
Hannah memencet tombol yang membuat pintu pagar rumah tempatnya tinggal terbuka secara otomatis, melalui layar intercom Hannah bisa melihat Demitri yang melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah hingga akhirnya sampai di depan pintu utama.
Butuh sedikit waktu berpikir bagi Hannah untuk benar benar membuka pintu tersebut dan mempersilahkan Demitri masuk, dalam hati Hannah berdoa semoga keputusan nya ini bukan keputusan yang salah.
***
Demitri mendongakkan kepalanya ketika melihat pintu dihadapannya di buka, perasaan terkejut lah yang pertama kali Demitri rasakan saat melihat sosok wanita yang membukakan pintu untuk nya itu.
Wajah yang sama seperti yang ia lihat sebelumnya di rumah sakit, wajah yang teramat sangat mirip dengan Hannah. Wanita yang Demitri cintai, melihat wajah wanita itu membuat Demitri bertanya tanya bagaimana bisa ada orang lain yang bisa memiliki wajah yang mirip dengan Hannah.
Hannah jelas jelas telah meninggal, sepengetahuan Demitri pun Hannah tidak memiliki saudara, Orangtua Hannah bahkan sudah meninggal dan justru karena hal itu lah Hannah bermaksud balas dendam dengan Martha.
“Silahkan masuk.”
Bahkan suara wanita itu saat mempersilahkan nya masuk ke dalam pun persis seperti Hannah, jika saja Demitri tidak tahu bahwa Hannah telah tiada mungkin Demitri akan menganggap wanita yang mirip dengan Hannah ini sebagai Hannah yang asli, Hannah yang ia cintai.
Demitri duduk di sofa, duduk berhadap hadapan dengan wanita itu, Demitri berdeham sebelum ia memulai percakapan diantara mereka.
“Kalau boleh tau siapa nama mu?” tanya Demitri sembari menatap sosok wanita yang mirip Hannah itu lekat lekat, dalam diam Demitri memandangi wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Memperhatikan bentuk wajah wanita itu dengan seksama, berusaha membandingkannya dengan wajah Hannah dalam ingatannya.
“Nama ku Hannah Alvarendra, sebenarnya apa tujuan mu kemari dan kenapa kau mencari ku? Apa yang ingin kau ketahui dari ku?”
Bukan hanya wajah yang serupa, suara yang terdengar sama dan kini nama mereka juga sama. Ada apa sebenarnya ini?
“Kau.. aku kemari karena aku penasaran dengan dirimu, kau benar benar mengingatkan ku dengan kekasih ku yang telah tiada. Kalian benar benar mirip.” Demitri berkata jujur, hal yang mendorongnya nekat datang kemari memanglah karena rasa penasarannya.
“Aku bukan kekasih mu yang telah meninggal itu, aku dan dia orang yang berbeda.”
Demitri menganggukkan kepalanya mengerti, tentu ia paham bahwa mereka berdua adalah orang yang berbeda. Meski berharap Demitri sadar bahwa tidak mungkin wanita yang sedang duduk di hadapannya itu adalah Hannah yang ia cintai.
__ADS_1
Karena Hannah yang Demitri cintai telah tidur dengan tenang di tempat peristirahatannya, Demitri bahkan belum lama ini datang kesana.
“Apaa.. apa kau punya hubungan dengan Hannah, maksud ku.. kalian amat sangat mirip, mungkin kalian punya hubungan kekeluargaan?” tanya Demitri lagi, sebenarnya Demitri tidak tahu ingin bertanya apa lagi kepada Hannah.
Saat Demitri belum bertemu dengan Hannah, Demitri mati matian ingin bertemu seolah banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada wanita itu namun sekarang saat mereka bertemu Demitri justru seolah kehabisan kata kata.
Demitri tidak tahu harus bertanya apa, pertanyaan yang mengambang di pikirannya justru terdengar tidak penting. Seolah olah memang Demitri datang hanya untuk melihat Hannah.
Untuk membuktikan bahwa wanita itu benar benar mirip dengan Hannah nya yang telah tiada, Demitri seolah olah ingin melepas rindu di hatinya kepada Hannah kekasihnya yang telah tiada dengan Hannah yang duduk dihadapannya saat ini.
