MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 15


__ADS_3

“Jadi maksud mu, aku ini adik perempuan mu. Dan laki laki disebelah mu itu adalah kekasih mu?” Hannah bertanya kepada Darlen, Darlen menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Hannah memegang kepala nya yang terasa sakit, perban di kepalanya justru membuat sakit kepala Hannah semakin menjadi.


Darlen menganggukkan kepala nya dengan semangat, “Iya ini aku Kakak mu, kau benar benar tidak mengingat ku?”


Darlen melihat Hannah menggelengkan kepalanya, berusaha untuk menyembunyikan kebahagiaannya atas kondisi Hannah yang amnesia.


Memang tidak seharusnya Darlen senang dengan apa yang terjadi kepada Hannah, terlebih lagi amnesia itu terjadi akibat insiden yang hampir merenggut nyawa Hannah.


Tapi Darlen tidak bisa memungkiri bahwa ia merasa bersyukur Hannah lupa ingatan, karena dengan ingatan buruk masa lalu hanya akan membuat Hannah terus menyiksa dirinya sendiri. Dengan melupakan kenangan itu maka Hannah bisa melanjutkan hidupnya tanpa bayang bayang masa lalu.


Darlen berharap Hannah lupa ingatan selamanya, alangkah lebih baik jika Hannah tidak mendapatkan ingatan nya kembali. Ingatan itu hanya akan membawa dampak buruk, Hannah tidak memerlukan ingatan buruk itu.


Darlen akan mengubur kenangan masa lalu itu dalam dalam sehingga Hannah sendiri tidak akan bisa menemukan nya.

__ADS_1


Flashback End


***


“Tuan Darlen, ada pelanggan yang ingin bertemu langsung dengan anda.” Elijah mendatangi Darlen yang sebelumnya sibuk membantu karyawannya mengeluarkan stok minuman dari gudang penyimpanan.


Darlen menoleh ke arah Elijah dan menatap Elijah dengan kening berkerut, sejenak Darlen berpikir mengapa pelanggan ingin bertemu dengannya langsung? apa ada ketidak puasan dalam pelayanan dari pekerja yang ada disini?


Sempat Darlen berpikir keinginan pelanggan tersebut untuk bertemu dengan nya adalah untuk komplain tentang ketidak puasan nya.


Jika memang mereka yang ingin bertemu dengan Darlen, maka Darlen jelas saja tidak ingin bertemu dengan mereka. Darlen menolak. Jika memang itu Demitri dan Ivander, Darlen sudah tahu pasti apa tujuan mereka kemari.


Untuk mempertanyakan tentang Hannah, mereka akan mengorek ini itu dan menghancurkan sesuatu yang sudah berjalan dengan sangat baik.


“Bilang bahwa aku sibuk dan benar benar tidak bisa di ganggu.”

__ADS_1


Elijah menganggukkan kepalanya mengerti, tidak mempertanyakan mengapa Darlen menolak untuk bertemu dengan pelanggan walau biasa nya Darlen selalu sigap menemui pelanggan yang meminta bertemu dengan nya meski pelanggan meminta kehadiran nya hanya untuk memaki sekalipun Darlen selalu datang.


“Baik kalau begitu saya permisi menyampaikan pesan Tuan Darlen dan melanjutkan pekerjaan.” Elijah berpamitan, ia berbalik pergi kembali ke tempat dimana Demitri dan Ivander menunggu kedatangan Elijah.


Elijah dapat melihat bahwa kedua laki laki yang ingin bertemu dengan Darlen itu terus saja melirik kebelakang Elijah yang tengah melangkah mendekat. Seolah olah mencari keberadaan Darlen ataupun sosok yang mereka cari cari itu sepertinya tidak datang bersama dengan Elijah.


“Maaf tapi Tuan Darlen sedang sangat sibuk sekarang ini, jadi kalian belum bisa menemui nya. Mungkin lain waktu.” Elijah menyampaikan pesan nya dengan ramah, berharap kedua laki laki yang ingin bertemu dengan Darlen itu tidak marah karena tidak bisa bertemu dengan Darlen. Elijah berharap ia tidak menjadi sasaran dari amukan mereka bila hal itu terjadi.


Demitri berdecak kesal, kenapa laki laki bernama Darlen itu sulit sekali untuk ditemui. Kenapa Demitri merasa jalannya untuk mencari tahu tentang wanita yang mirip dengan Hannah itu seolah olah dipersulit.


Kenapa rasanya sulit sekali hanya untuk mengetahui informasi mengenai satu orang wanita saja.



Maaf pendek dan maaf baru update ya, udah dari beberapa hari yang lalu Mama ku masuk rumah sakit dan harus dirawat inap. Aku gak ada waktu buat update karna harus jagain Mama ku dirumah sakit, jadi ku harap kalian semua mau mengerti. Sekian.

__ADS_1


__ADS_2