MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 9


__ADS_3

Ivander terdiam, sejenak ia berpikir. “Apa itu hanya kebetulan saja. Kebetulan wanita itu mirip dengan Hannah dan memiliki nama yang sama.”


“Tapi aku sudah mendengar suara wanita itu Ivander, suara nya persis seperti suara Hannah. Dan entah kenapa aku merasa bahwa itu adalah Hannah ku.”


“Tapi Hannah yang kau cintai sudah meninggal Kak, seminggu yang lalu kau baru saja dari makam nya. Tidak mungkin orang yang sudah mati hidup kembali.”


***


“Bagaimana kata dokter?” Giovano baru saja pulang dari kantor, sesampai nya di rumah hal yang Giovano tanya kan kepada Darlen dan Hannah adalah kondisi Axel.


“Dia baik baik saja, demam nya sudah mulai turun. Hanya saja ia jadi semakin manja kasihan Hannah kelelahan karena Axel.” Darlen mendekati Giovano yang baru saja duduk di sofa, Darlen memijat bahu Giovano, mengerti bahwa Giovano sedang lelah saat ini.

__ADS_1


Sementara Giovano dan Darlen sibuk sendiri, Hannah yang berada di kamar Axel masih belum bisa mengalihkan pikiran nya dari kejadian siang tadi di rumah sakit.


Hannah masih terbayang bayang dengan wajah sedih dari laki laki yang memegang tangan nya itu, Hannah masih bertanya tanya dalam hati nya sebenar nya siapa laki laki itu dan kenapa laki laki itu bisa mengetahui nama nya.


Sejenak Hannah berpikir, mungkin kah laki laki itu mengenal nya? atau jangan jangan Hannah mengenal nya dahulu tapi Hannah tidak bisa mengingat nya.


Sebenar nya Hannah sempat ingin mencerita kan tentang kejadian itu kepada Darlen dan Giovano tapi mengingat kejadian sebelum nya dimana Hannah merasa bahwa Darlen dan Giovano menyembunyikan sesuatu darinya membuat Hannah membatalkan niat nya itu.


Seolah olah orang tersebut tidak boleh melihat Hannah, tidak boleh mengetahui keberadaan Hannah. Karena itu lah Darlen selalu bersikap terburu buru membawa Hannah pergi seolah olah takut dikejar oleh seseorang.


Dan hal itu lah yang membuat Hannah semakin penasaran, siapa orang yang Darlen takut kan bertemu dengan dirinya?

__ADS_1


***


“Aku tahu ini memang sulit dijelaskan tapi aku juga melihat wanita yang mirip dengan Hannah saat aku pergi ke Bar bersama dengan teman teman ku. Awal nyali pikir aku sudah mulai gila karena terus dibuat pusing oleh mu. Tapi aku mulai sadar bahwa mata ku tidak pernah salah, dan sebelumnya kau juga mengatakan bahwa kau melihat sosok Hannah meski kau sudah minum obat.” Ivander menjelaskan hal yang ia tahu kepada Demitri, dan itu benar benar menarik perhatian Demitri.


“Kau melihat nya di Bar mana? aku akan kesana dan menemui wanita itu.” ujar Demitri cepat, hal yang paling Demitri inginkan saat ini adalah bertemu dengan wanita itu. Bertanya banyak hal kepada wanita itu, dan mungkin juga bisa mengobati rindu Demitri kepada Hannah.


Ivander menggelengkan kepala nya sembari menghela nafas berat. Seandainya saja memang semudah yang Demitri inginkan.


“Tidak semudah itu Kak, aku sudah mencari wanita itu tapi hasil nya nihil. Aku bahkan sudah bertanya kepada karyawan disana dan jawaban mereka semua sama. Bahwa tidak ada wanita itu tidak berkerja disana, atau lebih tepatnya tidak pernah ada wanita yang mirip dengan Hannah yang datang atau pun berkerja disana.” Ivander berdecih, ia teringat dengan jawaban para karyawan Bar tersebut yang ia tanya satu persatu, termasuk Elijah.


“Tentu saja aku tidak langsung percaya kepada mereka, dan aku juga sangat penasaran sekali sehingga aku akan melakukan cara apapun untuk mencari tahu nya. Mungkin kita bisa temui pemilik atau bisa Bar itu.”

__ADS_1


Demitri menganggukkan kepala nya dengan semangat, tentu saja Demitri mau melakukan itu. Jika itu bisa membawa nya bertemu dengan wanita yang mirip dengan Hannah itu lagi.


__ADS_2