MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 20


__ADS_3

“M-maksud mu? Bagaimana mungkin, dia itu gay! Dia bahkan tidak perduli dengan istri nya dulu.” Ivander ingat betul bahwa ia dulu tidur dengan istri Giovano karena istri Giovano lah yang menggoda nya, wanita itu merasa kesepian, sedih lantaran suami nya justru menghabiskan malam dengan laki laki lain di rumah mereka.


Mata Ivander semakin membesar ketika ia kembali mengingat sesuatu, “Kau bilang wanita itu tinggal serumah dengan laki laki bernama Darlen itu bukan? Dan Hannah menikah dengan Giovano?”


Demitri menganggukkan kepala nya, “Ada apa? Apa ada hal yang kau ketahui tentang mereka?”


“Kekasih laki laki Giovano dulu itu bernama DARLEN!”


***


Demitri bangkit dari posisi duduk nya, ia benar benar terkejut dengan informasi yang baru saja ia dapat kan dari Ivander.


“Kau serius?!” Demitri meninggikan suara nya, merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


“Untuk apa aku berbohong mengenai masalah ini, tidak ada untung nya bagi ku untuk berbohong. aku benar benar serius. mantan istri Giovano dengan suka rela bercerita tentang semua aib suami nya itu kepada ku dulu. Aku ingat, nama kekasih gelap Giovano saat itu adalah Darlen, Ya nama kekasih laki laki nya itu Darlen!”


Demitri mengusap wajah nya kasar, “Jadi maksud mu Hannah menikah dengan Giovano dan Giovano justru membiarkan selingkuhan nya tinggal dirumah nya bersama dengan Hannah? Gila!”


“Wah.. wah.. ku pikir kau adalah laki laki paling brengsek di dunia ini Kak. Ternyata ada juga laki laki yang lebih ******** dibanding dirimu.” Sahut Ivander sembari tertawa, Demitri melirik Ivander dengan tatapan sinis.


Apa ini saat nya untuk tertawa? bagaimana dengan nasib Hannah?


Giovano brengsek itu pasti berselingkuh di belakang Hannah dengan Darlen sementara Hannah sibuk mengurus anak mereka. Benar benar ********, Demitri tidak akan tinggal diam saja melihat semua ini.


Hannah harus tahu kebusukan suami nya, dan dengan itu mungkin Demitri bisa mengambil Hannah dari Giovano.


“Lalu apa yang akan kau lakukan kak?” tanya Ivander lagi kepada Demitri.


“Tentu saja aku akan mengungkapkan kebusukan Giovano kepada Hannah, wanita itu harus tahu yang sebenarnya.”

__ADS_1


Ivander mengernyitkan kening nya, lagi lagi ia mendengar Demitri menyebut wanita itu dengan sebutan Hannah. “Kenapa kau terus memanggil wanita itu dengan sebutan Hannah, kau tidak sedang menganggap wanita itu sebagai pengganti Hannah bukan?”


Demitri menoleh kearah Ivander dan menatap adik nya itu kesal. “Aku memanggil nya Hannah karena memang nama wanita itu Hannah, kenapa otak mu itu lamban sekali.”


“Aneh. Wajah saja sudah mirip dan sekarang pun nama nya sama. Aku tahu ada jutaan orang di dunia ini yang bernama Hannah, tapi jika rupa nya juga sama dengan Hannah yang dulu kita kenal. Bukan kah itu terasa sangat janggal?”


Demitri menganggukkan kepalanya setuju, Demitri juga merasakan keanehan dan karena itulah Demitri bertanya apa mungkin Hannah yang sekarang ini ada sangkut paut-nya dengan Hannah yang telah tiada?


“Aku pernah dengan istilah doppelganger tapi aku tidak pernah percaya akan hal itu, lebih baik selidiki lebih dalam lagi. Mungkin bukan hanya tentang perselingkuhan nya saja yang Giovano sembunyikan.”


Demitri kembali mengangguk menyetujui perkataan Ivander, tentu saja Demitri tidak akan berhenti sampai disini saja. Masih banyak yang harus ia korek untuk mendapat informasi kebusukan Giovano.


