pergi Hannah menjauh dari Martha ataupun Demitri karna Hannah sendiri menolak mentah mentah ajakkannya.


"Maaf kami tidak bisa memberikan informasi pribadi Bapak Giovano sembarangan, kami tidak bisa melakukan itu."


"Shit!"


Ivander memukul stir mobilnya penuh amarah, Giovano benar benar membuatnya kesal, Giovano tidak bisa dihubungi.


Ivander berpikir bagaimana jika ia memberitahu Hans bahwa Hannah tengah mengandung anak dari Demitri, Hans pasti akan mengamuk besar pada Demitri dan akan memaksa Demitri untuk bertanggung jawab.


Ya, hanya itu yang bisa Ivander lakukan saat ini. ia tidak ada pilihan lain.


***

__ADS_1


“Sudah aku bilang berapa kali bahwa anak yang Hannah kandung bukan lah anak ku!" Demitri berteriak, ia kesal sekali karna Ivander masih saja mendesaknya tentang kehamilan Hannah dan menuntutnya untuk membebaskan Hannah dari penjara.


"Kau sangat tidak bertanggung jawab Demitri, aku membesarkan mu bukan untuk menjadi laki laki kurang ajar seperti ini." Hans yang berada diantara kakak beradik itu angkat suara, ia sudah tau perkara persoalannya dari Ivander dan Hans merasa Demitri yang bersalah.


"Bebaskan Hannah, kau tega melihat Hannah hidup dipenjara sementara dia tengah mengandung anak mu?" Hans maju selangkah mendekati Demitri, "Bebaskan dia atau kau tidak akan ku anggap anak lagi untuk selamanya, jangan buat aku menyesal karna telah membawa mu dari panti asuhan sialan itu sebagai anak ku."


Hans pergi meninggalkan Demitri yang masih saja bersikeras dengan pendapatnya, Ivander yang juga berada disana menatap jengkel kakaknya.


"Jika kau memang tidak percaya dan tidak perduli dengan kehamilan Hannah, setidaknya bebaskan dia demi aku kak." Ivander hanya mampu memohon sekarang, menekan Demitri sudah ia coba dan hasilnya tetap nihil. Jika harus berlutut dan memohon Ivander rela untuk itu asalkan Hannah dibebaskan.


"Bebaskan dia aku mohon."


***

__ADS_1


__ADS_2