
Axel sudah rapih dan sudah siap untuk berangkat menuju kebun binatang, semua nya sudah siap mereka hanya tinggal menunggu Daddy Giovano keluar dari kamar dan mereka akan segera berangkat.
“Kenapa Daddy lama sekali sih Ma?” keluh Axel cemberut, ia sudah tidak sabaran untuk pergi ke kebun binatang. Semalam bahkan Axel sampai bermimpi bertemu dengan jerapah karena sangking bersemangat nya untuk pergi ke kebun binatang.
“Sabar sayang tidak perlu terburu-buru seperti itu, lagi pula kebun binatang nya tidak akan kemana mana.” Hannah menepuk pundak Axel pelan, Darlen yang melihat itu hanya tertawa saja karena menurut nya Axel yang saat ini sedang mencoba untuk sabar itu terlihat sangat lucu.
Giovano akhirnya keluar dari kamar, ia sudah rapih. Giovano agak lama karena ia kesiangan. Giovano pulang larut sekali semalam bahkan tak sempat makan malam bersama Axel dan lain nya karena pekerjaan nya.
Meski lelah Giovano tetap menepati janji nya kepada Axel untuk pergi bersama-sama ke kebun binatang, karena tidak mungkin Giovano menunda nya lebih lama lagi.
Axel sudah menginginkan nya sejak 3 bulan yang lalu dan Giovano selalu sibuk dan tidak punya waktu luang dan sekarang baru Giovano memiliki kesempatan untuk mengabulkan keinginan Axel itu, dan Giovano tidak ingin membuat Axel kecewa jika Giovano menunda nya lagi.
“Ah, Daddy sudah selesai? Ayo Daddy kita berangkat!” Senyum Axel terbit setelah melihat Giovano muncul, dengan cepat Axel memimpin jalan, melangkah keluar rumah lebih dahulu.
“Pelan-pelan sayang, tidak usah lari begitu.” ujar Hannah menasehati Axel, Axel berhenti berlari dan kembali cemberut. Axel begini karena terlalu bersemangat.
“Masuk ke dalam mobil nya pelan-pelan Axel, kebun binatang nya tidak akan hilang meski Axel pelan-pelan jadi jangan terburu-buru oke?” kali ini Giovano yang angkat bicara dan itu membuat Axel diam seketika dan menurut, Axel memang paling takut dengan Giovano, mungkin karena cara bicara Giovano yang tegas itu yang membuat Axel paling menurut kepada Giovano.
***
Demitri sudah memesan tempat untuk dinner nya dengan Hannah, sudah berusaha sedemikian rupa agar makan malam nanti terkesan romantis.
Semuanya sudah Demitri siapkan secara matang, demi membuat Hannah terpukau akan kerja keras nya.
Demitri menjadi tidak sabar untuk menunggu malam tiba agar bisa segera makan malam romantis bersama dengan Hannah.
Demitri merogoh saku nya, mengeluarkan ponsel nya dan mengetikkan sebuah pesan kepada Hannah.
To : Hannah 💜
Kau sedang apa, apa kalian sudah berangkat ke kebun binatang nya?
__ADS_1
Ibu jari Demitri menekan tombol send, menunggu balasan dari Hannah. Menurut perkiraan Demitri seharus nya mereka sudah pergi ke kebun binatang sekitar 2 jam yang lalu, mengingat tempat itu ramai dan harus cepat berangkat sebelum macet.
Senyum Demitri mengembang saat ponsel nya bergetar dan ternyata Hannah membalas pesan dari dirinya.
From : Hannah 💜
Menemani Axel, dia aktif sekali. Sudah, kami sudah sampai bahkan sudah masuk ke dalam, karena itu lah Axel jadi aktif sekali.
Wajar saja Axel menjadi sangat aktif, pasti Axel bersemangat sekali untuk melihat lihat binatang tersebut sementara Hannah dan yang lainnya pusing menjaga Axel, takut Axel tertelan oleh kerumunan dan tersesat.
Jari jemari Demitri kembali bergerak mengetikkan pesan lagi untuk Hannah.
To : Hannah 💜
Selamat bersenang senang kalau begitu, sampai ketemu nanti malam.
Setelah mengirimkan pesan tersebut, cukup lama Demitri menunggu memandangi ponsel nya tersebut berharap ada balasan lagi dari Hannah namun nihil, tidak ada balasan apapun.
Sepertinya Hannah sibuk sekali karena Axel dan tidak bisa mengecek ponsel nya.
