
Demitri keluar dari ruang kepala sekolah itu dengan kesal, benar benar jengkel lantaran ada saja manusia yang tidak mau menerima uang.
Demitri melangkah kan kaki nya keluar dari sekolah tersebut, baru saja Demitri keluar dari gerbang sekolah. Demitri sudah melihat Hannah yang berdiri tak jauh dari nya wanita itu menatapnya dengan tatapan serius.
“Bisa kita bicara sebentar?”
***
“Kau baru mengantar putra mu bersekolah?” tanya Demitri kepada Hannah, Hannah menganggukkan kepala nya.
Hannah dan Demitri saat ini sedang berada di sebuah cafe, duduk berdua atas permintaan Hannah yang kata nya ingin bicara.
Jujur Demitri agak gugup, lantaran biasa nya Demitri selalu mencoba untuk mengajak Hannah bicara namun Hannah selalu menolak dan sebagi macam nya namun sekarang ini justru Hannah lah yang mengajak Demitri.
Boleh kah Demitri bahagia akan hal ini?
“Hal apa yang ingin kau bicara kan dengan ku? Apa kau sudah mau melihat bukti yang aku miliki? aku tahu, pasti sulit untuk hidup dengan suami yang suka berselingk—”
“Demitri..” Hannah memotong pembicaraan Demitri, membuat Demitri menatap Hannah dengan tatapan serius. “Ada yang ingin ku tanya kan kepada mu?”
“Apa itu?” tanya Demitri penasaran, yang ada di pikiran Demitri saat ini adalah Hannah kemungkinan ingin bertanya dari mana Demitri bisa memiliki bukti bukti tentang perselingkuhan Giovano, dan dari mana Demitri mengetahui tentang hal tersebut.
Tapi nampak nya semua yang Demitri tebak dalam kepala nya itu tidak lah benar, semua nya salah total.
__ADS_1
“Aku ingin bertanya, kenapa kau terus berusaha mendekati ku. Apa kau benar benar ingin aku menggantikan posisi wanita yang kau sebut sebut mirip dengan ku itu? Demitri, wajah kami memang sama tapi bukan berarti personaliti kami sama. Kau tidak akan mendapatkan apa yang kau ingin darinya pada diriku.”
Demitri terdiam, cukup lama Demitri terdiam sembari memandang wajah Hannah. Sampai tiba tiba Demitri akhir nya memutuskan untuk buka suara.
“Aku, aku tidak tahu aku menjadikan mu pengganti nya atau tidak. Tapi yang pasti, rasa sakit di hati ku, rasa kosong disana, seolah hilang saat aku melihat mu. Iya mungkin itu karena kau mirip dengan nya. Aku.. hanya saja aku benar benar mencintai wanita itu, aku terlambat menyadari perasaan ku dan wanita itu sudah terlebih dahulu pergi sebelum aku sempat mengaku bahwa aku telah jatuh dalam perangkap cinta nya.” Mata Darlen mulai berkaca kaca, “Sejak kematian wanita itu, aku selalu tidak tenang. Aku selalu merindukan nya, melihat bayangan dirinya disekitar ku. Dan merasa putus asa, tapi setelah kau muncul semua nya mendadak menghilang perlahan lahan, kau seolah memberi diriku harapan baru.”
“Jadi maksud mu kau terlalu mencintai wanita itu sampai sampai kau ingin terus berada di dekat ku karena berada di dekat ku mengingat kan mu kepada nya dan mengurangi rasa rindu mu kepada wanita itu begitu?” tanya Hannah lagi untuk memastikan, Hannah memperhatikan Demitri yang menganggukkan kepala nya pelan.
“Kalau begitu, saat aku menembak mati Martha dan kata kata terakhir mata Martha membuat ku down, bukan nya mengambil alih pistol dan membunuh ku kau justru memeluk ku, padahal kau sudah ku tembak hingga terluka. Apa kau melakukan itu juga karena cinta?”
Demitri hendak menganggukkan kepala nya namun gerakan nya terhenti, Demitri tiba tiba melotot dan menatap Hanna dengan tatapan horor. “Ka-kau, bagaimana bisa kau tahu. A-apa kau Hannah, maksud ku.. apakah kau benar benar Hannah yang ku kenal? Tapi dia sudah mati, ba-bagaimana bisa?”
Demitri benar benar terkejut, awal nya Demitri berpikir mungkin saja wanita di hadapan nya ini tahu tentang hal itu dari orang lain namun ketika mengingat ingat kembali. Demitri sadar bahwa saat kejadian itu terjadi tidak ada satu pun orang yang melihat, termasuk Martha yang telah tewas.
