MY REVENGE

MY REVENGE
EP 26 : HUKUMAN MATI


__ADS_3

Demitri melihat dengan mata kepalanya sendiri Hannah menembak Martha tepat di depannya, namun Demitri sama sekali tidak mengasihani Martha ataupun mencoba untuk melindungi Martha, Demitri berfokus kepada Hannah yang jatuh terduduk dan menangis tersedu sedu.


Tangisan Hannah begitu mengiris hatinya, teriakan frustasi Hannah membuat tubuh Demitri gemetar merasakan sakit teramat sangat, kenapa melihat Hannah seperti itu justru membuatnya tidak baik baik saja?


Demitri menyeret dirinya untuk mendekat, Demitri tidak bisa bangkit berdiri lantaran luka tembakan dikakinya membuatnya kehilangan lumayan banyak darah dan tenaga, Demitri melingkarkan tangan penuh darahnya memeluk Hannah, Demitri tidak tahu kenapa ia melakukan itu namun tetap saja Demitri melakukannya dan menangis dalam diam bersama dengan teriakan teriakan dan isak tangis Hannah.


Demitri terus memeluk Hannah hingga pelukannya mengendur dan tak lama kemudian semuanya terasa gelap, Demitri jatuh pingsan dalam tangisnya. Untuk pertama kalinya setelah 15 tahun Demitri kembali merasakan kesedihan yang teramat sangat, mengingatkannya akan luka lama.


Dalam kegelapan Demitri mengingat satu hal yang membuatnya semakin dilanda sesal, anaknya.. calon anaknya yang telah tiada.


***


Demitri mengernyit ketika ia tersadar ia sudah berada di rumah sakit, Demitri kebingungan ketika melihat Ivander yang duduk di sofa menatapnya dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


“Kenapa aku bisa ada disini?”


Demitri melihat Ivander berdecih setelah mendengar pertanyaannya, Ivander tampak begitu marah kepadanya, namun bukan hal itu yang patut Demitri pusingkan saat ini. Demitri hanya terpikirkan masalah Hannah, sebelumnya Hannah kelihatan sangat depresi, Demitri takut hal buruk akan terjadi kepadanya.


“Dimana Hannah?”


Kali ini pertanyaan Demitri semakin membuat Ivander tidak senang, Ivander menajamkan pandangannya. “Pertanyaan bodoh, kenapa kau masih bertanya dia dimana, sudah jelas dia dipenjara, dia telah membunuh calon istri kesayangan mu itu!”


Ivander bangkit dari posisi duduknya, berkacak pinggang menatap Demitri yang berusaha untuk bangun meski luka di kakinya masih saja membuatnya meringis sesekali. “Kau mau apa? Mau menemui calon istri mu itu? Dia sudah mati!”


“Kenapa? apa kau sedih calon istri kesayangan mu itu mati ditangan Hannah bukan ditangan mu sendiri?” Ivander berdecih melihat ekspresi terkejut Demitri, “Awalnya ku kira kau murni mencintai calon istri mu itu makanya kau selalu mengabaikan Hannah bahkan tidak perduli dengan anak kalian tapi ternyata saat aku melihat calon istri mu itu dengan mata kepalaku sendiri aku baru menyadarinya bahwa kau tidak pernah mencintai calon istri mu itu, kau hanya ingin membalaskan dendam lama kepadanya. Tapi kenapa untuk hal itu kau sampai mengorbankan Hannah?!”


Demitri mengelak, ia tidak terima dengan tuduhan Ivander. Memang benar Demitri tidak mencintai Martha namun Demitri tidak pernah berniat menjadikan Hannah sebagai sarana balas dendam, Demitri pun meniduri Hannah atas dasar Hannah yang menggodanya, memang Demitri sempat menjual Hannah kepada Giovano namun itu semua ia lakukan semata mata demi Ivander.

__ADS_1


“Kau mau kemana?”


Demitri tidak menoleh ketika Ivander berusaha menghentikannya untuk berjalan keluar dengan langkah terseok seok.


“Jika kau bertujuan untuk menemui calon istri mu itu dia sudah akan dimakam kan sore ini, tapi jika tujuan mu untuk menemui Hannah, mungkin ini kesempatan terakhir mu karena besok ia akan dihukum mati.”


***


Bagaimana bisa semuanya jadi seperti ini, Demitri sudah memohon kepada pihak keluarga Martha untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan namun pihak keluarga Martha menolak, mereka semua berkata bahwa Demitri terlambat, sidang sudah dilaksanakan dan Hannah sudah diberikan sanksi hukuman mati.


Demitri merutuki kebodohannya, kenapa ia bisa tidak sadar selama 14 hari lamanya hanya karena sebuah luka tembak di kaki. Karena ketidak sadarannya itulah Demitri sekarang tidak bisa apa apa, Hannah akan dihukum mati, lantaran terkena kasus pembunuhan berencana dan melarikan diri dari tahanan.


“Tidak ada gunanya, semuanya sudah tidak ada gunanya!”

__ADS_1


Entah dari mana Ivander tiba tiba saja muncul, meneriaki Demitri yang masih sibuk merutuki kebodohannya.


“Sekuat apapun kau merutuki kesalahan mu, itu tidak akan pernah bisa membuat Hannah bebas, Semuanya salah mu, seharusnya kau yang dihukum mati bukan dia.”


__ADS_2