MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 31


__ADS_3

“Kau tetap tidak ingin mengatakan nya kepada ku meski aku memohon kepada mu? Apa kau lebih senang aku mengetahui apa yang kau sembunyikan dari orang lain?” Hannah mulai meneteskan air mata dalam pelukan Darlen, “Ku mohon Darlen, aku ingin mengetahui semua nya dari mulut mu langsung. Aku ingin kau yang mengatakan yang sebenar nya kepada ku.”


Darlen terdiam lagi, batin nya berkecamuk. Bingung dengan dirinya sendiri, tidak tahu harus bagaimana. Harus kah ia jujur?


Tapi jika Darlen jujur apa Hannah bisa menjamin bahwa Hannah tidak akan seperti dulu lagi? Melukai dirinya sendiri sedemikian rupa hingga selalu bertemu dengan ambang kematian.


Darlen tidak ingin kejadian pahit di masa lalu kembali terulang.


***


“Ya kau harus memikirkan cara nya bagaimana untuk mendekati anak Hannah, apa kau ingin aku juga yang mencari tahu cara nya. Yang menginginkan wanita itu adalah kau bukan aku.” Ivander bangkit dari posisi duduk nya, “Pikirkan baik baik cara nya dengan kepala dingin, marah dan melempar barang barang tidak akan membuat Hannah lari ke pelukan mu.”


Ivander meninggalkan ruangan Demitri, sebelum benar benar pergi Ivander mengatakan kepada Rafael untuk menelepon nya jika saja Demitri kembali mengamuk, takut takut Kakak nya itu masih tidak bisa mengendalikan emosi nya dan kembali menghancurkan barang barang termasuk berkas penting.


“Ku lihat di dalam ada berkas penting yang berserakan, jika kau rasa Kak Demitri sudah lebih tenang. Masuk lah dan bereskan. Jika ada berkas penting yang rusak, segera buat salinan nya.”


“Baik Tuan Ivander.” Rafael mengangguk kan kepala nya mengerti, membungkuk hormat kepada Ivander sebelum Ivander pergi memasuki lift.


***

__ADS_1


“Kau benar benar ingin tahu yang sebenar nya?” tanya Darlen kepada Hannah memastikan, Darlen masih ragu ragu. Haruskah ia menceritakan semua nya secara jujur kepada Hannah tanpa dibumbui kebohongan lagi?


Hannah dengan cepat menganggukkan kepala nya, tentu saja wanita itu ingin mengetahui yang sebenarnya.


Darlen menarik nafas panjang berusaha untuk mengumpulkan segala keberanian nya. Darlen bingung harus memulai dari mana.


“Hannah.. Ka-kau.. sebenarnya luka di tubuh mu itu bukan sepenuh nya ulah Demitri.”


Hannah mengerutkan kening nya kebingungan, ingin bertanya namun Hannah menahan nya membiarkan Darlen bicara, Hannah tidak akan menyela sampai Darlen selesai.


“Kalau bukan karena Demitri aku mungkin tidak akan pernah mengenal mu, aku tidak tahu bagaimana pasti nya hubungan mu dengan Demitri. Yang pasti setahu ku kau itu adalah teman tidur nya sementara Demitri itu telah memiliki calon istri.”


Demitri memiliki calon istri namun justru tidur dengan Hannah? Hannah tidak mengerti, apa dirinya dulu di masa lalu adalah simpanan Demitri atau semacam wanita panggilan?


Hannah menganggukkan kepala nya, ia Hannah ingat dengan kejadian tersebut. Pada saat itu pun Hannah merasakan bahwa ada sesuatu yang yang tengah Darlen sembunyikan, hanya saja hari itu Hannah tidak ingin memperpanjang perebatan yang hanya akan membuat kedua nya bertengkar lebih jauh.


“Laki laki itu, Ivander. Dia tidur dengan mantan istri Giovano, Giovano marah tentu saja karena mereka melakukan nya tepat di rumah Giovano. Giovano yang kebetulan saat itu adalah rekan bisnis penting Demitri merasa kesal dan memilih untuk membatalkan kerja sama dengan Demitri tapi Demitri nampak nya tidak ingin kehilangan rekan bisnis penting hanya karena kenakalan yang dilakukan adik nya sehingga ia berusaha sedemikian rupa untuk membuat Giovano tidak jadi membatalkan kerja sama dengan menawarkan tidur bersama dengan mu. Lebih tepat nya Demitri menjadikan mu sebagai tumbal atas kesalahan yang sudah dilakukan adik nya.” Darlen memperhatikan raut wajah Hannah, raut wajah Hannah kelihatan berubah. Hannah kelihatan kesal.


