
“Yes! wuhuuu!” Demitri berteriak senang sembari melajukan mobil nya menuju kantor, rasanya masih senang sekali sekaligus tidak menyangka bahwa besok malam ia akan berkencan dengan Hannah.
Ternyata penolakan dari Axel ada baiknya juga, karena penolakan Axel lah Hannah menjadi merasa kasihan dan mengajak Demitri untuk berkencan sebagai ganti nya.
Padahal Demitri mengajak Hannah dan Axel untuk pergi bersama weekend besok sebagai alasan Demitri untuk bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan Hannah.
Demitri memarkirkan mobil nya di parkiran sebelum ia masuk ke gedung perusahaan nya itu, semua mata para karyawan yang kebetulan melihat Demitri di jam makan siang ini tertuju kepada Demitri dan mereka saling berbisik bisik mengenai mood Demitri yang terlihat sangat bagus hari ini.
“Kenapa kau ada disini? kau tidak jadi makan siang dengan Hannah?” Ivander yang hendak pergi keluar ke restaurant sebrang untuk makan siang menghentikan langkah nya karena melihat Demitri yang justru kembali lebih cepat dari biasa nya.
“Makan siang kami batal karena Axel ingin makan siang dengan Darlen.”
“Lalu kenapa kau malah terlihat senang? bukan kah seharusnya kau sedih karena usaha mu gagal.” Ivander benar benar merasa bingung lantaran Ivander melihat Demitri justru tersenyum seperti orang gila saat ini.
Apa jangan jangan penolakan Axel membuat Demitri stress karena perjuangannya seminggu ini menjadi sia-sia?
“Berhenti tersenyum seperti itu kau membuat ku takut, bagaimana bisa kau tersenyum bahagia setelah di tolak.”
Demitri semakin melebarkan senyum nya, “Meski makan siang ku dengan Hannah dan Axel batal, dan juga meski rencana ku untuk menghabiskan waktu bersama dengan Hannah dan Axel besok pun gagal. Hannah justru mengajak ku untuk berkencan besok malam sebagai gantinya. Akhir nya kami akan berkencan, berduaan.”
Ivander mendelik sebal, ia pikir apa. Ternyata kencan, Ivander menggelengkan kepala nya melihat tingkah Demitri yang terlihat bahagia sekali hanya karena di ajak kencan oleh Hannah.
Entah bagaimana jadinya Demitri jika Hannah mengajak nya menikah, mungkin Demitri sudah mati berdiri di tempat karena sangking senang nya.
“Aku turut senang kalau begitu.” Ucap Ivander sembari menepuk bahu Demitri, hendak meninggalkan Demitri dan melanjutkan langkah nya namun Demitri menghentikan nya.
“Tunggu Ivander, kau mau kemana?” Tanya Demitri pada Ivander yang membuat Ivander kembali berbalik dan menatap Demitri jengkel.
“Tentu saja untuk makan siang, kau pikir aku mau apa lagi memang nya di jam seperti ini?” Ivander memutar bola mata nya kesal, merasa Demitri membuang buang waktu nya saja.
__ADS_1
“Kenapa kita tidak makan bersama saja, sudah lama juga bukan kita tidak makan siang bersama?” ajak Demitri pada Ivander, namun Ivander dengan cepat menggelengkan kepala nya dan mengibas-ngibaskan tangan nya menolak ajakan Demitri.
“Tidak terima kasih, aku tidak ingin makan siang dengan mu. Karena aku tahu kau tidak akan membiarkan ku makan siang dengan tenang.” Ivander sudah tahu akan bagaimana jadi nya jika ia dan Demitri makan siang bersama, Demitri pasti akan terus mengganggu nya bertanya perihal kencan apa yang harus di lakukan nya besok malam.
Ivander sudah bisa menebak nya, dan Ivander tidak ingin hal itu terjadi. ia ingin makan dengan tenang.
“Makan lah sendiri, aku tidak ingin makan dengan mu.” Ivander meninggalkan Demitri begitu saja bahkan tidak menoleh saat Demitri meneriakkan nama nya.
***
“Loh, kenapa kau dan Axel pulang cepat. Kalian tidak jadi makan siang dengan Demitri?” Darlen kebingungan saat melihat Axel berlari masuk ke rumah yang di ikuti oleh Hannah sembari membawa tas sekolah milik Axel itu.
