Nikah Paksa Jadi Cinta

Nikah Paksa Jadi Cinta
Part 23


__ADS_3

Kini Jiana sudah berganti pakaian dan akhirnya ia terlambat masuk kelas. Untungnya dosennya kali ini bukan dosen killer. Jiana masih bisa masuk ke kelas meskipun terlambat.


"Tumben kamu terlambat?" Tanya Sarah dengan memelankan suaranya saat Jiana sudah duduk di sampingnya.


"Gara-gara Raka." Ucap Jiana ketus.


Sarah tertawa geli melihat Jiana yang kesal seperti itu.


"Uhh, lucu banget sih. Lagi ngambek sama mamasnya ya?" Tanya Sarah dan ia terkekeh.


"Diam Sar!" Jawab Jiana semakin ketus.


Sarah memang selalu senang menggoda Jiana. Apalagi jika menyangkut soal Jiana dan Raka.


Mereka mendengarkan dosen dengan seksama. Tak ada percakapan lagi antara Jiana dan Sarah.


Kelas selesai dan semua mahasiswa berhambur keluar. Hanya tinggal Jiana dan Sarah di dalam kelas.


"Ji, tadi ada kak Rama ke sini nyariin kamu." Ucap Sarah.


"Hah? Ada apa?" Tanya Jiana sedikit terkejut.


Namun Sarah hanya mengangkat bahunya. Ia juga tidak mengerti maksud dari Rama datang mencari Jiana.

__ADS_1


Rama adalah teman satu angkatan tetapi beda jurusan. Dulu, Jiana sempat menaruh hati padanya. Namun belum sampai Jiana menyatakan perasaannya, Rama sudah berpacaran dengan adik tingkat satu jurusan dengan Rama.


Jiana dan Sarah memilih untuk ke kantin. Mereka memesan beberapa makanan dan mulai menikmatinya.


"Halo Jian." Sapa seseorang yang suaranya sangat ia kenal. Ia adalah Rama.


"Ada apa kak?" Tanya Jiana cuek dan masih menikmati makanannya.


"Kamu apa kabar?" Tanya Rama.


"Seperti yang kak Rama lihat. Aku baik-baik saja." Balas Jiana ketus.


Semenjak Rama berpacaran dengan adik tingkat, di situlah Jiana memutuskan untuk melupakan perasaannya kepada Rama. Bukan apa-apa, Jiana hanya tidak ingin terlalu terbebani dan terlalu memikirkan orang yang tidak pernah memikirkannya.


"Maaf, aku dulu tidak menyadari perasaanmu padaku Jian." Ungkap Rama.


"Sudahlah kak, sudah dua tahun lalu kan. Sekarang Jiana sudah tidak ada perasaan apa-apa lagi." Ujar Jiana datar.


Sedangkan Sarah hanya menjadi pendengar antara mereka berdua. Ia tidak ingin mencampuri urusan Jiana dan Rama. Sarah lebih memikih fokus ke makanannya.


"Apa aku sudah terlambat?" Tanya Rama memelas.


"Banget." Batin Sarah.

__ADS_1


Jiana menghentikan makannya. Ia menarik Sarah untuk pergi dari sana. Ia merasa terganggu dengan kehadiran Rama di situ.


"Tunggu Ji."Cekal Rama dan menahan tangan Jiana agar tidak pergi.


"Entah kamu suka atau tidak, aku akan mengejarmu kembali. Biarlah sekarang aku yang mengejarmu." Ucap Rama dengan percaya diri.


"Lepasin kak. Aku sudah tidak punya perasaan apapun padamu! Jangan keterlaluan." Ucap Jiana sambil menepis tangan Rama. Jiana segera menarik Sarah untuk pergi dari sana.


"Aku akan tetap mengejarmu Jiana!" Ucap Rama sedikit berteriak. Namun Jiana hanya acuh tak meresponnya.


Jiana dan Sarah terus berjalan entah ke mana. Intinya ia ingin menghindari Rama dulu. Sampailah mereka di taman kampus.


"Ji, apa kamu sudah tidak ada perasaan pada kak Rama?" Tanya Sarah saat mereka sudah duduk di bangku yang ada di taman.


"Kamu meragukan aku? Aku tidak tertarik sama sekali padanya." Ucap Jiana dengan lesu.


"Kenapa? Apa dia pernah menyakitimu?" Tanya Sarah semakin penasaran.


"Oh, atau jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta kepada pak Raka?" Tanya Sarah asal.


"Apaan sih Sar, kamu itu gaje banget. Urusan kak Rama aku sudah tidak menyukainya lagi. Kalau Raka.." Jiana berdiam sejenak.


"Hayoo.. Pasti sudah ada perasaan kan?" Goda Sarah dan menyenggol lengan Jiana.

__ADS_1


"Jangan berlebihan. aku kan istrinya. Aku hanya tidak ingin menjalin cinta dengan orang lain saat aku masih terikat pada Raka. Bukannya aku jatuh cinta padanya." Kekeh Jiana. Sarah tertawa mendengar pengakuan Jiana.


__ADS_2