“Aku tidak ada hubungan apa apa dengan kekasih mu yang telah tiada itu, Aku memiliki keluarga ku sendiri. Tapi aku juga memiliki pertanyaan untuk mu, jika aku adalah Hannah yang kau maksud kan apa yang akan kau lakukan?”
Demitri kembali terdiam, berpikir sejenak. Kemudian tersenyum. “Jika kau adalah Hannah yang ku cintai, tentu saja aku akan membawa mu pergi bersama ku. Karena aku tidak akan melepaskan mu lagi seperti sebelumnya, aku tidak mau lagi merasakan kehilangan.”
Jawaban Demitri terdengar pedih, dan juga sedih namun tidak bagi Hannah yang mendengarnya, jawaban Demitri justru membuat Hannah teringat perkataan Darlen bahwa Demitri lah yang menculik dan menyiksa nya dulu sampai Hannah luka parah dan hampir mati.
Jawaban Demitri yang mengatakan akan membawa Hannah dan tidak akan melepaskan Hannah lagi membuat Hannah berpikiran hal yang lain, membuat Hannah menganggap bahwa itu hal yang buruk.
“Apa masih ada yang ingin kau tanyakan lagi? Jika tidak kau bisa pulang sekarang.”
Demitri gelagapan, ia tidak ingin kembali. Demitri masih belum puas bersama dengan Hannah. Rasa penasaran dan juga rasa gelojak di dadanya belum terpuaskan.
Demitri enggan untuk pulang, meski Demitri sendiri tahu bahwa ia tidak punya alasan untuk tinggal lebih lama.
Baru saja Demitri membuka mulutnya hendak bertanya hal lain seperti apa sebenarnya hubungan Hannah dengan Darlen, namun belum sempat Demitri menanyakannya suara pintu yang terbuka menginterupsi.
Demitri dan Hannah menoleh kearah sumber suara, Demitri bangkit berdiri karena sangking terkejutnya melihat siapa yang baru saja masuk ke dalam rumah.
“Giovano?”
Demitri tahu dengan pasti siapa laki laki yang baru saja masuk dengan santainya ke rumah ini seolah olah ini rumahnya, laki laki itu bukan lain adalah rekan kerja Demitri.
__ADS_1
Tepatnya dulu sempat menjadi rekan kerja Demitri, dan juga Giovano adalah laki laki yang pernah tidur dengan Hannah yang Demitri cintai.
Demitri ingat bahwa dulu saat Hannah masih hidup, Demitri pernah menjadikan Hannah sebagai jaminan untuk Ivander, dan membiarkan Giovano meniduri Hannah sementara Ivander dibebaskan dari tuntutan Giovano.
Kebetulan macam apa ini?
Tidak, mana mungkin hal seperti ini kebetulan.
Lagi, saat Demitri kembali hendak bersuara menanyakan kenapa Giovano bisa berada disini. Kembali ada yang menginterupsi Demitri.
Kali ini suara itu berasal dari dalam, Demitri menoleh dan melihat seorang anak kecil berlari keluar dari kamar.
Berlari menghampiri Giovano sembari berteriak senang.
“Horee Daddy pulang!!”
Daddy? anak kecil itu anak Giovano?
Seingat Demitri, Giovano bercerai dengan istrinya karena istrinya berselingkuh dengan banyak laki laki dan salah satu laki laki yang berselingkuh dengan mantan istri Giovano itu adalah Ivander, adik laki laki Demitri.
Dan seingat Demitri mereka bercerai tanpa adanya anak diantara mereka.
Demitri memperhatikan anak kecil itu yang berada di dalam gendongan Giovano.
“Kue nya mana Dad, kata nya Daddy pulang mau bawa kue yang enak.” anak kecil itu bertanya kepada Giovano, Giovano mengangkat plastik bawaan yang berada di tangannya, menunjukkan bahwa ia menepati janjinya membawa kue.
“Horee makan kue!” kali ini perhatian anak kecil itu beralih kepada Hannah, dengan wajah riangnya ia berseru kepada Hannah. “Mama ayo potong kue nya, Axel mau makan kue nya!”
Demitri kembali terkejut dengan panggilan anak kecil tersebut kepada Hannah, Mama?
Hannah adalah Ibu anak itu? dan Giovano ayahnya? Bagaimana bisa?
__ADS_1