Lihat saja, Demitri akan membongkar semuanya.


***


Axel sudah tertidur pulas.


“Apa yang kau bicarakan dengan laki laki itu? Apa dia sudah pergi?” Hannah bertanya, tentu saja hal ini pasti akan Hannah tanya kan. Ia penasaran, terlebih lagi hal ini menyangkut dirinya dan Darlen bilang bahwa laki laki bernama Demitri itu lah orang yang menyakiti Hannah dahulu.


“Dia bertanya apa kau ada hubungannya dengan Hannah yang di kenal nya.” Jawab Giovano pelan, Giovano melangkah mendekati ranjang Axel. Mengusap kening putra nya itu lembut.


“Lalu kau jawab apa?” Mata Hannah tidak tinggal diam, ia memperhatikan setiap pergerakan Giovano dari mulai Giovano mengusap kening Axel hingga memberi kecupan ke kening Axel.


“Tentu saja aku bilang tidak, jika aku bilang iya maka dia pasti akan bersikeras untuk mengambil mu meski dia tidak punya hak apapun. Sebelumnya dia pasti mengatakan bahwa kekasih nya sangat mirip dengan mu bukan?”


Hannah menganggukkan kepalanya, “Ya. Dia bilang begitu. Apa memang aku ini dulu kekasih laki laki itu?”


Giovano menoleh kearah Hannah dan menatap Hannah dengan tatapan serius, “Apa ada kekasih yang melukai pasangan nya sendiri? Apa kau lupa dengan luka luka ditubuh mu? Dan apa kau pernah melihat ku menyakiti Darlen?”

__ADS_1


Hannah menggelengkan kepala nya, “Kau.. kau tidak pernah menyakiti Darlen.”


“Karena memang seharusnya seperti itu lah seorang kekasih.”


***


“Beberapa hari ini kau jadi kelihatan lebih hidup di-bandingkan biasa nya.”


Pagi ini Ivander datang ke ruang kerja Demitri sembari membawa berkas penting yang harus Demitri tanda tangani.


“Maksud mu?”


Demitri yang sedang berfokus pada laptop nya itu mendadak berhenti lantaran tidak mengerti dengan perkataan Ivander itu.


“Sebelumnya kau itu seperti robot! Aku bahkan harus mengawasi mu terus menerus, khawatir kau akan bertindak bodoh.” Ivander bicara jujur, sebelumnya Ivander selalu harus mengawasi Demitri. Berperan sebagai alarm hidup Demitri yang selalu memastikan Demitri meminum obat nya tepat waktu. “Sekarang bahkan kau minum obat tanpa ku suruh. Sungguh sebuah kemajuan.”


“Kau tahu dari mana aku sudah minum obat?”


Ivander menunjuk kamera cctv yang terpasang di ruang kerja Demitri ini sebagai jawaban dari pertanyaan Demitri.


Demitri mendengus kesal setelah melihat apa yang Ivander tunjuk, ia lupa bahwa Ivander memasang cctv diruang kerja nya semata mata dilakukan Ivander untuk mengawasi Demitri bertindak yang aneh aneh. Bukan hanya ruang kerja sebenarnya, tempat tinggal Demitri juga Ivander pasangi cctv.


“Sialan, kau benar benar harus mencopot cctv itu. Aku sudah tidak butuh pengawasan mu lagi.”


Ivander menggelengkan kepala nya tidak setuju, “Aku belum bisa mempercayai mu Kak. Jadi aku tidak akan mencopot cctv itu.”


Demitri memutar bola mata nya jengkel, meski Ivander tidak bersedia mencopot kamera cctv itu. Nanti Demitri akan mencopot nya sendiri, Demitri merasa sudah tidak perlu diawasi.


Dirinya sudah mulai jarang berhalusinasi lagi. Entahlah, mungkin ini efek dari Demitri rajin minum obat atau karena Demitri sekarang sudah bertemu dengan wanita yang mirip Hannah sehingga rasa rindu nya kepada Hannah menjadi terobati.

__ADS_1


__ADS_2