MY REVENGE

MY REVENGE
SEASON II EP 30


__ADS_3

Demitri kembali berdecak sebal mendengar perkataan panjang Ivander, “Kalau kau duduk disini hanya untuk menceramahi ku lebih baik kau keluar. Karna itu tidak berpengaruh kepada ku dan hanya akan membuat ku semakin kesal.”


Ivander mendelik sebal kearah Demitri, kakak nya itu benar benar susah sekali untuk diberi tahu. “Jika kau memang ingin mendapatkan Hannah, pertama Tama kau harus mendekati anak nya dahulu, buat anak nya membenci Ayah nya. Dan menangkan hati anak itu, jika kau bisa merebut hati anak nya maka kau juga bisa merebut hati Ibu nya.”


***


“Maksud mu aku harus mendekati anak Hannah? jangan gila kau Ivander, kau tahu sendiri aku tidak bisa dekat dengan anak kecil.” Demitri menatap jengkel Ivander, ide macam apa itu Ivander tahu sendiri bahwa Demitri tidak punya bakat dalam menarik hati anak kecil. Yang ada Demitri itu pintar membuat anak kecil menangis.


“Kau ini tidak percaya kepada ku. Kelemahan seorang Ibu itu adalah anak nya. Percuma kau terus memberitahukan kebusukan Giovano, Hannah tidak akan melirik mu fokus utama nya itu adalah putra nya. Meski suami nya berselingkuh, atau minum racun sekalipun dia tidak akan perduli asalkan anak nya bahagia sehat dan tidak menderita. Pemikiran seorang Ibu itu seperti itu.”


Demitri terdiam memikirkan perkataan Ivander baik baik, berusaha memahami nya. Memang perkataan Ivander itu terdengar masuk akal tapi tetap saja mustahil bagi Demitri bisa dekat dengan Axel.


Bukan hanya karena Demitri tidak bisa dekat dengan anak kecil namun Demitri juga tidak mungkin bisa mendekati Axel, Axel pasti tidak pernah sendirian selalu ditemani Giovano ataupun Hannah.


Kalaupun ada waktu dimana Axel tidak bersama dengan kedua orang tua nya itu adalah waktu dimana Axel sedang bersekolah. Jadi pada inti nya Demitri tidak akan bisa mendekati Axel.


***


“Kau kelihatan kesal sekali, apa ada hal yang mengganggu mu lagi?” Darlen kebingungan saat melihat Hannah yang kembali dari sekolah Axel dengan wajah super kusut.


“Apa kau bertemu dengan Demitri lagi seperti kemarin?” Tebak Darlen yang benar benar tepat sasaran, Hannah memang bertemu dengan Demitri di sekolah Axel. “Kali ini omong kosong apa yang dia kata kan kepada mu?”


Hannah menghela nafas berat, melempar tubuh nya berbaring lemas di sofa. Bertengkar dengan Demitri sebelum nya membuat Hannah merasa semua tenaga nya tersedot habis.


“Dia masih saja memaksa ku mempercayai kata kata nya. Mengatakan bahwa Giovano berselingkuh di belakang ku dengan mu. Si bodoh itu, hal seperti itu aku tidak perlu tahu darinya aku tahu lebih dalam soal kau dan Giovano lebih darinya.” Hannah berdecih mengingat perkataan Demitri, “Berselingkuh apanya justru kalian sudah menikah dan aku disini hanya menjadi nyamuk dalam kehidupan mesra kalian.”


Darlen terkekeh mendengar perkataan Hannah, Darlen mengangkat kepala Hannah. Duduk di sofa dan memposisikan kepala Hannah agar menjadikan paha Darlen sebagai bantal kepala nya. “Jadi kau iri melihat ku dan Giovano bermesraan?”


Darlen mengusap lembut puncak kepala Hannah, mengusap nya dengan penuh rasa sayang. Hannah yang merasakan usapan tersebut tersenyum sembari menatap wajah Darlen.

__ADS_1


“Aku tidak iri sama sekali, aku senang melihat kalian bahagia. Hanya saja, aku benci karena Demitri terus saja mendatangi ku dan mengatakan hal hal buruk tentang kalian. Membuat ku ingin menyumpal mulut nya dengan batu bata dan mengatakan padanya bahwa semua omong kosong yang ia katakan itu tidak benar. Kau dan Giovano bukan orang jahat seperti itu.”


Gerakan tangan Darlen yang mengusap puncak kepala Hannah berhenti, Darlen tiba tiba terdiam. Memikirkan perkataan Hannah dalam diam.


Entah mengapa setelah mendengar perkataan Hannah tentang dirinya dan juga Giovano membuat Darlen merasakan perasaan bersalah, Hannah menganggap Darlen dan Giovano sebagai orang yang sangat amat baik di mata nya.


Bagaimana jadinya jika Hannah tahu bahwa selama ini Hannah telah Darlen bohongi, bohongi dalam banyak hal. Tentang Hannah yang sebenarnya bukan lah adik Darlen, dan juga tentang kebenaran dari masa lalu Hannah yang sengaja Darlen sembunyikan.


Hannah mengerutkan kening nya kebingungan saat melihat Darlen yang mendadak diam, berpikir apa kah dirinya ada salah bicara yang membuat Darlen sakit hati atau semacam nya.


“Ada apa Darlen, kenapa kau mendadak diam begini?” Hannah bangkit dari posisi berbaring nya, menatap Darlen dengan pandangan khawatir. Takut takut jika ia salah bicara yang menyakiti perasaan Darlen tanpa sadar.


Darlen menggelengkan kepala nya dan tersenyum, “Aku tidak apa apa. Hanya saja aku terlalu memikirkan perkataan mu. Hannah.. kau jangan terlalu menganggap ku orang yang baik, aku tidak sebaik itu.”


