MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 23


__ADS_3

*Ponsel di kantung celana Ivander berdering pertanda ada panggilan dari seseorang. Ivander merogoh kantung celana nya tersebut, mengambil ponselnya dan melihat bahwa yang menelepon nya bukan lain adalah Christian.


“Ada apa?” pertanyaan itu lah yang keluar sesaat Ivander menekan tombol hijau pada layar ponsel nya itu, mendekatkan ponsel itu tepat ke telinga nya.


“Kau ada waktu? hari ini ada reuni. Kau harus ikut, tahun tahun sebelumnya kau sudah absen berkali kali. Kali ini kau harus ikut agar teman teman kita tidak lupa dengan tampang mu!”


Ivander berdecak, ia kira apa. Tapi jika di pikir pikir memang sudah lama sekali Ivander tidak mengikuti acara reuni.


Tepat nya setelah Demitri, Kakak Ivander mulai stress karna kepergian wanita yang di cintai nya itu.


“Bagaimana kau bisa datang tidak?”


“Ya.. aku akan datang, kirimi saja aku alamat nya. Jika sempat aku akan datang*.”


***


Ivander benar benar datang ke acara reuni yang Christian maksud-kan. Atau lebih tepat nya Ivander merasa bahwa untung saja ia datang ke acara reuni ini, kalau tidak.. mungkin sekarang Ivander tidak akan bisa melihat apa yang baru saja ia saksikan dengan mata kepala nya sendiri.


Reuni sekolah, atau lebih tepat nya hanya reuni reunian anak satu kelas selama Ivander SMP itu diadakan disalah satu restoran paling mewah di kota itu. Bermaksud dinner bersama sebelum melanjutkan acara karaoke bersama di tempat karaoke terkenal.


Ivander yang duduk di kursi nya sembari mendengar celotehan panjang teman nya itu menangkap suatu pemandangan yang tidak asing, di ujung sana, meja di pojok jendela terdapat orang yang amat Ivander kenali tengah makan malam bersama.

__ADS_1


Ivander berdecih ketika ia melihat Giovano tengah makan malah dengan Hannah, tak lupa juga dengan keberadaan Darlen dan juga sosok anak kecil diantara mereka.


Ivander menggelengkan kepala nya melihat hal itu, bisa bisa nya Giovano makan malam dengan istri nya dan juga selingkuhan nya bersama sama.


Sebagai orang yang hanya melihat saja Ivander sudah jengkel setengah mati rasanya. Sekarang Ivander baru mengerti dengan perasaan mantan istri Giovano dulu yang menggoda nya.


Memang hal apa lagi yang paling memuakkan jika bukan melihat sang suami berselingkuh di depan mata nya. Sudah begitu Giovano justru tidak terima bahwa mantan istri nya tidur dengan Ivander.


Ivander kembali berdecak kesal, jikalau bukan karena Giovano mempersalahkan perkara itu mungkin Demitri tidak akan pernah menjadikan almarhum Hannah sebagai alat penebus kesalahan Ivander.


“Kau sedang melihat apa, Ivan?” Christian yang sejak tadi memperhatikan Ivander yang tidak kunjung menyentuh makanan nya itu akhir nya buka suara, bertanya. Berusaha mengikuti arah pandang Ivander, mencari tahu sendiri apa yang sebenar nya Ivander pelototi sejak tadi.


Christian tidak mendapati apa apa selain keluarga bahagia yang sedang makan bersama sembari tertawa gembira di ujung sana, meja dekat jendela.


Ivander menoleh kearah nya dengan pandangan kesal, “Jangan bicara hal aneh, aku tidak jatuh cinta kepada siapapun.”


Christian menghela nafas lega, “Ku pikir kau terus memperhatikan keluarga bahagia disana karena kau jatuh cinta kepada wanita yang sedang memangku anak kecil itu. Tidak baik jatuh cinta kepada wanita bersuami, masih banyak wanita cantik yang single di luar sana.”