“Untung nya Ivander mencari masalah dengan Giovano bukan laki laki lain, jika laki laki lain dan Demitri menawarkan tidur dengan mu laki laki itu pasti akan benar benar meniduri mu. Tapi Giovano tidak, dia tetap membawa mu ke rumah dan saat itu lah kita bertemu. Kau dan aku bercerita panjang sementara kau memaki Demitri yang telah menjual mu demi adik nya. Setelah itu kau diantar oleh Giovano pulang dan kalian bertingkah seolah olah kalian memang benar benar telah tidur bersama semua nya demi menutupi status Giovano dengan ku karena Ivander mengetahui bahwa Giovano itu gay, Ivander mengetahui nya dari mantan istri Giovano yang telah ia tiduri.”

__ADS_1


Hannah menggelengkan kepala nya ini semua terasa sangat membingungkan membuat kepada Hannah terasa sangat pusing karena berusaha untuk mencerna segala yang telah Darlen katakan.


“Kenapa saat bertemu dengan ku Demitri kelihatan sangat sedih, seolah aku ini belahan jiwa nya yang hilang, ia juga menyebut bahwa aku mirip kekasih nya. Jika memang aku kekasih nya dahulu, kekasih macam apa yang merelakan wanita yang dicintai nya dibawa oleh laki laki lain dengan maksud untuk di tiduri. Meski kenyataan nya Giovano tidak melakukan nya tapi tetap saja, itu jahat.”


Darlen menganggukkan kepala nya, Darlen setuju dengan apa yang Hannah kata kan. Apa yang Hannah katakan tidak salah, lelaki macam apa yang rela wanita yang dicintai nya dibawa pulang oleh laki laki lain.


“Tapi yang paling membuat ku bertanya tanya adalah kenapa aku mau tidur dengan laki laki gila sepertinya, terlebih lagi Demitri sudah memiliki calon istri. Ada apa dengan ku di masa lalu?” Hannah benar benar tak habis pikir, Hannah bukan hanya kesal kepada Demitri namun Hannah juga kesal kepada dirinya di masa lalu.


“Justru itu, justru karena Demitri memiliki calon istri lah kau mau tidur dengan Demitri. Aku tidak begitu tahu banyak, tapi kau benci sekali dengan calon istri Demitri itu. Dan tujuan kau mendekati Demitri adalah untuk menghancurkan wanita itu.” ujar Darlen lagi, menjelaskan.


“A-aku? melakukan itu karena ingin menghancurkan nya? Memang nya wanita itu siapa dan kenapa aku bisa jadi seperti itu. Apa aku memang sejahat itu?” Hannah benar benar bingung, berdasarkan cerita dari Darlen. Hannah merasa dirinya di masa lalu seperti bukan dirinya, terasa sangat berbeda.


“Nama calon istri Demitri itu adalah Martha. Kau sangat membenci wanita bernama Martha itu, dia juga adalah Ibu Tiri mu.”


Tubuh Hannah mendadak membeku setelah mendengar nama dari calon istri Demitri itu, nama yang tidak asing. Nama yang Hannah dengar dalam mimpi nya.


Martha?


Bukan kah nama itu adalah nama wanita yang dalam mimpi Hannah, Hannah mencoba membunuh nya berkali kali dengan belati?

__ADS_1


Mimpi dimana Hannah melihat dirinya lari dari rumah sakit, bertengkar dengan satpam dan perawat hingga akhirnya sampai di apartemen Martha.


Hannah ingat betul dalam mimpi nya ia sangat ingin membunuh wanita itu. Dan seingat Hannah di dalam mimpi nya saat Hannah bertengkar dengan Martha, Hannah melihat Demitri menodongkan pistol ke arah nya dan atas permintaan Martha untuk Demitri menembak mati Hannah.


__ADS_2