
Empat bulan kemudian...
Begitu banyak suka duka yang telah mereka lewati. Kini, tanpa terasa detik-detik penantian kelahiran bayi mereka telah tiba. Sejak semalam, Jiana sudah siaga di rumah sakit dengan suaminya yang setia menemaninya. Tak lupa juga orang tua mereka ikut menemani Jiana dan tak sabar menantikan cucu mereka.
Selama empat bulan terakhir ini, perkembangan bayi yang ada di dalam kandungan Jiana tumbuh dengan sehat. Tak ada masalah yang harus dikhawatirkan.
Saat ini, Jiana tengah berbaring di ranjang pasien. Ia sedang menunggu jadwal untuk operasi caesarnya. Tentunya tetap ditemani oleh suaminya.
"Makasih ya mas," ucap Jiana senang. Raka mengecup kening istrinya sekilas. Lalu tersenyum tipis.
"Harusnya aku yang terima kasih sama kamu sayang," ucap Raka pelan. Lalu Raka memeluk istrinya dengan erat.
Ini masih pagi, dan jadwal Jiana melakukan operasi masih nanti pukul 08.35. Sejak semalam, ia diminta untuk berpuasa demi kelancaran persalinannya nanti. Rasa deg-degan sempat menghantuinya dan membuat Jiana takut. Namun, dengan kehadiran keluarganya yang menemaninya, membuatnya jauh lebih tenang.
Dokter Faye, selaku dokter pribadinya datang untuk mengecek kondisi Jiana saat ini. Tak lupa menanyai kesiapan Jiana untuk menjalani operasinya nanti.
"Setelah ini saya akan menyiapkan ruang operasinya. Jangan tegang Jiana. Semua akan baik-baik saja," tutur dokter Faye karena terlihat jelas ketegangan Jiana saat ini. Jiana hanya tersenyum tipis. Ia menatap suaminya yang tengah berdiri di sampingnya. Ini baru pertama kalinya, wajar saja ia merasa begitu tegang.
"Kalau begitu saya permisi," ujar dokter Faye. Mereka mengangguk secara bersamaan.
"Ma, Jiana takut," ucap Jiana. Mama Desi dan mama Mira menghampiri Jiana dan memberikan semangat agar Jiana lebih rileks. Raka masih memeluknya dan membelai rambut istrinya. Sesekali mencium kening istrinya.
__ADS_1
***
Semua memang harus ia jalani. Kini, Jiana sudah berada di dalam ruang operasi dengan Raka yang selalu menemaninya. Jiana menggenggam erat tangan suaminya.
"Tenanglah, aku di sini bersamamu sayang," bisik Raka. Jiana tersenyum tipis.
Sedangkan di luar, orang tua mereka menunggu di kursi tunggu. Tak sabar menantikan kehadiran cucu mereka.
Hampir satu jam Jiana berada dalam ruang operasi itu. Rasa tegang dan was-was menghampiri mereka. Mama Desi mondar-mandir di depan ruangan tersebut.
"Pa, mama kok khawatir ya sama Jiana," ucap mama Desi.
"Do'akan saja semoga mereka baik-baik saja," ucap Alex.
Tak lama kemudian, terdengar tangisan bayi dari dalam ruangan tersebut. Karena merasa harunya, Mira dan Desi saling berpelukan hingga mereka meneteskan air mata.
***
Saat ini, Jiana sudah dipindahkan di ruang perawatan. Dengan hati-hati ia menyusui putrinya yang baru lahir itu. Untungnya semua berjalan lancar. Bayinya lahir dengan sehat dan selamat. Bayi mungil yang mereka beri nama Diandra Anindya Sanjaya. Beribu rasa syukur mewarnai mereka saat ini. Rasa kebahagiaan itu sungguh nyata mereka rasakan. Kehadiran Diandra di antara mereka melengkapi kebahagiaannya saat ini.
(Tamat)
__ADS_1
.
.
.
.
Hai-hai..🤗🤗
Alhamdulillah DONE ya hehe..
Terima kasih buat kalian para pembaca setia di manapun kalian berada❤️😘
Tanpa kalian novelku hampa, wkwk...
Jangan lupa terus berikan dukungan untuk Author😭 agar bisa berkarya lebih baik lagi.
Love you all❤️❤️😘😘
See you next time di season dua ya hehe...
__ADS_1
(Insya Allah)