“Axel bilang ia ingin makan malam dengan mu Darlen, Axel bilang ia tidak mau makan dengan Demitri sedangkan kau di tinggal di rumah sendirian.” jawab Hannah sembari menaruh tas milik Axel ke dalam kamar Axel, “Bisa kau bantu Axel mengganti pakaian nya, Darlen? Aku akan memasak makan siang untuk kita bertiga.”
“Yaa..”
“Axel kenapa tidak makan siang sama Om Demitri saja?” tanya Darlen kepada Axel yang diam memandangi dirinya.
Axel menggelengkan kepala nya pelan, “Axel mah makan siang sama Papa Darlen saja. Biasa nya juga makan sama Papa. Om Demitri kan teman Mama tapi Papa itu kan Papa nya Axel, berarti Axel harus sama Papa bukan sama Om Demitri.”
“Loh, memang nya Axel tidak senang makan sama Om Demitri? Bukan nya Om Demitri itu baik, sampai sampai membelikan Axel mainan robot-robotan yang besar.”
Axel terdiam, kini ia sudah telanjang hanya dengan celana dalam nya yang bergambar super Hero spider-man itu. “Tapi kan Axel mau nya sama Papa.. Om Demitri baik, tapi Axel lebih sayang Papa. Kan Papa itu Papa nya Axel.”
Entah lah Darlen tidak tahu harus senang atau sedih mendengar perkataan Axel ini, memang Darlen senang karena Axel sangat memperdulikan dirinya dan lebih memilih dirinya dibandingkan Demitri tapi Darlen juga sadar bahwa ini mungkin akan mempersulit Demitri untuk bisa mendapatkan hati Axel.
“Papa kenapa diam?” tanya Axel kepada Darlen yang justru melamun bukan nya memasangkan pakaian ganti nya.
“Ah bukan apa apa sayang.”
__ADS_1
Darlen dengan terburu buru memasangkan pakaian Axel.
“Pa, besok kita jadi kan ke kebun binatang nya?” tanya Axel lagi, ia teringat dengan perkataan Giovano perihal besok mereka yang akan pergi jalan-jalan ke kebun binatang bersama-sama.
“Iya sayang kau tidak perlu khawatir, besok kita akan pergi bersama-sama. Daddy Giovano juga sudah janji bukan?”
Axel dengan semangat menganggukkan kepala nya. Semakin merasa gembira mengingat bahwa besok mereka akan pergi jalan-jalan.
“Ayo kita keluar sekarang, Mama pasti belum selesai masak jadi Axel main sama Papa dulu ya sampai Mama selesai masak makan siang untuk kita semua.” Darlen mengulurkan tangan nya kepada Axel yang disambut cepat oleh Axel.
“Siap, Pa!”
***
“Kau mau langsung pulang?”
Demitri bertemu dengan Ivander di lobby saat jam pulang kantor.
“Tidak, aku akan mampir ke club' bersama teman-teman ku, kenapa kau mau ikut?” tanya Ivander yang menghentikan langkah nya itu, menaikkan alis nya bertanya kepada Demitri.
“Oy, berhenti lah tidur dengan banyak wanita kau bisa terkena penyakit kelamin nanti!” ujar Demitri menasehati, Ivander berdecak kesal mendengarnya.
“Apa aku bilang bahwa aku kesana untuk tidur dengan wanita malam disana? aku kesana dengan teman-teman ku untuk sekedar bersenang senang saja melepas penat setelah bekerja, jangan berpikiran buruk terus tentang ku. Kau sendiri bagaimana, mau langsung pulang dan melompat ke kasur mu untuk memimpikan Hannah begitu?”
Demitri melotot kepada Ivander, hampir saja ia melempar tas kerja nya kearah Ivander karena kesal. “Aku justru bertanya kepada mu kau mau kemana karena aku ingin mengajak mu ikut dengan ku menentukan restaurant yang bagus untuk kencan ku besok malam dengan Hannah.”
Ivander dengan cepat menggeleng-gelengkan kepala nya dan mengibas-ngibaskan tangan nya menolak. “Tidak terima kasih, urusi saja percintaan mu dengan Hannah sendiri. Aku tidak mau terlibat lagi.”
“Terserah kau saja kalau kau tidak mau ikut, selamat bersenang-senang brother.” Demitri meninggalkan Ivander, melangkah keluar lebih dulu dari lobby, para security dan karyawan lain yang melihat keberadaan Demitri menunduk hormat kepada Demitri dan memberikan Demitri jalan.
__ADS_1