“Aku memang tidak jatuh cinta dengan nya, hanya saja wanita itu mirip sekali dengan kekasih kakak ku yang telah meninggal.” ujar Ivander pelan, membuat Christian melotot terkejut dan kembali melihat ke arah Hannah.


“Maksud mu wanita yang duduk disana itu mirip dengan wanita yang sudah membuat kakak mu masuk rumah sakit jiwa? apa wanita itu kembaran nya?”

__ADS_1


Ivander menggelengkan kepala nya, berdasarkan informasi yang Ivander dapatkan dari cerita Demitri sebelumnya. Wanita itu tidak punya ikatan persaudaraaan apapun dengan Hannah yang telah tiada. “Mereka bukan saudara kembar, mereka tidak punya ikatan darah sedikitpun. Tapi lucu nya mereka justru sangat mirip, bahkan mereka berbagi nama yang sama.”


Christian menggelengkan kepala nya tidak percaya, “Aku tidak akan percaya dengan hal seperti itu. Mana ada orang yang bisa sama persis. Apa kau percaya bahwa di dunia ini ada orang yang mirip dengan mu, bukan hanya sekilas melainkan mirip dari segi manapun tapi kalian buka saudara. Ayolah ini bukan drama ataupun novel, mana ada hal yang seperti itu. Bukan kah ini justru terlihat mencurigakan, bagaimana jika wanita itu bukan hanya mirip dengan kekasih kakak mu yang telah tiada itu tapi itu memang dia yang berpura pura menjadi orang lain”


Kali ini Ivander lah yang menggelengkan kepala nya, mana mungkin. “Mana mungkin bisa seperti itu. Kekasih kakak ku, aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa ia tertembak. Aku melihat tubuh terluka nya yang dipenuhi darah. Orang yang di hukum mati mana bisa kembali hidup bangkit dari kubur nya.”


Christian berdecak mendengar jawaban Ivander, “Bukan begitu maksud ku Ivan, bukan kah kau paham dengan busuk nya dunia yang kita tinggali ini. Meski telah mendapat hukuman mati, orang yang mempunyai kuasa bisa saja menyuap dengan uang dan kekuasaan yang mereka miliki dan nyawa yang seharusnya lenyap bisa kembali selamat hanya karena uang dan kekuasaan.”


“Aku paham dengan apa yang kau maksudkan karna sebelumnya aku sudah mencoba, aku sudah mencoba untuk menyuap orang agar Kak Hannah bisa bebas dari hukuman nya, tapi tidak ada yang mau menerima penawaran kami meski kami menawarkan uang sebesar apapun dan jaminan setinggi apapun. Kak Hannah tetap ditembak mati.”


Christian terdiam sejenak, “Tapi jika aku jadi kakak mu, aku tidak akan percaya orang yang ku cintai mati sebelum aku melihat jasat nya langsung dan memastikan bahwa dia benar benar sudah tidak bernafas lagi.”


Kali ini justru Ivander lah yang terdiam berpikir, tidak ada yang melihat Hannah benar benar berhenti bernafas. Ivander hanya melihat nya terluka parah karena tembakan di dada nya.


Tapi apa ada manusia yang selamat ketika di tembak tepat di jantung?


Tapi apa yang Christian katakan juga masuk akal, perlu kah Ivander menyelidiki tentang wanita itu lebih dalam lagi?


Seperti dari mana wanita itu berasal dan kenapa dia bisa teramat mirip dengan Hannah.


“Hei! apa yang sedang kalian perbincangkan berdua. Kita kemari untuk bersenang senang bersama!” salah satu teman Ivander dan Christian buka suara, kesal melihat Ivander dan Christian yang sibuk bicara sendiri.

__ADS_1


“Bukan apa apa. Setelah ini apa kita akan ke tempat karaoke?” Christian berusaha mengalihkan pembicaraan, yang disambut ceria oleh teman teman yang lain.


__ADS_2