Beristirahat sekaligus memilih pakaian apa yang akan ia pakai untuk bertemu dengan Hannah malam nanti.
***
“Axel benar benar tidak ada tandingan nya, aku sudah menduga bahwa Axel akan sangat bersemangat karena dia sangat menyukai binatang tapi aku tidak menduga akan jadi seperti ini.” Hannah berusaha menyejukkan diri dengan kipas mini portable di tangan nya, cuaca terik namun Axel masih bersemangat untuk berkeliling.
“Anak itu bahkan mengajak bicara tiap binatang yang di lihat nya.” timpal Giovano yang duduk tepat disebelah Hannah, sekarang ini Axel sedang pergi bersama Darlen untuk membeli minuman.
Hannah dan Giovano tertawa mengingat tingkah lucu Axel, Hannah menoleh kearah Axel yang kini tengah berjalan menghampiri mereka, berjalan berdampingan dengan Darlen. Tak lupa botol minuman dingin di tangan mereka.
“Ini untuk Mama, ini untuk Daddy..” Axel menyerahkan botol minuman dingin itu kepada Hannah dan juga Giovano, “Ayo minum biar semangat lagi, biar kita keliling lagi. Axel belum liat gajah.”
__ADS_1
Hannah tertawa mendengar celotehan Axel itu, “Iya sayang iya, nanti kita akan pergi lihat gajah. Tapi habis ini kita harus makan dulu, jangan karena terlalu semangat melihat binatang binatang disini kita sampai lupa makan.”
Mendengar kata makan baru membuat Axel teringat bahwa mereka belum makan, tangan kecil Axel terangkat menyentuh perut nya sendiri.
“Oh iya, Axel lapar.”
“Nah kan, Axel lapar kan.”
***
Demitri memandang pantulan dirinya di cermin, ia sudah rapih dengan kemeja nya. Demitri sudah dengan teliti membuat penampilan nya agar terlihat menarik.
Mata Demitri melirik ponsel nya yang tergeletak di atas meja nakas, menunggu balasan pesan dari Hannah.
Beberapa menit yang lalu Demitri telah mengirimkan Hannah sebuah pesan, bertanya apakah Hannah sudah siap karena jika Hannah sudah siap Demitri akan segera menjemput ke rumah Hannah.
Tapi sampai sekarang belum ada jawaban sehingga Demitri berpikir mungkin Hannah masih sibuk bersiap-siap sampai tidak melihat ponsel nya bahwa ada pesan masuk dari Demitri.
Lama Demitri memandangi ponsel nya itu sampai tiba tiba ponsel milik nya itu berdering, Hannah menelepon nya. Dengan cepat Demitri meraih ponsel tersebut dan mengangkat panggilan dari Hannah.
“Halo Hannah..”
“Demitri maaf aku baru membaca pesan mu, dan sekali lagi maaf karena ku rasa aku akan memakan waktu lebih lama. Karena sebelumnya Axel rewel tidak ingin ditinggal dan aku harus membujuknya dahulu sebelum bersiap-siap. Kau tidak masalah kan menunggu ku lagi, kalau kau mau kau bisa langsung ke tempat pertemuan kita dan aku akan menyusul mu kesana. Tidak perlu repot-repot menjemput ku.”
Demitri menghela nafas berat, “Tidak apa apa jika kau butuh waktu lagi, bukan masalah bagi ku untuk menunggu. Tidak mungkin aku pergi lebih dahulu dan kau menyusul, aku ingin pergi dengan mu berdua kesana karena ini kencan pertama kita. Kita harus pergi bersama-sama.”
“Terima kasih karena sudah mau mengerti.”
“Bukan apa apa, aku akan berangkat sekarang dan akan menunggu mu di luar jika kau masih belum selesai. Nikmati saja waktu bersiap-siap mu jangan terlalu terburu-buru dan memaksakan diri.”
Sambungan telepon selesai, sekali lagi Demitri memandang pantulan dirinya di cermin. Memastikan bahwa ia sudah rapih dan benar benar sudah siap berangkat.
__ADS_1
Demitri mengambil kunci mobil nya dan mengantungi ponsel dan dompet nya. Ia akan berangkat menuju rumah Hannah, tapi sebelum itu Demitri akan mampir ke toko bunga untuk membelikan Hannah bunga.
Pasti Hannah akan gembira saat keluar dari rumah disambut oleh Demitri dengan bunga di tangan, membayangkan nya saja Demitri sudah senyum-senyum sendiri.