“Maksud mu? Tentu saja aku menganggap mu baik karena kau memang baik, kau kakak ku. Kau kakak yang baik, aku tidak perduli orang lain bilang kau aneh, menjijikan dan segala macam nya. Di mata ku kau tetap kakak ku yang sempurna.”


Kali ini perkataan Hannah semakin mengiris hati Darlen, perasaan Darlen benar benar terombang ambing saat ini. Rasa nya Darlen sangat merasa bersalah lantaran telah menutupi kebenaran dari Hannah.


Darlen menggigit bibir nya ragu, Darlen berada di antara keinginan nya untuk bicara jujur dan diam menutupi semua nya seperti memang tidak pernah ada yang Darlen bohongi.


“Darlen sebenar nya ada apa, kau tidak terlihat seperti kau baik baik saja. Kata kan saja pada ku jika ada hal yang mengganggu perasaan mu.”


Darlen menghela nafas nya berat, baiklah ini keputusan nya. Darlen harus siap menerima amarah dari Hannah setelah Darlen mengatakan hal yang sebenar nya. “Hannah.. aku, aku ini sebenar nya bukan Kakak kandung mu.”


Darlen tidak melihat ada nya raut terkejut di wajah Hannah ketika mendengar perkataan Darlen, bukan nya sekarang ini setelah mendengar hal itu Hannah akan terkejut dan marah? memaki Darlen karena telah menipu nya selama ini.


“Kau tidak terkejut?" tanya Darlen sembari memandangi Hannah, masih merasa aneh dengan respon Hannah yang di luar pikiran nya.


Tentu saja Hannah tidak terkejut, Hannah sudah tahu sejak lama bahwa ada sesuatu yang Darlen sembunyikan dari dirinya. Dan salah satu nya yang Hannah curigai adalah bahwa dirinya dan Darlen tidak benar benar punya hubungan darah.

__ADS_1


Selama Hannah tinggal dengan Darlen, Hannah selalu berusaha untuk mengingat Darlen entah hal sekecil apapun Hannah berusaha untuk mengingat nya karena Darlen bilang mereka bersaudara, tapi tidak pernah ada satupun ingatan yang muncul tentang Darlen.


“Aku sudah mengira nya, tapi aku tidak berani bertanya kepada mu. Aku takut jika aku bertanya hal seperti itu kau justru sakit hati oleh pertanyaan ku, lagi pula aku tidak perduli kita ini benar benar sedarah atau tidak. embel embel Kakak kandung itu tidak penting bagi ku, yang terpenting kau menyayangi ku seperti adik mu dan aku pun menyayangi mu seperti kakak ku sendiri. Persetan dengan ikatan darah itu, orang yang punya ikatan sedarah pun belum tentu bisa menyayangi satu sama lain seperti kau dan aku saling menyayangi.”


Bohong bila Darlen bilang bahwa hati nya tidak tersentuh setelah mendengar perkataan Hannah, Darlen benar benar sangat terkejut.


Mata Darlen berkaca-kaca, mulai meneteskan air mata Bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan bahwa Hannah tidak membenci nya setelah Darlen membohongi Hannah selama ini tentang status mereka yang sebenar nya.


Darlen meraih Hannah ke dalam pelukan nya, mengecup puncak kepala Hannah lembut sebagai bentuk ungkapan rasa sayang nya.


Hannah membalas pelukan Darlen, memeluk Darlen erat dan menenggelamkan wajah nya di dada Darlen.


“Kau sudah jujur pada ku tentang hal ini, apa kau tidak ingin mengatakan hal lain nya? aku tahu bukan hal ini saja yang kau rahasia kan dari ku, Darlen.” Dalam pelukan Darlen Hannah berkata meski suara nya teredam oleh dada Darlen, Darlen tetap bisa mendengar apa yang Hannah katakan dengan jelas.


Dalam pelukan Darlen, Hannah dapat merasakan tubuh Darlen menegang, Darlen pasti terkejut dengan perkataan Hannah. Dan tak tahu harus mengelak bagaimana lagi.


Karena memang benar bahwa bukan hanya kebenaran status mereka saja yang Darlen sembunyikan.


“Kalau hal itu, maaf kan aku Hannah. Aku tidak berani mengatakan nya. Karena terakhir kali ku melihat mu karena mengetahui kenyataan itu kau hampir mati. Aku tidak mau kehilangan dirimu lagi.” Darlen mengeratkan pelukan nya, bayangan ingatan dari masa lalu masih menghantui Darlen.


ingatan dimana setiap kali Darlen melihat Hannah, Hannah selalu dalam keadaan terluka. Penuh darah dan hampir mati.


Jujur, masa itu juga berat bagi Darlen. Melihat Hannah hancur dan terluka membuat luka tersendiri di hati Darlen.


“Kau tetap tidak ingin mengatakan nya kepada ku meski aku memohon kepada mu? Apa kau lebih senang aku mengetahui apa yang kau sembunyikan dari orang lain?” Hannah mulai meneteskan air mata dalam pelukan Darlen, “Ku mohon Darlen, aku ingin mengetahui semua nya dari mulut mu langsung. Aku ingin kau yang mengatakan yang sebenar nya kepada ku.”


Darlen terdiam lagi, batin nya berkecamuk. Bingung dengan dirinya sendiri, tidak tahu harus bagaimana. Harus kah ia jujur?


Tapi jika Darlen jujur apa Hannah bisa menjamin bahwa Hannah tidak akan seperti dulu lagi? Melukai dirinya sendiri sedemikian rupa hingga selalu bertemu dengan ambang kematian.

__ADS_1


Darlen tidak ingin kejadian pahit di masa lalu kembali terulang.


__ADS_2