Hannah menurun kan sedikit kerah baju nya, menunjukkan bekas luka tembakan yang berada di dada atas sebelah kiri Hannah. Dan saat itu lah Hannah melihat Demitri menangis, tangisan Demitri pecah dan tangan laki laki itu gemetar hebat mencoba untuk memegang tangan Hannah.
“Ka-kau be-benar dia, Bagaimana bisa ini terjadi. Ivander bilang kau telah tiada. Aku bahkan sering berziarah ke kuburan mu.”
“Darlen dan Giovano yang menyelamat kan aku, bisa kau jawab pertanyaan ku sebelum nya. Apa kau melakukan itu semua karena kau mencintai ku?” ucap Hannah mengulang pertanyaan nya.
Demitri menganggukkan kepala nya, “Tentu saja aku melakukan hal itu karena aku mencintai mu Hannah, aku baru menyadari perasaan ku hari itu, tapi kau justru di bawa kembali ke penjara dan aku yang terluka tidak bisa langsung menemui mu. Kau tidak tahu betapa menyesal nya diriku karena tidak bisa mengungkapkan perasaan cinta ku kepada mu. Semua nya hanya karena dendam, jika bukan karena dendam mungkin kita sudah bahagia bersama dengan anak nak kita.”
Demitri mengacak acak rambut nya kasar, “Betapa bodoh nya aku tidak menyadari bahwa ini benar dirimu. Bagaimana bisa aku percaya bahwa kau orang lain sementara wajah dan suara mu saja sudah menunjukkan bahwa kau Hannah, Hannah yang ku cintai. Mungkin aku terlalu putus asa untuk bisa berpikir jernih, dan yang ingin ku lakukan adalah bisa bersama dengan mu maka dari itu aku tidak bisa berpikir lebih jauh dan menyadari dirimu.”
__ADS_1
Demitri menggenggam tangan Hannah dengan tangan nya yang gemetaran. “Apa jangan jangan Axel itu adalah anak kita?” tanya Demitri ketika ia mengingat sosok kecil yang sangat Hannah sayangi itu.
Hannah tersenyum pahit, ia menggelengkan kepala nya. “Anak kita sudah lama mati Demitri, kau tahu sendiri bukan anak itu mati karena hal itu lah aku mengamuk dan dengan gila nya mencoba membunuh Martha.”
Wajah Demitri mendadak sedih, Demitri tidak bisa menutupi kekecewaan nya. “Ku pikir kau bisa selamat jadi ku kira anak kita juga bisa selamat. Bodoh nya aku.” Demitri menertawakan dirinya sendiri, tawa miris lebih tepat nya.
“Lalu apa Axel benar benar anak mu dengan Giovano?”
Hannah mengangguk, Hannah tahu itu kebohongan tapi Hannah tidak punya pilihan lain. Hanya ini lah cara agar Demitri mau menyerah.
“Tapi kau tahu sendiri bukan Giovano dan Darlen itu memiliki hubungan khusus!”
“Iya aku tahu, dan aku juga mendukung hubungan mereka. Mereka juga menyayangi ku, terlebih lagi aku sudah menganggap Darlen sebagai kakak ku sendiri. Jadi Demitri.. tujuan ku kemari adalah untuk meminta mu menyerah, ku mohon berhenti lah menemui ku terlebih lagi putra ku. Kami sudah bahagia, putra ku juga bahagia memiliki Giovano dan Darlen sebagai Ayah nya. Tolong jangan rusak kebahagiaan kami karena ke egoisan mu.” Hannah menarik tangan nya dari genggaman Demitri.
“Tapi Hannah..” Demitri berusaha meraih tangan Hannah kembali namun Hannah menepis nya.
“Ku mohon, jika kau memang mencintai ku tolong lepaskan aku dan biarkan aku bahagia dengan cara ku sendiri.”
“Tapi aku mencintai mu, aku ingin bersama dengan mu!” tukas Demitri lagi.
“Tapi aku tidak mencintai mu Demitri, ku mohon mengertilah. Tidak ada guna nya kau terus mendekati ku dan berusaha mendapatkan ku karena aku tidak akan pernah jatuh ke pelukan mu bagaimana pun cara nya.”
“Aku tidak bisa..” Demitri menggelengkan kepala nya, tidak ingin menuruti kemauan Hannah.
__ADS_1
“Kalau kau tidak bisa kau hanya akan menunjukkan kepada ku bahwa kau masih sama seperti dirimu yang dulu Demitri, tidak mau mengalah, egois dan keras kepala. Demitri yang sangat ku benci.” Hannah kembali menatap Demitri dengan pandangan sendu. “Ku mohon lepaskan aku, anggap kita tidak pernah mengenal sebelum nya.”